Pemotongan upah karyawan sebagai ganti rugi atas nota barang hilang perspektif hukum Islam : studi kasus di Alfamart Puri Delta Asri 03 Kota Semarang

Arifiyah, Luthfatul (2019) Pemotongan upah karyawan sebagai ganti rugi atas nota barang hilang perspektif hukum Islam : studi kasus di Alfamart Puri Delta Asri 03 Kota Semarang. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text (Skripsi_1402036028)
full skripsi.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Saat ini jaringan Alfa dengan motto “Belanja Puas, Harga Pas” yang mempekerjakan para karyawan di Alfmart Puri Delta Asri 03 Kota Semarang menerapkan pemotongan upah karyawan sebagai ganti rugi atas nota barang hilang. Dalam bahasa Islam, upah atau ujrah erat kaitannya dengan konsep ijārah (ijārah af’āl atau ‘amal). Ijārah af’āl atau ‘amal, yaitu sewa menyewa jasa manusia untuk dipekerjakan. Pada praktiknya, apabila terjadi mines barang setelah dilakukan “Stok Of Name” (SO) perbulan yang biasa disebut “NBH”, maka mines tersebut dibebankan kepada para karyawan, serta besaran pemotongan upah disesuaikan dengan jabatan masing-masing. Berdasarkan latangbelakang tersebut, maka dapat dirumuskan. Pertama, bagaimana praktik pemotongan upah karyawan sebagai ganti rugi atas nota barang hilang di Alfamart Puri Delta Asri 03 Kota Semarang ?, dan kedua, bagaimana pemotongan upah karyawan sebagai ganti rugi atas nota barang hilang persepektif hukum Islam di Alfamart Puri Delta Asri 03 Kota Semarang ? Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field research), dimana objek penelitian difokuskan pada praktik penerapan ganti rugi atas nota barang hilang (NBH) terhadap upah karyawan, kemudian peneliti mencoba untuk mendeskripsikan serta menganalisis praktik tersebut dengan menggunakan pendekatan normatif, dengan mengacu pada ketentuan fikih muamalah. Pengumpulan data dengan terjun langsung ke lapangan yang dihimpun melalui observasi, tanya jawab bebas (wawancara), dokumentasi. Sedangkan dalam menganalisis data, peneliti menggunakan analisis-deskriptif Penelitian ini menyimpulkan, pertama, di dalam praktik pemotongan upah karyawan sebagai ganti rugi atas nota barang hilang di Alfamart Puri Delta Asri 03 Kota Semarang terdapat beberapa hal, yaitu: a) Adanya kontrak kerja atau perjanjian kerja dengan menggunakan perjanjian tertulis; b) Adanya kesepakatan kerja atau kontrak kerja, yaitu dua (2) shift. Shift pertama pukul 06.00 WIB (pagi hari) hingga pukul 15.00 WIB (sore hari) dan shift kedua, pukul 15.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB (malam hari); c) Penetapan upah atau gaji, sebesar Rp. 2.500.000,00 dan diberikan dalam tiap bulannya; dan d) Pemotongan gaji, yaitu dengan cara memotong upah karyawan pada tiap bulannya; kedua, praktik penerapan ganti rugi atas nota barang hilang (NBH) terhadap upah karyawan di Alfamart Puri Delta Asri 03 Kota Semarang ditinjau dari hukum Islam, praktik tersebut tidak sah, karena sebagai pekerja khusus (ajīr khaṣ), ia tidak bertanggung jawab (mengganti) atas barang yang diserahkan kepadanya, karena kekuasaannya (tanggung jawabnya) bersifat amanah (yad amānah) bukan yad ḍamānah.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)NIDN/NIDK
Thesis advisorNurhadi, AgusNIDN2007046603
Thesis advisorSolek, MohamadNIDN2018036601
Uncontrolled Keywords: Ganti rugi; Pemotongan gaji; Hukum Islam; Barang hilang
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics
300 Social sciences > 330 Economics > 331 Labor economics
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74234 - Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Depositing User: Ricky Dwi Kurnianto
Date Deposited: 02 Dec 2019 08:35
Last Modified: 02 Dec 2019 08:35
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/10256

Actions (login required)

View Item View Item