Konsep kesetaraan gender Asghar Ali Engineer : perspektif teori keadilan John Rawls

Baroroh, Siti (2019) Konsep kesetaraan gender Asghar Ali Engineer : perspektif teori keadilan John Rawls. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text (Skripsi_1504016040)
skripsi full.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Di Indonesia, ketidaksetaraan gender masih terjadi di masyarakat pedesaan khususnya pedalaman. Dalam kenyataannya, laki-laki dan perempuan dalam hal tingkatan pendidikan sudah setara, namun partisipasi di lapangan masih sedikit. Misal dalam kepemimpinan, perempuan masih sedikit andil dikarenakan banyak kecaman kaum Islam konservatif bahwa perempuan tidak diperbolehkan menjadi pemimpin. Sedangkan dalam masalah yang lain yaitu pembuatan akta tanah dalam pengurusan akta tanah Letter C yang dulunya dalam jual beli tanah masih menggunakan hukum adat. Islam yang dipahami oleh masyarakat desa yang masih konservatif memahami bahwa perempuan menjadi seorang pemimpin maupun dalam hal kesaksian masih letter lux dengan dogma agama. Hal di atas sama halnya dengan wacana Asghar Ali Engineer terkait masalah tersebut, penulis menganalisis kesetaraan tersebut dengan Teori Keadilan dari John Rawls.. Untuk mengkaji penelitian ini, peneliti menggunakan metode yang bersifat analisis deskriptif, yang menjelaskan mengenai kesetaraan gender Asghar Ali Engineer, kemudian dianalisis dengan menggunakan teori keadilan dari John Rawls. Metode penelitian yang digunakan adalah kepustakaan, dengan kesetaraan gender Asghar Ali Engineer dari buku Hak-hak Perempuan dalam Islam sebagai sumber utama dan dianalisis dari pendapat John Rawls mengenai konsep keadilan dalam bukunya Teori Keadilan. Hasil dari analisis kesetaraan gender Asghar Ali Engineer dalam teori keadilan John Rawls: 1.Posisi asali, laki-laki maupun perempuan diberikan hak setara sesuai dengan kodrat awalnya. 2.Selubung ketidaktahuan laki-laki maupun perempuan meniadakan perbedaan yang dimiliki seperti kekayaan, jabatan dan kekayaan. 3.Equal Liberty Principle, dalam masalah kepemimpinan maupun kesaksian menurut prinsip pertama, laki-laki maupun perempuan berhak memilih dan dipilih, berhak menjadi saksi. 4.Inequality Principle, dalam masalah kepemimpinan maupun kesaksian hak laki-laki maupun perempuan hal tersebut dibedakan karena memang peran vital. 5.Keadilan sebagai kesetaraan versi Asghar adalah keadilan yang dapat menyelesaikan masalah kepemimpinan dan kesaksian secara adil tanpa ada pihak yang merasa dirugikan. Implementasi dari keadilan yang setara tidak selalu seimbang. Namun, Keadilan yang setara adalah adil sesuai dengan porsi dan tidak merugikan banyak pihak.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)NIDN/NIDK
Thesis advisorArikhah, ArikhahNIDN2029116902
Thesis advisorTsuwaibah, TsuwaibahNIDN2012077205
Uncontrolled Keywords: Kesetaraan gender; Keadilan
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 170 Ethics (Moral philosophy) > 172 Political ethics
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.261 Islam and philosophy
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76237 - Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Maulana Handy
Date Deposited: 30 Dec 2019 01:04
Last Modified: 30 Dec 2019 01:04
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/10339

Actions (login required)

View Item View Item