Makna bumi sebagai hamparan dalam Al-Qur’an : analisis term firasy, madda, bisāṭ, mihād, daḥa, suṭiḥat dan ṭaḥa pendekatan sains

Nuri, Nafisatun (2019) Makna bumi sebagai hamparan dalam Al-Qur’an : analisis term firasy, madda, bisāṭ, mihād, daḥa, suṭiḥat dan ṭaḥa pendekatan sains. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text (1504026038_skripsi_lengkap)
FULL.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Pembahasan terkait ilmu pengetahuan yang dinyatakan dalam al-Qur’an terkadang sulit dipahami ketika kita kurang memiliki pengetahuan yang cukup tentang Ilmu Pengetahuan Alam. Al-Qur’an menggunakan isyarat untuk menggambarkan bumi, salah satunya yaitu dengan ungkapan bumi sebagai hamparan dengan term firasy, madda, bisāṭ, mihād, daḥa, suṭiḥat dan ṭaḥa. Bermula dari kerangka pikiran tersebut, sejumlah ulama tafsir al-Qur’an memahami makna term firasy, madda, bisāṭ, mihād, daḥa, suṭiḥat dan ṭaḥa dengan beberapa penafsiran untuk menggambarkan bumi. Peneliti akan mengkaji, bagaimana makna term-term firasy, madda, bisāṭ, mihād, daḥa, suṭiḥat dan ṭaḥa untuk menggambarkan bumi sebagai hamparan dalam al-Qur’an?, Bagaimana pendapat sains tentang keberadaan bumi sebagai hamparan?, dan Bagaimana titik temu antara al-Qur’an dan Sains dalam permasalahan ini?. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif dan merupakan penelitian kepustakaan (library research) yaitu dengan menganalisis term firasy, madda, bisāṭ, mihād, daḥa, suṭiḥat dan ṭaḥa dengan pendekatan sains. Untuk itu, data primernya adalah ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan judul dan menggunakan kamus bahasa arab. Adapun data sekundernya adalah kitab-kitab tafsir dan buku-buku sains yang berkaitan dengan judul skripsi. Metode analisis data dalam penelitian ini, penulis menggunakan analisis deskriptif dan analisis komparatif, yaitu mencoba mendeskripsikan term firasy, madda, bisāṭ, mihād, daḥa, suṭiḥat dan ṭaḥa dengan mencari persamaan dan perbedaan. Serta mencari titik temu antara al-Qur’an dan sains Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna dari term firasy, madda, bisāṭ, mihād, daḥa, suṭiḥat dan ṭaḥa dalam al-Qur’an yang bermakna bumi sebagai hamparan menurut para mufassir; agar permukaannya menjadi tempat tinggal yang menyenangkan, bumi itu membentang lebar dan luas. untuk kehidupan manusia, agar manusia atau makhluk hidup lainnya dapat berjalan diatasnya, dan bumi untuk ditanami tanaman. Menurut penjelasan sains, diantara Planet-planet di tata surya hanya planet bumi yang memiliki kapasitas pendukung hidup dalam jumlah besar, seperti halnya maksud al-Qur’an dalam memaknai isyarat dalam ungkapan bumi sebagai hamparan. Titik temu antara al-Qur’an dan sains tentang bumi sebagai hamparan diantaranya mengenai; bumi terdapat kehidupan, lapisan permukaan bumi (kerak) seolah-olah karpet yang terbentang, dan terjadinya siang dan malam dalam ilmu sains astronomi disebabkan berputarnya bumi atau disebut gerak rotasi bumi atau bumi berputar pada porosnya sendiri.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)NIDN/NIDK
Thesis advisorMasrur, Moh.NIDN2009087202
Thesis advisorMuhtarom, MuhtaromNIDN2002066901
Uncontrolled Keywords: Bumi; Hamparan; Tafsir Alquran
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1228 Nonreligious subjects treated in the Al-Quran
500 Natural sciences and mathematics > 550 Earth sciences
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Maulana Handy
Date Deposited: 30 Dec 2019 02:08
Last Modified: 30 Dec 2019 02:08
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/10352

Actions (login required)

View Item View Item