Tradisi khitan perempuan massal di Pondok Pesantren Manbail Futuh Tuban : kajian living hadis

An Nabila, Durrotun Isnani (2019) Tradisi khitan perempuan massal di Pondok Pesantren Manbail Futuh Tuban : kajian living hadis. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text (1504026095_Skripsi_lengkap)
skripsi lengkap.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (7MB) | Preview

Abstract

Khitan perempuan merupakan sebuah tradisi yang dinisbatkan pada hadis Nabi yang dilakukan oleh masyarakat sebelum agama islam datang. Praktik khitan perempuan sendiri masih menjadi polemik dikalangan ulama baik dari sisi hukum maupun praktiknya, beberapa madzhab fiqih memperbolehkan melaksanakan khitan perempuan, yang mana terdapat perbedaan hukum sunnah dan wajib. Tradisi yang masih menjadi polemik dikalangan ulama ini justru dilembagakan sebagai praktik khitan perempuan massal di Pondok Pesantren Manbail Futuh setiap tahun. Khitan perempuan yang biasanya dilakukan ketika seorang perempuan masih bayi, berbeda dengan khitan perempuan yang ada di Pondok Pesantren Manbail Futuh Tuban yang mewajibkan bagi setiap santri putri yang belum dikhitan untuk dikhitan pada saat khitan massal. Permasalahan dalam penelitian ini adalah, pertama, pandangan kyai, santri serta dukun khitan terhadap khitan perempuan. kedua, praktik tradisi khitan perempuan massal di Pondok Pesantren Manbail Futuh Tuban. ketiga, motif dan makna tradisi khitan perempuan massal serta relevansinya di era modern. Penelitian ini adalah jenis penelitian Living Hadis dengan pendekatan antropologis. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kyai, santriwati serta dukun khitan perempuan beranggapan bahwa hukum khitan perempuan masih menjadi kontroversi. Kyai, santriwati serta dukun khitan berpendapat bahwa khitan perempuan merupakan suatu kemuliaan, yang mana mempunyai beragam manfaat dan tujuan, diantaranya dapat menetralisir syahwat perempuan yang berlebih, dapat membersihkan kelamin, dapat menambah kenikmatan ketika berhubungan suami isteri, dan juga menyeimbangkan antara laki-laki dan perempuan. Praktik tradisi khitan perempuan massal di Pondok Pesantren Manbail Futuh Tuban diadakan setiap tahun pada tanggal 24 Sya’bān sejak 1365 Hijriyyah. Khitan perempuan massal ini juga dipublikasikan kepada masyarakat sekitar. Motif dari tradisi khitan perempuan massal di Pondok Pesantren Manbail Futuh menurut pengasuh adalah untuk mengisi rangkaian kegiatan acara haul masyayikh Manbail Futuh. Bagi santriwati, motif mereka mengikuti khitan perempuan massal itu beragam, diantaranya: untuk mengikuti Sunnah Nabi, khitan mempunyai banyak manfaat, mengikuti peraturan pondok, melaksanakan arahan dari pengasuh, hanya ikut-ikutan, dan ingin menjadikan kenangan di Pondok. Bagi dukun khitan, beliau hanya menjalankan permintaan dari keluarga Manbail Futuh. Sedangkan makna yang terkandung dalam khitan perempuan massal di Pondok Pesantren Manbail Futuh yaitu makna sosial, makna budaya, dan makna religius. Tradisi khitan perempuan massal di Pondok Pesantren Manbail Futuh Tuban mempunyai relevansi di era modern. khitan perempuan masih harus dilaksanakan, sebab salah satu tujuan dari khitan perempuan itu adalah menetralisir syahwat perempuan yang berlebih agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. Selain itu khitan perempuan juga dapat membersihkan kelamin perempuan agar tidak terjadi infeksi pada organ saluran kencing.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)NIDN/NIDK
Thesis advisorPurwaningsih, SriNIDN2024057001
Thesis advisorMasruri, Ulin Ni'amNIDN2002057701
Uncontrolled Keywords: Khitan perempuan; Pondok Pesantren; Living Hadis
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.125 Hadits > 297.1251 Study of Text of Hadith
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.3 Islamic Worship / Ibadah > 297.39 Other Practices (Incl. Halal Food, Syirik, Munafiq)
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Maulana Handy
Date Deposited: 30 Dec 2019 02:13
Last Modified: 30 Dec 2019 02:13
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/10354

Actions (login required)

View Item View Item