Hadis-hadis keutamaan basmalah : analisis semiotika Umberto Eco

Wahid, Ahmad Ziyaul (2019) Hadis-hadis keutamaan basmalah : analisis semiotika Umberto Eco. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text (124211021_Skripsi_Lengkap)
Full.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Interaksi kajian Hadis dengan keilmuan kontemporer merupakan langkah penting sebagai pembacaan terhadap realitas dalam bingkai perkembangan pemikiran Islam di masyarakat urban yang dinamis. Membaca sebuah Hadis sebagai tanda merupakan salah satu yang bisa ditempuh guna melahirkan pemahaman baru. Keberadaan Hadis sebagai sebuah bahasa fenomenologis terhadap masyarakat selaiknya mendapat atensi pada momen di mana Hadis tersebut diposisikan secara otonom. Dari sudut pandang ini, untuk menggapai maksud dari Hadis sebagai sebuah tanda, menjadi wajib untuk mengetahui pemaknaannya secara pragmatis. Fokus kajian masa kontemporer selayaknya masuk pada ranah interpretasi secara dialektis, salah satunya adalah semiotika. Penelitian ini ini berusaha memahami Hadis-Hadis tentang keutamaan basmalah dari kacamata semiotika Umberto Eco. Hadis seperti ini biasanya memiliki bentuk ideologis, sehingga sulit untuk memahaminya secara langsung. Demi meminimalisir kesalahan pemahaman, mendekati Hadis dengan pola keilmuan modern menjadi sangat penting demi kelangsungan diskursus pemikiran Islam. Melihat Hadis sebagai sebuah tanda adalah langkah alternatif demi memahaminya berdasarkan realitas yang ada. Karena dalam periwayatan Hadis terdapat sumber yaitu Rasulullah melalui saluran periwayatan para perawi untuk sampai kepada umat Islam sebagai penerima, maka dari itu, penulis mencoba untuk mengejawantahkan cara berpikir dalam pemaknaan Hadis sebagai tanda dengan melakukan integrasi Hadis tersebut dengan semiotika komunikasi Umberto Eco. Hasil dari penelitian ini antara lain: Pertama, makna semiosis basmalah sebagai pembebas dari bahaya merupakan sebuah konsep berimbang ketauhidan dan kemanusiaan, yaitu “Kesadaran Ketuhanan Untuk Menghindari Perusakan”. Implikasinya adalah seseorang tidak akan bertindak gegabah dan serakah dalam memanfaatkan alam demi kepuasan hawa nafsunya. Kedua, Basmalah memiliki makna semiosis kecerdasan membaca potensi alam dan memanfaatkannya secara tepat, untuk menghilangkan kesengsaraan Implikasinya, seseorang akan mampu memahami dan memanfaatkan potensi alam secara maksimal dan bermanfaat secara universal. Ketiga, basmalah merupakan bentuk terbukanya cakrawala pengetahuan batin. Ketika batin sudah memahami konsep awal ke-Tuhan-an, maka di manapun ia berada ia akan dapat mencapai surga, dalam arti akan selalu menemukan ketenangan jiwa.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)NIDN/NIDK
Thesis advisorPurwaningsih, SriNIDN2024057001
Thesis advisorMuhtarom, MuhtaromNIDN2002066901
Uncontrolled Keywords: Studi hadis; Semiotika; Umberto Eco; Basmalah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.125 Hadits > 297.1251 Study of Text of Hadith
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Maulana Handy
Date Deposited: 30 Dec 2019 02:41
Last Modified: 30 Dec 2019 02:41
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/10361

Actions (login required)

View Item View Item