Kesetaraan gender dan relevansinya dalam pendidikan Islam : studi pemikiran M. Quraish Shihab dalam buku perempuan dari cinta sampai seks; dari nikah mut’ah sampai nikah sunnah; dari bias lama sampai bias baru

Syifa, Nada Dhiya (2019) Kesetaraan gender dan relevansinya dalam pendidikan Islam : studi pemikiran M. Quraish Shihab dalam buku perempuan dari cinta sampai seks; dari nikah mut’ah sampai nikah sunnah; dari bias lama sampai bias baru. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text (1503016034_Skripsi)
skripsi komplit.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Gender bukan lagi menjadi persoalan yang asing untuk diperbincangkan. Baik dari kalangan agamawan maupun non agamawan. Dikalangan akademika maupun penggiat studi agama, gender merupakan isu hangat untuk diperbincangkan diberbagai forum. Seminar-seminar mengenai gender pun seringkali diadakan untuk terus menerus mengkaji persoalan gender. Dalam penelitian ini mengambil pemikiran seorang ahli tafsir terkemuka yang diakui secara keilmuan, yang dalam beberapa karya tulisnya beliau mengungkapkan pandangannya mengenai persoalan gender. Tokoh tersebut adalah M. Quraish Shihab. Dari latar belakang demikian itu, penulis menggunakan rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu: Bagaimanakah Pemikiran M. Quraish Shihab Tentang Gender dan Penerapannya Dalam Pendidikan Islam. Penelitian ini ditulis dengan menggunakan model penelitian kualitatif, dengan cara melakukan penelusuran berupa buku-buku, jurnal, karya ilmiah yang ditulis ataupun membahas mengenai pemikiran M. Quraish Shihab yang memuat tema gender di dalamnya baik secara khusus maupun sebagiannya. Dengan kata lain, penelitian ini adalah “Library Research”. Data ini diolah berdasarkan data yang ada dan menggabungkannya dengan fakta yang seringkali muncul dari masalah yang akan dipecahkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, gender dan relevansinya dengan pendidikan Islam dalam pandangan M. Quraish Shihab masih mengalami bias baik dari ulama, masyarakat, maupun dari laki-laki dan perempuan itu sendiri. Untuk itu M. Quraish Shihab memandang bahwa: (1) Asal Penciptaan manusia yang merujuk pada hadis yang menyatakan bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki dapat diartikan secara majazi. Sehingga perempuan dalam hal ini tidak mengalami pelecehan karena dianggap sebagai makhluk inferior. (2) perempuan memiliki peluang untuk memperoleh pendidikan sebagai mana laki-laki. Sebagaimana hadis yang mengungkapkan bahwa “Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap Muslim” (HR. Ath-Thabarani melalui Ibnu Mas’ud ra). Yang berarti bahwa perempuan dapat berpikir, mempelajari, dan kemudian mengamalkan apa yang mereka pelajari. Dengan pendidikan yang diperolehnya, perempuan memiliki kesempatan untuk bekerja di luar rumahnya sesuai dengan kehendaknya sendiri. Dalam rumusan pakar-pakar hukum Islam kontemporer dinyatakan bahwa “perempuan boleh bekerja selama pekerjaan itu membutuhkannya, dan selama dia dapat menjaga diri untuk tidak mengganggu atau terganggu, merangsang atau dirangsang, tetapi istri haruslah pandai-pandai menggabung antara kepentingan keluarga dan karir.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)NIDN/NIDK
Thesis advisorLutfiyah, LutfiyahNIDN2022047901
Thesis advisorWahyudi, WahyudiNIDN2014036801
Uncontrolled Keywords: Kesetaraan gender; Pendidikan Islam
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.77 Islamic religious education
300 Social sciences > 305 Social groups
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > 86208 - Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Maulana Handy
Date Deposited: 03 Jan 2020 06:42
Last Modified: 03 Jan 2020 06:42
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/10461

Actions (login required)

View Item View Item