Studi analisis hadits Sunan Abu Daud tentang pendidikan shalat pada anak usia 7 tahun dalam perspektif psikologi perkembangan anak

Fitriyani, Rizka (2019) Studi analisis hadits Sunan Abu Daud tentang pendidikan shalat pada anak usia 7 tahun dalam perspektif psikologi perkembangan anak. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text (123911095_Skripsi)
skripsi full.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini meneliti hadits Nabi tentang perintah shalat pada anak usia 7 tahun. Kajiannya dilatarbelakangi oleh adanya hadits Nabi yang menyeru orang tua untuk memerintahkan anaknya shalat pada usia 7 tahun, dan memukulnya ketika usia 10 tahun apabila anak masih membangkang perintah shalat. Penetapan usia tersebut apakah harus dipahami secara tekstual atau usia tersebut hanya sebagai simbol dimulainya kematangan berfikir anak. Studi ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan: (1) bagaimana analisis hadits Sunan Abu Daud tentang pendidikan shalat pada anak usia 7 tahun dalam perspektif psikologi perkembangan anak ? Permasalahan tersebut dikaji dengan menggunakan metode kepustakaan (library research), dengan teknik dokumentasi sebagai metode pengumpulan datanya. Data diperoleh dari kitab hadits dan buku-buku pendidikan serta psikologi perkembangan. Kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif analitik. Kajian ini menunjukkan bahwa: (1) Orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan pendidikan shalat kepada anaknya dengan serius sejak usia 7 tahun. Shalat pada anak usia 7 tahun ini belum menjadi sebuah kewajiban yang dihukumi dosa bila ditinggalkan. Akan tetapi, pada usia tujuh tahun ini, anak harus benar-benar ditekankan untuk melaksanakan shalat dan diberikan pendidikan secara serius tentang shalat. Sebenarnya, sebelum usia tujuh tahun, anak sudah bisa dilatih untuk melaksanakan shalat, sebagai pembiasaan agar anak terbiasa patuh dan tunduk kepada Tuhan. Dan pengajaran shalat kepada anak bisa dilakukan melalui perintah, keteladanan, pembiasaan dan hukuman (2) dalam perspektis psikologi perkembangan, anak bisa diberi hukuman berupa pukulan ketika anak sudah menginjak usia 10 tahun. Karena pada usia ini anak sudah kuat untuk menerima hukuman. Hanya saja hukuman yang diberikan pada anak tidak melukai fisik maupun psikis anak. Hasil penelitian ini diharapkan berguna untuk sumbangan pemikiran bagi pengembangan khasanah ilmu pengetahuan di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo Semarang, khususnya tentang pelaksanaan hadits pendidikan shalat pada anak.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)NIDN/NIDK
Thesis advisorRozi, FakrurNIDN2020126901
Uncontrolled Keywords: Studi hadis; Pendidikan shalat; Psikologi perkembangan anak
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 150 Psychology > 153 Mental processes and intelligence
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.125 Hadits > 297.1254 Compilation of Hadiths (Hadith books) > 297.12544 Abu Dawud
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.77 Islamic religious education
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > 86232 - Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Depositing User: Maulana Handy
Date Deposited: 23 Jan 2020 07:17
Last Modified: 23 Jan 2020 07:17
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/10505

Actions (login required)

View Item View Item