Praktik politik uang dan pemaknaannya oleh kelas menengah dalam Pilkada 2017 : studi kasus di Kelurahan Kasepuhan Kecamatan Batang Kabupaten Batang

Na'imah, Zumrotun (2019) Praktik politik uang dan pemaknaannya oleh kelas menengah dalam Pilkada 2017 : studi kasus di Kelurahan Kasepuhan Kecamatan Batang Kabupaten Batang. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text (Skripsi_1506016001)
1506016001.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB) | Preview

Abstract

Politik uang adalah suatu hal perlu dihindari dalam pelaksanaan pemilu, karena hal tersebut merupakan perbuatan yang dapat mencederai demokrasi di Indonesia. Praktik politik uang yang terjadi dikalangan masyarakat tidak memandang dari golongan manapun. Status ekonomi seseorang dapat juga mempengaruhi proses praktik politik uang yang berjalan, karena stratifikasi ekonomi bisa menentukan perilaku dan mempunyai pengaruh dalam demokrasi. Dalam penelitian ini membahas pengalaman kelas menengah di kelurahan Kasepuhan dalam proses politik pada pilkada 2017 terkait dengan praktik politik uang, respon masyarakat terhadap adanya praktik politik uang, dan pandangan mereka untuk memaknai adanya politik uang. Fokus penelitian penulis pada politik uang yaitu pada praktik pembelian suara (vote buying). Warga kelurahan Kasepuhan merupakan desa di kawasan Kota Batang yang sudah penulis teliti mengenai politik uang karena praktik itu di desa tersebut masih berjalan. Di Kelurahan Kasepuhan tokoh politik dan tim sukses yang sudah biasa untuk membagikan uang ketika pilkada. Jenis pekerjan di Kelurahan Kasepuhan yang mayoritas sebagai pedagang menjadi alasan penulis untuk melakukan penelitian di desa tersebut, karena dari segi status ekonomi mereka yang tergolong sebagai kelas menengah. Metode penelitian yang penulis gunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yaitu pendekatan yang membahas tentang esensi kesadaran dan esensi ideal dari objek-objek sebagai korelasi dengan kesadaran. Penelitian fenomenologi melibatkan pengujian yang teliti dan seksama pada kesadaran pengalaman manusia. Konsep utama dalam fenomenologi adalah makna. Makna merupakan isi penting yang muncul dari pengalaman kesadaran manusia. Untuk mengidentifikasi kualitas yang essensial dari pengalaman kesadaran dilakukan dengan mendalam dan teliti. Hasil dari wawancara di lapangan bahwa masyarakat Kelurahan Kasepuhan menerima uang ketika menjelang pilkada, karena menurut mereka hal itu merupakan sebuah kewajaran ketika pilkada. Respon masyarakat terhadap adanya politik uang yaitu menerimanya. Meskipun ada yang memilih sesuai dengan keinginan mereka namun tetap menerima uang dari calon kandidat lain. Dalam memaknai politik uang masyarakat Desa Kasepuhan memandang bahwa politik suatu rezeki ketika pilkada, dan ada juga yang memaknai bahwa politik uang sebagai upah untuk datang ke TPS, ada pula yang memanai politik uang sebagai sesuatu yang belum jelas (syubhat).

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)NIDN/NIDK
Thesis advisorElizabeth, Misbah ZulfaNIDN2007016202
Thesis advisorSyamsudin, NurNIDN2005056801
Uncontrolled Keywords: Politik uang; Pemilihan kepala daerah (Pilkada); Kelas menengah
Subjects: 300 Social sciences > 320 Political science > 324 The political process
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > 67201 - Ilmu Politik
Depositing User: Fuad Hasyim
Date Deposited: 10 Mar 2020 08:36
Last Modified: 10 Mar 2020 08:36
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/10916

Actions (login required)

View Item View Item