Manajemen zakat, infak dan shodaqoh badan amil zakat KUA di Kecamatan Semarang Barat

Sumanto, Sumanto (2006) Manajemen zakat, infak dan shodaqoh badan amil zakat KUA di Kecamatan Semarang Barat. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
1101038_Sumanto.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang membahas tentang manajemen zakat, infaq dan shodaqoh BAZ KUA di Kecamatan Semarang Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi kualitatif melalui pendekatan manajemen. Penelitian ini berusaha mendeskripsikan manajemen zakat, ifaq dan shodaqoh yang diterapkan oleh BAZ KUA di Kecamatan Semarang Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) manajemen zakat, infaq dan shodaqoh (ZIS) yang diterapkan oleh BAZ KUA di Kecamatan Semarang Barat. (2) kekuatan dan kelemahan manajemen zakat, infaq dan shodaqoh (ZIS) yang diterapkan oleh BAZ KUA di Kecamatan Semarang Barat. (3) respon masyarakat terhadap BAZ KUA di Kecamatan Semarang Barat. Adapun hasil penelitian ini adalah : Pertama, Secara umum dapat dikatakan bahwa manajemen zakat, infaq dan shodaqoh yang diterapkan oleh BAZ KUA di Kecamatan Semarang Barat cukup baik. Hal ini bisa dilihat dari aplikasi fungsi-fungsi manajemen dan usaha pendayagunaan yang dilakukan oleh BAZ KUA di Kecamatan Semarang Barat. Kedua, Terdapat kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh BAZ KUA di Kecamatan Semarang Barat. Kekuatan tersebut adalah kualitas SDM yang yang ada cukup memadai, penerapan fungsi manajemen dalam pengelolaan zakat dengan baik, adanya pembagian tugas (job description) yang jelas, adanya penjabaran program pada masing-masing unit atau bidang dan adanya kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan BAZ KUA di Kecamatan Semarang Barat. Sedangkan kelemahannya adalah kurangnya perhatian dan dukungan dari pemerintah, masih kurangnya sarana dan prasarana yang ada, belum adanya alokasi dana untuk biaya operasionalisasi serta kurangnya koordinasi dengan UPZ pada masing-masing kelurahan. Di samping itu juga terdapat tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh BAZ KUA di Kecamatan Semarang Barat, yakni kurangnya tenaga full timer dalam melaksanakan pengelolaan ZIS, belum adanya persamaan persepsi pada masing-masing personel pengurus BAZ dan UPZ, kurangnya SDM untuk memahami dan melaksanakan mekanisme program kerja BAZ dan lambannya pendistribusian yang disebabkan oleh kurang respon dan koordinasi antara BAZ dengan UPZ pada masing-masing kelurahan di wilayah Kecamatan Semarang Barat. Ketiga, Secara umum dapat dikatakan bahwa respon masyarakat terhadap keberadaan BAZ KUA di Kecamatan Semarang Barat cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari adanya peran aktif masyarakat di wilayah Kecamatan Semarang Barat dalam pengelolaan zakat. Di samping itu, kepercayaan masyarakat terhadap BAZ KUA di Kecamatan Semarang Barat cukup besar, terbukti dana ZIS yang terkumpul mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)NIDN/NIDK
Thesis advisorYusuf, M. ZainUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDKusmanto, Thohir YuliNIDN2010077305
Uncontrolled Keywords: Zakat; Infak; Shadaqoh; Ibadah; Manajemen Zakat; ZIS
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.3 Islamic Worship / Ibadah
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.74 Dakwah
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > 70230 - Manajemen Dakwah (MD)
Depositing User: Umar Falahul Alam
Date Deposited: 29 Jun 2020 01:46
Last Modified: 29 Jun 2020 01:46
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/11323

Actions (login required)

View Item View Item