Efektivitas peran kepemimpinan kiai sebagai pimpinan partai politik di Kabupaten Batang Jawa Tengah

Imron, Muhamad (2009) Efektivitas peran kepemimpinan kiai sebagai pimpinan partai politik di Kabupaten Batang Jawa Tengah. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text (NIM_2103240_Skripsi_Lengkap)
2103240_Skripsi Full.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berangkat dari rasa penasaran peneliti menyaksikan fenomena keterlibatan kiai dalam politik praktis. Keterlibatannya ternyata tidak hanya sebatas sebagai pemanis partai saja, tetapi banyak yang menempati posisi strategis partai, yaitu sebagai pimpinan partai. Realitas sosial inilah yang kemudian menjadi daya tarik peneliti untuk meneliti lebih jauh bagaimana keterlibatan kiai dalam politik praktis, terutama sebagai pimpinan partai di daerah asal peneliti, Kabupaten Batang Jawa Tengah. Dalam penelitian ini, peneliti akan mengfokuskan pada dua partai yang di dalamnya banyak di singgahi oleh para kiai, dan representative untuk dijadikan sebagai objek penelitian, yaitu Partai Persatuan Pembangaun (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Oleh karena itu penelitian ini akan dikonsentrasikan pada efektivitas peran kepemimpinan kiai di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP dan PKB Kabupaten Batang. Setidaknya ada tiga permasalahan dalam kaitannya dengan penelitian ini, antara lain adalah: Apa latar belakang keterlibatan kiai dalam politik praktis? Bagaimana peran kepemimpinan kiai sebagai pimpinan partai politik di Kabupaten Batang? Dan sejauhmana efektivitas peran kepemimpinan kiai sebagai pimpinan partai politik, dan implikasinya ? Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research). Sudut pandang (stand point) penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yaitu satu model penelitian humanistik, yang menunjukkan tentang kehidupan masyarakat sosial, sejarah, fungsionalisasi organisasi, pergerakan sosial dan tingkah laku. Sifat humanis dari aliran pemikiran ini terlihat dari pandangan tentang posisi manusia sebagai penentu utama perilaku individu dan gejala sosial. Karena penelitian ini merupakan jenis field research, maka data-data sepenuhnya diperoleh dari lokasi penelitian yaitu wilayah Kabupaten Batang. Adapun subjek dalam penelitian ini terdiri dari: Kiai atau tokoh masyarakat; Pengurus partai; dan Simpatisan partai/konstituen. Dalam penelitian ini teknik pengambilan data yang peneliti gunakan adalah teknik purposif sampling, yaitu informasi sampel yang peneliti dapat dari salah satu pihak. Pendekatan yang digunakan adalah sosiologi dan antropologi, maka teknik pengumpulan datanya adalah wawancara dan observasi. Adapun teknik analisis data, peneliti menggunakan teknik deskriptif-analitik yakni memperoleh kesimpulan dengan memaparkan data-data yang telah ada kemudian menganalisisnya. Dalam penelitian ini bahan-bahan penulisan semaksimal mungkin mengacu pada sumber-sumber primer, kemudian diklasifikasikan menurut bidang-bidangnya. Peneliti juga menggunakan sumber-sumber sekunder berupa kepustakaan yang ada kaitannya dengan tema penelitian ini. Melalui analisis itu terungkap bahwa ada beberapa alasan yang menjadi latar belakang keterlibatan kiai dalam politik praktis, yaitu karena alasan berazaskan Islam, adanya sinergisitas perjuangan antara Islam dan NU, karena panggilan jiwa dan bentuk pengejawantahan konsep din wa dulah. Alasan yang lain adalah sebagai media untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Dalam kaitannya dengan peran kiai sebagai pimpinan partai politik, peneliti membagi dalam tiga ranah, yaitu ranah partai politik, ranah pemerintahan dan ranah masyarakat. Bagaimana efektivitas peran kepemimpinan kiai, peneliti mencoba mengambil benang merah. Dalam aras partai partai politik, secara politis keberadaannya sangat efektif bagi kebesaran partai, terutama dalam pendulangan suara (foat getter). Namun dalam persoalan manajemen partai, keberadaan kiai tidak begitu efektif karena kurang matangnya manajemen organisasi. Maka agar kepemimpinan kiai lebih efektif, harus ada second line dan pola koordinasi yang aktif antara pimpinan dengan jajaran di bawahnya. Dalam aras pemerintahan, kiai lebih banyak sebagai pemantau kabijakan. keberadaannya juga cukup efektif dalam pembejalaran politik masyarakat (civil education) -meskipun tidak dalam kapasitas formal- dan usaha preventif terhadap kemungkinan munculnya gejala-gejala yeng berupa ketimpangan sosial. Namun demikian, keberadaan kiai tidak begitu efektif dalam pembuatan kebijakan publik, dan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, peran kepemimpinan kiai sebagai pimpinan partai politik akan berjalan efektif jika dibarengi dengan beberapa syarat, yaitu syarat intelektual, manajerial dan moral.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)NIDN/NIDK
Thesis advisorIdris, Abdul FatahNIDN2005085201
Thesis advisorSyamsudin, NurNIDN2005056801
Uncontrolled Keywords: kepemimpinan;kiai;partai politik
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.272 Islam and politics, fundamentalism
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74231 - Hukum Pidana Islam
Depositing User: Hartono Hartono
Date Deposited: 02 Jul 2020 07:07
Last Modified: 02 Jul 2020 07:07
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/11392

Actions (login required)

View Item View Item