Konsep sabar menurut M. Quraish Shihab dan hubungannya dengan kesehatan mental

Ernawati, Siti (2009) Konsep sabar menurut M. Quraish Shihab dan hubungannya dengan kesehatan mental. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text (NIM_4103063_Skripsi_Lengkap)
4103063_Full Skripsi.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Permasalahan skripsi ini adalah bagaimana pemikiran M. Quraish Shihab tentang sabar? Bagaimana relevansi pemikiran M. Quraish Shihab tentang sabar dengan kesehatan mental? Dalam pengumpulan data melalui riset kepustakaan (library research). Sumber datanya yaitu pemikiran M. Quraish Shihab tentang sabar yang menjadi obyek pembahasan tersebut dalam buku (1) Secercah Cahaya Ilahi; dan (2) Menjemput Maut Bekal Perjalanan Menuju Allah SWT. Data sekundernya yaitu sejumlah literatur yang relevan dengan judul ini. metode analisis data menggunakan metode deduktif dan interpretasi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa menurut M. Quraish Shihab seseorang yang ditimpa malapetaka, bila mengikuti kehendak nafsunya, akan meronta, menggerutu dalam berbagai bentuk dan terhadap berbagai pihak: terhadap Tuhan, manusia, atau lingkungannya. Akan tetapi, bila dia menahan diri, dia akan menerima dengan penuh kerelaan malapetaka yang terjadi itu, mungkin, sambil menghibur hatinya dengan berkata, "Malapetaka tersebut dapat terjadi melebihi yang telah terjadi" atau, "Pasti ada hikmah di balik yang telah terjadi itu," dan lain sebagainya, sehingga semuanya itu diterimanya sambil mengharapkan sesuatu yang lebih baik di kemudian hari. Di sini sabar diartikan sebagai "menerima dengan penuh kerelaan ketetapan-ketetapan Tuhan yang tidak terelakkan lagi". Kesabaran menuntut ketabahan dalam menghadapi sesuatu yang sulit, berat, dan pahit, yang harus diterima dan dihadapi dengan penuh tanggung jawab. Berdasar kesimpulan tersebut, para agamawan merumuskan pengertian sabar sebagai "menahan diri atau membatasi jiwa dari keinginannya demi mencapai sesuatu yang baik atau lebih baik (luhur)". Konsep M. Quraish Shihab yang menyuruh manusia untuk sabar sangat relevan dengan kesehatan mental karena dengan sabar maka dapat membentuk manusia yang bermental sehat. Al-Quran mengajak kaum muslimin agar berhias diri dengan kesabaran. Sebab, kesabaran mempunyai faedah yang besar dalam membina jiwa, memantapkan kepribadian, meningkatkan kekuatan manusia dalam menahan penderitaan, memperbaharui kekuatan manusia dalam menghadapi berbagai problem hidup, beban hidup, musibah, dan bencana, serta menggerakkan kesanggupannya untuk terus-menerus berjihad dalam rangka meninggikan kalimah Allah SWT. Apabila seseorang bersabar dalam memikul kesulitan dan musibah hidup, bersabar dalam gangguan dan permusuhan orang lain, bersabar dalam beribadah, dan taat kepada Allah SWT, maka mentalnya akan sehat. Sabar dalam melawan syahwat, bersabar dalam bekerja dan berkarya, ia tergolong orang yang memiliki kepribadian yang matang, seimbang, paripurna, kreatif, dan aktif. Selain itu, ia juga menjadi orang yang terlindung dari kegelisahan dan aman dari gangguan-gangguan kejiwaan.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)NIDN/NIDK
Thesis advisorSafii, SafiiNIDN2006056502
Thesis advisorFitriyati, FitriyatiNIDN2025076901
Uncontrolled Keywords: Sabar; Quraish Shihab; Mental
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 150 Psychology > 153 Mental processes and intelligence
600 Technology (Applied sciences) > 610 Medical sciences Medicine > 615 Pharmacology and theraputics
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76236 - Tasawuf dan Psikoterapi
Depositing User: Ahlis Ahwan
Date Deposited: 02 Jul 2020 07:07
Last Modified: 02 Jul 2020 07:07
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/11405

Actions (login required)

View Item View Item