Pengaruh seni teater terhadap kecerdasan emosional (EQ) anak: Studi Terhadap Permainan Teater Metafisis di Panti Asuhan Darul Hadlonah Mangkang

Linawati, Lince (2009) Pengaruh seni teater terhadap kecerdasan emosional (EQ) anak: Studi Terhadap Permainan Teater Metafisis di Panti Asuhan Darul Hadlonah Mangkang. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text (NIM_4103068_Skripsi_Lengkap)
4103068_Full Skripsi.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Teater adalah suatu peristiwa pementasan yang memproyeksikan kisah kehidupan di atas panggung. Seni teater merupakan suatu karya seni yang sering disebut dengan collective art atau synthetic art, artinya teater merupakan sintesa dari berbagai disiplin seni yang melibatkan berbagai macam keahlian dan keterampilan. Seni teater menggabungkan unsur-unsur audio, visual, dan kinestetik (gerak) yang meliputi bunyi, suara, musik, gerak serta seni rupa. Seni teater merupakan suatu kesatuan seni yang diciptakan oleh penulis lakon, sutradara, pemain (pemeran), penata artistik, pekerja teknik, dan diproduksi oleh sekelompok orang produksi. Literatur tentang hubungan seni secara umum maupun seni teater terhadap kecerdasan mengaitkan penggunaan proses kreatif selama berteater berupa: bedah naskah, pemeranan (casting), meditasi, keaktoran, musik, proses kerja kelompok. Metode-metode tersebut dilakukan untuk menanamkan daya konsentrasi pada pemain (aktor) karena sikap/attitude, gesture, respons terhadap sikap ucapan dan tekanan maupun refleks-refleks terhadap suatu perubahan, sangat erat dengan emosi dan inteligensi peranan, dan harus terpancar dalam membawakan lakunya. Kecerdasan emosi menurut Daniel Goleman adalah kemampuan memahami perasaan diri sendiri, kemampuan memahami perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri, dan dalam hubungan dengan orang lain. Unsur-unsur yang mencakup tentang kecerdasan emosional adalah kesadaran diri, pengaturan diri, pengendalian diri, adaptabilitas, inovasi, motivasi, empati, dan ketrampilan sosial. Kecerdasan emosional dapat dikembangkan dengan dukungan sosial masyarakat sekitar. Praktek yang dilakukan Teater Metafisis dalam latihan seni teater di Panti Asuhan Darul Hadlonah Mangkang terhadap pengaruh kecerdasan emosional dalam penelitian ini setelah dianalisa dengan program SPSS dengan metode Mann-Withney diperoleh signifikansi data 0, 126 dengan nilai P = 0, 126 > P = 0,05. Dengan demikian secara statistik, hasil penelitian ini tidak terdapat pengaruh yang signifikan mengenai seni teater terhadap kecerdasan emosional (EQ) anak di Panti Asuhan Darul Hadlonah Mangkang. Tidak adanya signifikansi data yang diperoleh tentang pengaruh seni teater terhadap kecerdasan emosional (EQ) disebabkan beberapa faktor. Adapun faktor yang menyebabkan hal tersebut antara lain adalah metode latihan seni teater yang dipakai kurang relevan, subjek penelitian kurang serius dalam mengikuti latihan, terbatasnya volume waktu latihan, dan kecerdasan emosional subjek penelitian kurang baik

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)NIDN/NIDK
Thesis advisorFitriyati, FitriyatiNIDN2025076901
Uncontrolled Keywords: Kesenian; Teater Metafisis; Kecerdasan Emosional; EQ
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 150 Psychology > 152 Perception, movement, emotions, drives
100 Philosophy and psychology > 150 Psychology > 153 Mental processes and intelligence
700 The arts > 790 Recreational and performing arts > 792 Stage presentations
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76236 - Tasawuf dan Psikoterapi
Depositing User: Ahlis Ahwan
Date Deposited: 02 Jul 2020 07:08
Last Modified: 02 Jul 2020 07:08
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/11408

Actions (login required)

View Item View Item