Telaah psikologis tahfidzul qur’an anak usia 6-12 tahun di Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur'an Kudus

NI'mah, Ulfatun (2009) Telaah psikologis tahfidzul qur’an anak usia 6-12 tahun di Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur'an Kudus. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text (NIM_3104081_Skripsi_Lengkap)
3104081_Skripsi_Lengkap.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Ulfatun Ni’mah (NIM: 3104081),Telaah Psikologis Tahfidzul Qur’an Anak Usia 6 – 12 Tahun di Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus, Skripsi, Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang, 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Keadaan psikologis anak usia 6 – 12 tahun di pondok tahfidz Yanbu’ul Qur’an anak-anak Kudus, 2) Pelaksanaan tahfidzul Qur’an anak usia 6 – 12 tahun di pondok tahfidz Yanbu’ul Qur’an anak-anak Kudus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan kulitatif dengan metode deskriptif analitis. Data penelitian yang terkumpul kemudian dianalisis dengan metode deskriptif non statistik yaitu dengan menelaah seluruh data yang diperoleh di lapangan dengan memilih hal yang pokok serta disusun lebih sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadaan psikologis Tahfidzul Qur’an anak usia 6 – 12 tahun di pondok pesantren Yanbu’ul Qur’an dapat dilihat dalam empat hal yaitu: (1) Keadaan kecerdasan santri, kecerdasan santri di PTYQ anak-anak Kudus tidak berbeda dengan perkembangan kecerdasan anak pada umumnya, (2) Keadaan sosial kemasyarakatan santri, pada masa ini anak belajar bergaul dengan teman-teman sebayanya, karena mereka tinggal di pesantren maka proses berinteraksi dan bersosialisasi dengan teman sebaya menjadi semakin baik, (3) Keadaan kepribadian santri, para santri berkembang menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan disiplin, karena tuntutan dari pondok pesantren. Ketatnya jadwal dan beratnya tanggung jawab yang mereka pikul menjadikan mereka pribadi yang kaku, pasif dan kurang kritis, (4) Keadaan keagamaan santri, penghayatan keagamaan santri berlangsung dengan baik, terlebih posisi anak sebagai penghafal al-Qur’an. Sedangkan pelaksanaan tahfidul Qur’an anak usia 6 – 12 tahun di PTYQ anak-anak dilaksanakan dengan baik dan disesuaikan dengan perkembangan psikologi anak. Pelaksanaan dimulai dengan seleksi penerimaan santri baru sampai dengan evaluasi tahap akhir yaitu dengan cara santri tersebut disima’ (diperdengarkan bacaan al-Qur’annya) keseluruhan dari juz 1 sampai juz 30 oleh dewan mufattisy dalam waktu dua hari. Selain itu pelaksanaan dilakukan dengan berbagai pendekatan, metode, dan pemilihan waktu menghafal al-Qur’an. Pendekatan yang dilakukan antara lain pendekatan operasional, pendekatan intuitif, dan pendekatan psikologis. Metode yang digunakan antara lain metode musyafahah, metode resitasi, metode takrir, metode modarosah dan metode tes. Sedangkan waktu kegiatan menghafal al-Qu’an dilakukan setiap selesai shalat asar untuk mengulang hafalan, selesai shalat magrib untuk mengulang hafalan dan selesai shalat shubuh untuk menambah hafalan.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)NIDN/NIDK
Thesis advisorUhbiyati, NurNIDN2008025201
Thesis advisorWahyudi, WahyudiNIDN2014036801
Uncontrolled Keywords: Psikologi; Tahfidzul Qur’an; Anak; Pesantren
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 150 Psychology > 153 Mental processes and intelligence
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1224 Recitation and Reading
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > 86208 - Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Muhammad Muhammad
Date Deposited: 02 Jul 2020 07:09
Last Modified: 02 Jul 2020 07:09
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/11422

Actions (login required)

View Item View Item