Jamaah pengajian selapanan Dusun Ngloyo, Trimulyo, Kec. Sukorejo, Kab. Kendal: suatu tinjauan aqidah

Daryati, Daryati (2009) Jamaah pengajian selapanan Dusun Ngloyo, Trimulyo, Kec. Sukorejo, Kab. Kendal: suatu tinjauan aqidah. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text (NIM_4104025_Skripsi_Lengkap)
4104025_Full Skripsi.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Pengajian selapanan adalah pengajian yang diadakan dalam selang waktu 35 (tiga puluh lima) hari sekali. Dengan mendatangkan seorang Kyai yang bernama Kyai Nuruddin untuk mengisi pengajian selapanan untuk memberi materi aqidah pada masyarakat Dusun Ngloyo, dan mengajarkan bagaimana praktik aqidah yang benar, yang sesuai dengan tuntutan agama. Alasan yang pemilihan judul adalah sebagai berikut: 1) untuk mengetahui apa materi aqidah dalam pengajian selapanan, 2) untuk mengetahui bagaimana pemahaman aqidah masyarakat Dusun Ngloyo, 3) untuk mengetahui amalan aqidah anggota pengajian selapanan setelah mengikuti pengajian selapanan. Adapun pemilihan Dusun Ngloyo sebagai lokasi penelitian karena dusun ini adalah dusun penulis. Jenis penelitian yang gunakan yaitu penelitian lapangan (field research). Sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini, ada 2 yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data pokok yang berkaitan dan diperoleh secara langsung dari obyek penelitian. Data ini adalah data yang dapat memberikan data penelitian secara langsung. Sumbernya adalah masyarakat pengajian dan pengurusnya yang ada di Dusun Ngloyo, Trimulyo, Kec. Sukorejo, Kab. Kendal. Sedangkan data sekunder adalah jenis data yang dapat dijadikan sebagai pendukung data pokok atau sumber yang dapat memberikan informasi data atau yang dapat memperkuat data pokok penelitian. Metode pengumpulan data, meliputi: a) metode observasi, yaitu pengamatan terhadap fenomena yang sedang diselidiki; metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang situasi jama’ah pengajian selapanan di Dusun Ngloyo, Trimulyo, Kec. Sukorejo, Kab. Kendal; b) metode wawancara, yaitu mengajukan sejumlah pertanyaan secara langsung kepada responden; c) metode dokumentasi, yaitu teknik pengumpulan data (informasi) yang berwujud sumber data tertulis atau gambaran, photo yang terkait dengan masalah penelitian; d). metode angket, yaitu metode pengumpulan data dengan menggunakan pertanyaan yang telah disediakan alternatif jawaban secara tertulis. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan meliputi isi materi pengajian selapanan. Mengenai metode pengolahan data, penulis menggunakan metode kualitatif, yaitu untuk memahami fenomena apa yang dialami oleh subyek penelitian dengan cara mendeskripsikan dalam bentuk kata-kata. Materi aqidah dalam pengajian selapanan yang disampaikan oleh Kyai Nuruddin yaitu mengenai rukun iman yang berjumlah enam, yaitu iman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari kiamat, dan qada’ dan qadar. Pemahaman aqidah masyarakat Dusun Ngloyo sudah menunjukkan pemahaman aqidah yang benar, buktinya mereka sudah tidak ada lagi yang pergi ke dukun untuk meminta pertolongan, itu artinya bahwa mereka sudah menyakini bahwa hanya Allahlah yang harus dimintai pertolongan, satu-satunya Zat yang wajib disembah. Terhadap malaikat, mereka juga mengimaninya bahwa jumlah malaikat yang diciptakan oleh Allah itu banyak dengan masing-masing tugasnya, termasuk Jibril yang bertugas menyampaikan wahyu. Iman kepada kitab-kitab Allah, mereka meyakini bahwa selain al-Qur’an ada kitab-kitab lain yang diturunkan Allah kepada Nabi-Nya. Umat Islam harus mengimani isi al-Qur’an, kandungan dan mengamalkan isi al-Qur’an. Iman kepada Rasul yaitu meyakini bahwa Allah telah mengutus para rasul untuk membimbing umat manusia ke jalan yang benar serta meyakini bahwa Nabi Muhammad adalah penutup para Nabi dan tidak ada Nabi sesudahnya. Iman kepada hari kiamat yaitu meyakini bahwa dunia seisinya ini akan berakhir dan pengadilan Allah benar-benar terjadi. Iman kepada qada’ dan qadar yaitu meyakini bahwa segala sesuatu telah ditentukan Allah, akan tetapi tetap ada hal-hal yang dapat diubah melalui usaha manusia. Setelah mengikuti pengajian selapanan, amalan aqidah penduduk Dusun Ngloyo sudah menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Hal ini dapat dilihat pada hal-hal seperti, kecilnya presentase masyarakat yang masih melakukan tradisi pecah telur di perempatan jalan, tidak lagi pergi ke dukun, dan tidak lagi memberi sesajen kepada danyang dusun

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)NIDN/NIDK
Thesis advisorBisri, AchmadNIDN2020105602
Thesis advisorAdzfar, ZainulNIDN2026087301
Uncontrolled Keywords: Tradisi, Pengajian, Selapanan
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.3 Islamic Worship / Ibadah > 297.36 Special days of Islam. Saum Ramadhan
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.3 Islamic Worship / Ibadah > 297.37 Sermons and preaching
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76237 - Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Ahlis Ahwan
Date Deposited: 02 Jul 2020 07:37
Last Modified: 02 Jul 2020 07:37
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/11456

Actions (login required)

View Item View Item