Pemikiran Naquib Al-attas tentang tujuan pendidikan dan relevansinya dengan tujuan pendidikan nasional dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003

Roes, Refi (2009) Pemikiran Naquib Al-attas tentang tujuan pendidikan dan relevansinya dengan tujuan pendidikan nasional dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text (NIM_3103005_Skripsi_Lengkap)
3103005_Skripsi_Lengkap.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pemikiran Syed Naquib al-Attas tentang tujuan pendidikan (2) Konsep tujuan pendidikan nasional menurut Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 (3) Relevansi konsep tujuan pendidikan menurut Muhammad Naquib al Attas dengan konsep tujuan pendidikan menurut Undang-Undang nomor 20 tahun 2003. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode riset perpustakaan (library research) yakni mengkaji literatur-literatur yang berhubungan dengan judul penelitian ini baik berupa buku, artikel, ataupun karya ilmiah lainnya. Dan pendekatan yang dipakai adalah pendekatan filosofis. Data penelitian yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan dua metode analisis pertama analisis isi yang berfungsi menganalisis konsep tujuan pendidikan Naquib al-Attas dan konsep tujuan pendidikan nasional sedangkan metod yang kedua adalah metode komparatif yang berfungsi menemukan relevansi antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan pemikiran Naquib al-Attas tentang tujuan pendidikan mempunyai kesamaan dengan tujuan pendidikan nasional, yakni sama-sama peduli terhadap masalah pengembangan manusia yang tidak hanya aspek kognitifnya saja akan tetapi juga aspek kemandirian dan moral atau budi pekerti. Perbedaannya adalah al-Attas lebih memprioritaskan pembentukan individu manusia yang sempurna dari pada membentuk warga negara yang selalu siap menjadi pekerja bagi pemerintah. Sedangkan tujuan pendidikan nasional mencantumkan keduanya tanpa ada prioritas. Bagi Al-Attas, pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pencapaian tujuan-tujuan sosial-ekonomi, tetapi secara khusus juga berperan dalam mencapai tujuan-tujuan spiritual manusia. Hal ini tidak berarti bahwa tujuan aspek-aspek sosial-ekonomi dan politik tidak penting, tetapi kedudukannya lebih rendah dan lebih difungsikan sebagai pendukung aspek-aspek spiritual. Pendidikan moral patut mendapat porsi yang lebih dalam sistem pendidikan nasional. Bahkan tujuan pengajaran yang operasional dan pragmatis sekalipun dari sistem pendidikan dari suatu negara itupun harus diarahkan untuk membentuk manusia yang baik dan beradab. Berdasarkan keterangan di atas, maka pemikiran tujuan pendidikan al-Attas sungguh memiliki relevansi yang tinggi dengan tujuan pendidikan nasional. Dan patut dijadikan solusi alternatif bagi problem pendidikan nasional yang sampai saat ini belum maksimal dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Akan tetapi pendidikan merupakan agenda besar yang tidak saja menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan pekerjaan yang membutuhkan keterlibatan dan partisipasi aktif dari semua elemen bangsa, tanpa terkecuali. Meski begitu, tidak kemudian masing-masing elemen bangsa dapat mengerjakan sendiri-sendiri secara terpisah dan terpencar, justru pada saat seperti ini perlu adanya kerjasama, baik antar-elemen maupun antara elemen bangsa dengan pemerintah.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)NIDN/NIDK
Thesis advisorWahid, AbdulNIDN2014116902
Thesis advisorMusthofa, MusthofaNIDN2003047103
Uncontrolled Keywords: Naquib Al-attas; Tujuan Pendidikan; Pendidikan Nasional
Subjects: 300 Social sciences > 370 Education > 379 Government regulation, control, support
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > 86231 - Manajemen Pendidikan Islam (Kependidikan Islam)
Depositing User: Affa Ardhi Saputri
Date Deposited: 02 Jul 2020 07:37
Last Modified: 02 Jul 2020 07:37
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/11459

Actions (login required)

View Item View Item