Implementasi Al-Quran untuk etika bertetangga pada pendidikan akhlak : kajian Surat al-Nisa ayat 36 dan Surat al-Ahzab ayat 60 – 61

Alim, Faidlol (2008) Implementasi Al-Quran untuk etika bertetangga pada pendidikan akhlak : kajian Surat al-Nisa ayat 36 dan Surat al-Ahzab ayat 60 – 61. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text (skripsi_3102184_faidlol_alim)
3102184_FAIDLOL_ALIM.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Faidlol Alim (NIM: 3102184). Implementasi Al-Quran Untuk Etika Bertetangga Pada Pendidikan Akhlak (Kajian Surat Al-Nisa Ayat 36 Dan Surat Al-Ahzab Ayat 60 – 61). Skripsi. Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo. 2008. Yang menjadi rumusan masalah yaitu bagaimanakah etika bertetangga pada Al-Quran? Bagaimanakah implementasi konsep etika bertetangga pada pendidikan akhlak? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian teks, yakni teks Al-Quran yang berkaitan secara langsung dengan tema di atas maupun yang tidak secara langsung menyentuh pokok persoalan di atas yaitu tentang etika bertetangga dalam Al-Quran dan implementasinya. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan analisis yakni menggambarkan dan menganalisis etika bertetangga dalam Al-Quran dan implementasinya dengan pendidikan akhlak. Sumber Data Primer, yaitu Al-Quran, sedangkan Data Sekunder, yaitu literatur lainnya yang relevan dengan judul di atas Teknik pengumpulan data berupa teknik dokumentasi atau studi dokumenter. Yang dimaksud dokumentasi dalam tulisan ini yaitu sejumlah teks tertulis yang relevan dengan tema skripsi ini yaitu Al-Quran. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Al-Quran, yang melibatkan seluruh kehidupan moral keagamaan dan sosial muslim, tidak berisi teori-teori etika dalam arti yang baku sekalipun ia membentuk keseluruhan ethos Islam. Meskipun demikian, Al-Quran menggunakan sekelompok terma untuk menunjuk kepada konsep etika atau kebaikan religius: seperti al-khayr, al-birr, al-qisth, al-iqsath, al-'adl, al-haqq, al-ma'ruf dan at-taqwa. Perbuatan-perbuatan yang baik biasa disebut shalihat, sedangkan perbuatan dosa disebut sayyiat. Perbuatan sayyiat secara umum disebut itsm atau wizr yaitu dosa atau kejahatan, yang arti asalnya adalah beban. Di dalam Al-Quran hanya terdapat dua surat tentang tetangga yaitu QS. al-Nisa ayat 36 dan Q.S. al-Ahzab ayat 60-61. Meskipun hanya dua surat namun maknanya sangat dalam bahwa keimanan dan Islam seseorang tidak cukup hanya menunaikan lima rukun Islam saja, namun menjalin hubungan baik dengan tetangga sangat besar pengaruhnya dalam memelihara amal ibadah. Tujuan utama pendidikan Islam adalah membangun peserta didik memiliki akhlak yang mulia, karena itu pendidikan Islam menganggap penting materi pendidikan akhlak dan hal itu terlihat dari komponen mata pelajaran yang diberikan dalam pendidikan Islam. Seiring dengan itu, pendidikan akhlak tidak hanya berisi akhlak manusia terhadap Tuhan, tapi juga hubungan manusia dengan manusia, khususnya tentang etika bertetangga. Etika bertetangga merupakan bagian materi pendidikan akhlak atau dalam kalimat yang lebih konkrit bahwa implementasi etika bertetangga terdapat dan diajarkan dalam pendidikan Islam.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)NIDN/NIDK
Thesis advisorMusthofa, MusthofaNIDN2003047103
Thesis advisorNasirudin, NasirudinNIDN2012106901
Uncontrolled Keywords: Etika bertetangga; Pendidikan akhlak
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.77 Islamic religious education
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > 86231 - Manajemen Pendidikan Islam (Kependidikan Islam)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 02 Jul 2020 01:48
Last Modified: 02 Jul 2020 01:48
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/11471

Actions (login required)

View Item View Item