Peranan Akreditasi dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan (Studi di MII Tumbrep 02)

Sunaryo, Sunaryo (2012) Peranan Akreditasi dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan (Studi di MII Tumbrep 02). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
093911189_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (225kB) | Preview
[img]
Preview
Text
093911189_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (54kB) | Preview
[img]
Preview
Text
093911189_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (60kB) | Preview
[img]
Preview
Text
093911189_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (68kB) | Preview
[img]
Preview
Text
093911189_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (28kB) | Preview
[img]
Preview
Text
093911189_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (7kB) | Preview
[img]
Preview
Text
093911189_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (7kB) | Preview

Abstract

Zakat perdagangan merupakan zakat yang wajib dikeluarkan oleh para pedagang yang hartanya telah mencapai nisab dan sudah berlalu satu tahun. Dan zakat yang wajib dikeluarkan adalah 2,5% dari harta perdagangan tersebut. Dalam hal perdagangan, Imam Malik membagi pedagang menjadi dua, yakni mudir dan muhtakir. Mudir adalah orang yang menjual barang dagangannya tanpa menunggu waktu tertentu, sedangkan muhtakir adalah orang yang menjual barang dagangannya ketika harganya naik atau mahal. Menurut Imam Malik, seorang mudir setiap bulan ia harus menghitung barang dagangannya dan mencatatkannya, dan jika dalam setahun telah mencapai nisab, maka wajib baginya untuk mengeluarkan zakat. Sedangkan bagi muhtakir, ia mengeluarkan zakatnya ketika barang dagangan tersebut telah terjual. Meskipun barang dagangan yang dimiliki berada ditangannya sudah beberapa tahun, ia hanya wajib mengeluarkan zakatnya satu kali saja. Dan hal ini bertentangan dengan pendapat para jumhur ulama seperti Imam Syafi’i, Imam Hanafi, Imam Ahmad, Tsauri dan Auza’i, mereka berpendapat bahwa baik mudir maupun muhtakir wajib mengeluarkan zakatnya jika memang barang dagangan tersebut telah mencapai nisab dan telah berlalu satu tahun. Pokok permasalah yang menjadi fokus kajian dalam karya tulis ini adalah bagaimana pendapat Imam Malik tentang waktu pengeluaran zakat perdagangan bagi muhtakir? Dan bagaimana metode istinbath Imam Malik dalam menentukan waktu pengeluaran zakat perdagangan bagi muhtakir? Skripsi ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan ( library research). Dengan pendekatan kualitatif, dan sumber datanya terdiri dari data primer yaitu terdapat dalam buku Al-Muwatta’ dan Al-Mudawwanah Al-Kubra, sedang data sekundernya yakni di ambil dari buku-buku yang relevan dengan permasalah dalam skripsi ini. dan setelah data terkumpul, kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif normatif. Hasil penelitian ini adalah, pendapat Imam Malik tentang waktu pengeluaran zakat perdagangan bagi muhtakir yakni ketika barang dagangan tersebut sudah terjual. Hal ini disebabkan karena jika barang dagangan tersebut belum terjual dan harus dikeluarkan zakatnya setiap tahun, maka menurut Imam Malik akan memberatkan para pedagang dan terlebih lagi ketika dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil, hal ini akan menjadi beban bagi mereka. Dan adapun istinbath hukum Imam Malik dalam menentukan waktu pengeluaran zakat perdagangan bagi muhtakir didasarkan pada qiyas mursal yakni suatu qiyas yang tidak disandarkan kepada suatu kemaslahatan yang sesuai dengan syara’ sebagai hasil pemikiran. Dan Imam Malik memegang qiyas ini meskipun tidak disandarkan pada sumber-sumber hukum yang ditegaskan dalam syara’

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Akreditasi Guru; Mutu Pendidikan
Subjects: 300 Social sciences > 370 Education > 371 School management; special education
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 23 Dec 2013 07:58
Last Modified: 23 Dec 2013 07:58
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/1152

Actions (login required)

View Item View Item