Hukum Islam dan perubahan sosial: studi pergeseran pemikiran jami’iyah rifa’iyah tentang keabsahan nikah yang diakadkan oleh penghulu/PPN

Nasrudin, Muhamad (2009) Hukum Islam dan perubahan sosial: studi pergeseran pemikiran jami’iyah rifa’iyah tentang keabsahan nikah yang diakadkan oleh penghulu/PPN. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text (NIM_042111065_Skripsi_Lengkap)
2104065_Skripsi full.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Hukum Islam bukanlah sebuah korpus mati! Ia bisa bergerak seiring derap jaman. Beragam teori Ushul Fiqh membincang hal ini dalam ratusan halamannya. Tetapi, tidak banyak yang berani melakukan perubahan di kalangan umat Islam, apalagi di kalangan masyarakat yang cukup lama terpaku dalam kenikmatan candu taqlid dan ittiba' . Rifa'iyah merupakan sebuah tradisi yang hadir semenjak abad ke-19 di Nusantara dan masih eksis hingga detik ini. Institusi ini menarik untuk diteliti, utamanya berkait kesintasannya dalam menyikapi realitas. Karena, ada indikasi taqlid yang cukup kental, khususnya terhadap Kitab Tarjumah yang menjadi "juklak-juknis"-nya. Menariknya, di sana, ada kecenderungan untuk melakukan apa yang disebut Adonis sebagai ibda' (inovasi) atas tradisi keagamaannya. Namun demikian, di sana juga ada sebagian kalangan yang merasa nyaman tatkala bertahan dengan "mazhab" yang diajarkan Pahlawan Nasional, KH. Ahmad Rifa'i dalam kitab Tarjumah-nya. Inilah kalangan pemegang ats-tsâbit. Lalu, bagaimana kalangan modernis (pengusung al-mutahâwil) mencoba memahami kembali ajaran KH. Ahmad Rifa'i. Mereka mencoba melakukan perubahan, tanpa meninggalkan pemikiran KH. Ahmad Rifa'i. Dalam skripsi ini, penulis mengambil sampel pemikiran KH. Ahmad Rifa'i tentang keabsahan pernikahan yang diakadkan penghulu. Kasus ini menyimpan beberapa tradisi yang (dulu) diajarkan KH. Ahmad Rifa'i: shihhah, 'alim, 'adil, dan fasik. Penulis melihat bagaimana perkembangan mereka dengan pendekatan ushuliyah, sosio-historis, dan Archeology of Knowledge dalam bingkai pertarungan diskursus, bahasa, dan pengetahuan sebagaimana pernah diperkenalkan oleh Foucault dan dipraktikkan Adonis. Berbekal alat baca ini, penulis membongkar relasi-relasi kuasa yang bermain di balik terbentuknya teks Fatwa Rifa'i. Lalu, penulis membongkar kontekstualisasi yang dilakukan muridnya yang kini tergabung dalam Jam'iyah Rifa'iyah. Hasilnya, sebuah pemetaan dengan ketegangan-ketegangan khas dan unik, serta kerutan kebimbangan dalam kecerdasan pilihan. Selamat menikmati.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)NIDN/NIDK
Thesis advisorHapsin, AbuNIDN2006065901
Thesis advisorJunaidi, Akhmad AriefNIDN2008127002
Uncontrolled Keywords: Rifa'i(yah);shihhah;Adonis;(Ushul) Fiqh [Progresif]; relasi kuasa;Archeology of Knowledge
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.272 Islam and politics, fundamentalism
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.56 Specific moral issues
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74231 - Hukum Pidana Islam
Depositing User: Hartono Hartono
Date Deposited: 01 Oct 2020 02:21
Last Modified: 01 Oct 2020 02:21
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/11538

Actions (login required)

View Item View Item