Menyuruhlakukan tindak pidana narkotika terhadap anak di bawah umur (analisis hukum pidana islam terhadap pasal 87 UU No. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika)

Mujiono, Mujiono (2007) Menyuruhlakukan tindak pidana narkotika terhadap anak di bawah umur (analisis hukum pidana islam terhadap pasal 87 UU No. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
2100241_Mujiono.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Sejumlah kasus narkoba (narkotika, psikotropika dan obat-obatan adiktif/terlarang dan berbahaya lainnya) belakangan ini tampak semakin menjadi-jadi dan meresahkan masyarakat. Tindak Pidana Narkotika belakangan ditengarai tidak hanya dilakukan oleh orang-orang dewasa saja namun lebih jauh dari itu setiap operandinya adakalanya juga melibatkan, dan atau menyuruhlakukan anak-anak di bawah umur (usia 12-21 tahun) sebagai media distribusi dan atau pemakai langsung. Tindak Pidana Narkotika dengan menganjurkan anak di bawah umur dalam setiap operandinya, sudah barang tentu melanggar ketentuan yang ada dalam Undang-Undang N0. 22 tahun 1997 pasal 87. Bertitik tolak dari pernyataan tersebut, penulisan skripsi ini dimaksud dalam rangka mencari sebuah jawaban atas permasalahan yang muncul dari pernyataan tersebut seperti : Bagaimana sanksi hukum terhadap pelaku menyuruhlakukan tindak pidana narkotika pada anak di bawah umur dilihat dari perspektik Hukum Pidana Islam ? Jenis Penelitian, skripsi ini termasuk dalam kategori jenis penelitian kepustakaan yakni suatu kajian kegiatan penelitian yang datanya berasal dari perpustakaan. Sumber data, dalam skripsi ini terdapat dua jenis sumber data yakni sumber data primer dan sumber data skunder. Sumber data primer/utamanya adalah UU No.22 Tahun 1997 Pasal 87 dan sumber data pendukungnya (sumber data skunder) adalah buku-buku, majalah, koran dan lain-lain. Dan teknik pengumpulan datanya adalah dokumentasi, sebuah teknik pengumpulan data verbal yang berbentuk buku-buku, majalah, koran, dokumen, literatur dan lainnya. Sebagai bahan analisisnya penulis menggunakan metode deskriptis analitis. Metode ini berguna dalam rangka mencari, menemukan dan memberikan deskripsi dan analisis yang komprehensih, utuh dan menyeluruh. Dalam perspektif Hukum Pidana Islam, apabila khamr diqiyaskan sama dengan narkotika, maka terhadap pelaku tindak pidana narkotika penganjuran anak di bawah umur dapat dibebani hukuman dera sebanyak 80 kali sesuai dengan pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Malik atau 40 kali sesuai dengan pendapat Imam Syafi’i dan Imam Ahmad. Namun demikian, masih menurut Imam Syafi’i dan Imam Ahmad apabila Imam memandang perlu dapat dibebankan 80 kali dera dengan perincian 40 kali sebagai hukuman had (hukuman yang merupakan hak Alloh) dan 40 kali selebihnya sebagai hukuman ta,zir. Namun demikian karena jarimah menyuruhlakukan tindak pidana narkotika terhadap anak dibawah umur termasuk dalam jarimah turut berbuat tidak langsung, maka pelaku tidak dapat dibebankan had, akan tetapi yang bersangkutan dapat dibebankan ta’zir. Dengan demikian hakim mempunyai kebebasan untuk menjatuhkan hukuman yang seberat-beratnya kepada pelaku.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)NIDN/NIDK
Thesis advisorMaksun, MaksunNIDN2015056802
Thesis advisorSetyani, Nur HidayatiNIDN2020036701
Uncontrolled Keywords: Hukum Islam; Fikih; Hukum Pidana Islam; kenakalan Remaja; Narkotika
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.14 Religious Ceremonial Laws and Decisions
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74231 - Hukum Pidana Islam
Depositing User: Umar Falahul Alam
Date Deposited: 10 Aug 2020 07:22
Last Modified: 10 Aug 2020 07:22
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/11602

Actions (login required)

View Item View Item