Analisis terhadap pemikiran M. Quraish Shihab tentang konsep syura’ dalam Tafsir al-Misbah kaitannya dengan demokrasi

Machmudi, Aly (2008) Analisis terhadap pemikiran M. Quraish Shihab tentang konsep syura’ dalam Tafsir al-Misbah kaitannya dengan demokrasi. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text (Skripsi_72211031_Aly_Machmudi)
72211031_ALY_MACHMUDI.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Mensikapi wacana demokrasi di dunia muslim, terdapat reaksi beragam dari kalangan pemikir muslim. Sebagian menolaknya karena dipandang sebagai ideologi Barat yang bertentangan dengan Islam. Sebagian mengapresiasi dan menerimanya. M. Quraish Shihab termasuk salah satu pemikir muslim yang menerima konsep demokrasi. Menurutnya Islam bukan hanya mendukung demokrasi, tetapi mensyaratkan adanya demokrasi. Untuk melihat lebih lanjut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian terhadap pemikiran Quraish Shihab tersebut. Penelitian ini bertujuan; 1) untuk mendeskripsikan pandangan M. Quraish Shihab tentang konsep syura’ kaitannya dengan demokrasi; 2) untuk mengetahui relevansi pemikiran M. Quraish Shihab tentang demokrasi dengan fiqh siyasah; 3) untuk mengetahui sejauh mana relevansi pemikiran M. Quraish Shihab tentang demokrasi dalam konteks politik sekarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut; jenis penelitiannya library research. Penyajian datanya dilakukan secara kualitatif. Sedangkan analisis datanya menggunakan content analsysis, deskrptif, dan komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan; menurut pemikiran Quraish Shihab, Islam tidak bertentangan dengan demokrasi. Islam sangat menekankan demokrasi. Quraish Shihab tidak setuju jika dikatakan demokrasi berasal dari Barat. Demokrasi justru datang dari Islam dengan konsep syura’, yakni memilih yang terbaik. Konsep syura’ itulah demokrasi Al-Qur’an mengapresiasi dengan pujian terhadap orang-orang melakukan syura’. Demokrasi dalam Islam bukan hanya pada level pemerintahan atau level negara, tetapi juga dalam level terendah yaitu dalam keluarga. Pemikiran Quraish Shihab tersebut jika dilihat dalam peta kecenderungan pemikiran politik Islam kontenporer yang dipetakan pada kecenderungan integralisitik, simbiotik-mutualistik, dan sekularistik, dapat dikelompokkan pada kecenderungan simbiotik-mutualistik. Kecenderungan ini memandang bahwa dalam persoalan politik, Islam hanya mengatur prinsip-prinsipnya saja. Tujuannya agar petunjuk al-Qur’an maupun sunnah dapat menampung perubahan dan perkembangan politik yang dinamis. Pemikiran Quraish Shihab merupakan bagian dari perekembangan pemikiran politik Islam (fiqh siyasah) yang dinamis. Sebab fiqh siyasah merupakan sesuatu yang baru dalam tradisi keilmuan Islam yang terus berjalan seiring dengan wacana yang terus berkembang. Konsep syura’ yang disepadankan dengan demokrasi oleh Quraish Shihab, relevan dengah arah perkembangan politik Islam kontenporer khususnya di Indonesia. Pemikiran ini akan membawa realisme dunia politik bersamaan dengan pesan-pesan Islam di tengah-tengah pergumulan wacana demokrasi yang seakan-akan jauh dari pesan Islam. Quraish Shihab juga memandang bahwa yang harus diperhatikan dalam mengambil suatu keputusan melalui musyawarah (demokrasi) adalah isi dari keputusan itu, bukan prosesnya, sehingga akan menghasilkan demokrasi yang berkualitas. Hal ini yang sering terjadi seperti di Indonesia, misalnya dalam suksesi kepemimpinan. Seringkali calon pemimpin yang tidak kapabel justru terpilih, mengalahkan calon pemimpin yang berkualitas. Ini contoh demokrasi yang gagal.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)NIDN/NIDK
Thesis advisorMaksun, MaksunNIDN2015056802
Uncontrolled Keywords: M. Quraish Shihab; Syura; Musyawarah; Tafsir Al-Qur'an; Demokrasi
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.272 Islam and politics, fundamentalism
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74231 - Hukum Pidana Islam
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 02 Dec 2020 02:44
Last Modified: 02 Dec 2020 02:44
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/11796

Actions (login required)

View Item View Item