Tinjauan hukum Islam terhadap perjanjian penggarapan sawah di Desa Lebak Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang

Erwanto, Erwin (2008) Tinjauan hukum Islam terhadap perjanjian penggarapan sawah di Desa Lebak Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of NIM_2101056_Skripsi_Lengkap]
Preview
Text (NIM_2101056_Skripsi_Lengkap)
2101056_Skripsi Lengkap.PDF - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Erwin Erwanto (2101056), Tinjauan Hukum Islam Terhadap Perjanjian Penggarapan Sawah Di Desa Lebak Kecamatan Bringin Kabupaten semarang, Skripsi, Semarang: Program Strata 1 fakultas Syari’ah Jurusan Muamalah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo semarang, 2008.
Desa Lebak adalah salah satu desa yang ada dikecamatan Bringin kabupaten Semarang yang melakukan kerjasama bagi pertanian yang berbeda dengan yang lainnya. Apabila di suatu daerah orang yang melakukan kerjasama ini umumnya pihak yang memberikan benih berasal dari salah satu pihak saja, yaitu dari pihak pemilik lahan saja di sebut dengan muzara’ah, dan dari pihak penggarap saja disebut mukhbarah, dengan ketentuan akan mendapat separoh dari kerjasamanya tersebut sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Akan tetapi yang terjadi di desa Lebak adalah adanya penyertaan benih bersama dari masing-masing pihak, dan bagi hasil yang dilakukan adalah adanya istilah “disisihkan” terlebih dahulu sebelum di bagi.
Permasalahan yang menjadi kajian dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana penerapan perjanjian penggarapan sawah yang dilakukan di desa Lebak. (2) Apakah perjanjian penggarapan sawah di desa Lebak sudah sesuai dengan hukum Islam ataukah belum. (3) Bagaimana pendapat ulama setempat terhadap pelaksanaan perjanjian penggarapan sawah di desa Lebak.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan pendekatan kualitatif, sedang teknik penarikan sampel dengan menggunakan teknik penarikan sampel Bola Salju (Snowball Sampling) yaitu apabila peneliti tidak mengetahui tentang keterangan atau kondisi dari pada populasi yang akan di teliti. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode wawancara (Interview) yaitu peneliti melakukan wawancara dengan pihak-pihak yang terkait dalam penelitian ini.
Di antara faktor-faktor yang melatarbelakangi kegiatan tersebut adalah kebiasaan yang sudah ada sejak zaman dahulu yang berasal dari nenek moyang. Jika dikaitkan dengan fiqih ekonomi Islam kegiatan semacam ini merupakan terobosan baru dalam dunia bagi hasil khususnya dalam ruang lingkup pertanian.
Apa yang dilakukan petani desa Lebak dalam kegiatan tersebut sesungguhnya tidaklah dilarang agama sebagaimana yang dijelaskan oleh ulama setempat, karena kegiatan tersebut merupakan kegiatan muamalah yang banyak dilakukan oleh masyarakat petani manapun. Walaupun dalam fiqih ekonomi Islam belum dijelaskan secara spesifik mengenai hukum bagi hasil yang ada istilah “disisihkan”, namun karena itu merupakan adat kebiasaan maka kegiatan semacam itu boleh hukumnya.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Hukum islam; Penggarapan Sawah; Lebak; Kabupaten Semarang
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.14 Religious Ceremonial Laws and Decisions
300 Social sciences > 340 Law > 349 Law of specific jurisdictions and areas
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74234 - Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Depositing User: Agus Wayan Yulianto
Date Deposited: 04 Dec 2020 06:32
Last Modified: 16 Jul 2021 13:58
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/11829

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics