Analisis pendapat Imam Syafi'i tentang status penyusuan yang diberikan kepada anak sesudah disapih dan belum berumur dua tahun

Khafid, Nur (2007) Analisis pendapat Imam Syafi'i tentang status penyusuan yang diberikan kepada anak sesudah disapih dan belum berumur dua tahun. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text (NIM_2102081_SKRIPSI_LENGKAP)
2102081_Skripsi Lengkap.PDF - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Bila si anak telah berhenti menyusu sebelum waktu dua tahun dan tidak lagi memerlukan air susu ibu, kemudian si anak disusukan oleh seorang ibu apakah yang demikian menyebabkan hubungan susuan atau tidak. Dalam masalah ini Imam Malik berpendapat bahwa yang demikian tidak lagi menyebabkan hubungan susuan. Ulama ini mendasarkan pendapatnya kepada sepotong hadits Nabi yang berbunyi: "Tidak ada susuan kecuali bila susuan itu memenuhi kebutuhan laparnya". Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi'i menyatakan bahwa susuan dalam bentuk itu tetap menyebabkan hubungan susuan yang mengharamkan, karena si anak masih berada di bawah umur dua tahun. Sebabnya memilih tokoh Imam Syafi'i karena sembilan puluh persen umat Islam di Indonesia menganut mazhab Syafi'i, dan sebabnya tidak komparatif adalah agar penelitian ini lebih terfokus pada satu tokoh serta untuk lebih memudahkan analisis. Yang menjadi permasalahan dalam skripsi ini ialah bagaimana pendapat Imam Syafi'i tentang status penyusuan yang diberikan kepada anak sesudah disapih? bagaimana metode istinbat hukum Imam Syafi'i tentang status penyusuan yang diberikan kepada anak sesudah disapih? Dalam menyusun skripsi ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang dalam hal ini tidak menggunakan perhitungan angka-angka statistik. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik library research. Pemilihan kepustakaan diseleksi sedemikian rupa dengan mempertimbangkan aspek mutu dan kualitas dari kemampuan pengarangnya. Adapun penyusunan skripsi ini menggunakan metode deskriptif analitis yakni cara penulisan dengan mengutamakan pengamatan terhadap gejala, peristiwa dan kondisi aktual di masa sekarang. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa menurut Imam Syafi'i apabila seorang anak berhenti menyusu sebelum berusia dua tahun, kemudian suatu saat ada wanita yang menyusuinya, maka menurutnya susuan tambahan terhadap anak yang demikian itu menyebabkan keharaman nikah. Dengan demikian dalam perspektif Imam Syafi'i susuan dalam bentuk itu tetap menyebabkan hubungan susuan yang mengharamkan, karena si anak masih berada di bawah umur dua tahun. Hal ini sebagaimana ia nyatakan dalam Kitabnya al-Umm; "Apabila seorang anak disusukan dalam dua tahun umurnya itu "lima kali penyusuan", maka sempurnalah penyusuannya yang mengharamkan. Sama saja anak yang disusukan itu kurang dari dua tahun, kemudian putus penyusuannya. Kemudian disusukan lagi sebelum berumur dua tahun. Atau ada penyusuannya itu berturut-turut, sehingga disusukan oleh wanita lain dalam dua tahun itu lima kali susuan". Istinbat hukum yang digunakan Imam Syafi'i dalam hubungannya dengan status penyusuan yang diberikan kepada anak sesudah disapih adalah pertama, al-Qur'an surat al-Baqarah ayat 233, dan hadits dari Muhammad bin Kasir dari Sufyan dari As'ab bin Abi al-Sa'sa'i dari bapaknya dari Masruqi dari Aisyah r.a., riwayat Bukhari.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)NIDN/NIDK
Thesis advisorAli, Ahmad NoerNIDN9920100018
Thesis advisorHuda, NurNIDN2030086901
Uncontrolled Keywords: Imam Syafi'i; Asi; Sapih;
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.125 Hadits > 297.1254 Compilation of Hadiths (Hadith books) > 297.12541 Al-Bukhari
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
600 Technology (Applied sciences) > 610 Medical sciences Medicine > 611 Human anatomy, cytology, histology
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74230 - Hukum Keluarga Islam (Ahwal al-Syakhsiyyah)
Depositing User: Agus Wayan Yulianto
Date Deposited: 04 Dec 2020 06:33
Last Modified: 04 Dec 2020 06:33
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/11852

Actions (login required)

View Item View Item