Pemahaman Kriteria Wujud al-Hilal di PD Persis Cianjur dalam Tinjauan Syar’i dan Astronomi

Syawaludin, Dindin (2012) Pemahaman Kriteria Wujud al-Hilal di PD Persis Cianjur dalam Tinjauan Syar’i dan Astronomi. Masters thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
Dindin_Tesis_Sinopsis.pdf - Submitted Version

Download (504kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Dindin_Tesis_Bab1.pdf - Submitted Version

Download (309kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Dindin_Tesis_Bab5.pdf - Submitted Version

Download (108kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Dindin_Tesis_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (203kB) | Preview

Abstract

Sebagai sebuah ormas Islam, Persis mempunyai almanak atau kalender tersendiri, yang berisi penanggalan Kamariah, penanggalan masehi dan waktu salat, dan dalam penentuan awal bulan kamariah Persis menggunakan metode Hisab. Menurut informasi dari catatan Dewan Hisab Rukyat Persis, sejak tahun 1960 sampai sekarang Persis pernah 4(empat) kali berganti kriteria dalam penentuan awal bulan Kamariah, antara lain kriteria Ijtima Qabla al-Gurub, kriteria Wujud al-Hilal, krteria MABIBS, dan terakhir kriteria Astronomi (LAPAN), tetapi sampai sekarang masih ada sebagian kelompok di Persis yang masih menggunakan kriteria Wujudu Hilal, yang berkedudukan di PD Persis Cianjur, walaupun secara institusi Persis sekarang menggunakan kriteria Astronomi. Pokok permasalahan penelitian ini mengkaji kriteria Wujud al-Hilal yang masih digunakan di PD Persis Cianjur dalam persfektif syar‟i dan astronomi, sehingga mereka masih bertahan menggunakan kriteria ini, padahal secara institusi, Persis sekarang menggunakan kriteria MABIMS. Penentuan awal bulan kamariah (Ramadan, Syawal dan zulhijah) pada dasarnya adalah menentukan pelaksanaan waktu ibadah (Puasa Ramadhan, Idul Fitri, Dan Idul Adha), maka harus ada argumen teologis (dalil) yang melandasinya, baik itu berupa teks Al-Qur‟an, Al-Hadits, dan pendapat-pendapat para ulama fiqh, dan penentuan awal bulan kamariah pada dasarnya adalah mentukan posisi matahari, bulan dan bumi, maka sebagai referensi yang menjelaskan hal tersebut adalah astronomi. Bermuara dari sinilah penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut terkait dengan kriteria Wujud al-Hilal yang masih digunakan di PD Persis Cianjur dalam penentuan awal bulan Kamariah. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif (deskriptif analisis) dengan pendekatan syar‟i dan astronomi, metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan studi dokumen, di mana data-data tersebut selanjutnya dianalisa dengan cara direduksi, disajikan , diverifikasi, dan pada akhirnya ditarik kesimpulan. Dari hasil temuan selama penelitian, dari sisi syr‟i bisa disimpulkan bahwa kurang tepatnya memaknai kata Ra‟a dari hadis-hadis tentang rukyat mengakibatkan banyak pemasalahan, antara lain pengertian hilal, hisab, rukyat, sedangkan dari sisi astronomi, kurang tepatnya menempatkan argumen-argumen astrnomi tentang ufuk, terbenam matahari dan makna hilal itu sendiri menurut astronomi. Dari penelitian ini penulis berharap dapat menambah khasanah keilmuan yang bermanfaat, dan mudah-mudahan bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh kelompok yang masih menggunakan kriteria Wujud al-Hial yang berada di PD Persis Cianjur untuk dijadikan sebagai pijakan dalam penetuan awal bulan kamariah.

[error in script]
Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Wujud al-Hilal; New Moon; Ilmu Falak; Islamic Astronomy; Awal Bulan Kamariah
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 520 Astronomy and allied sciences > 528 Ephemerides
Divisions: Program Pascasarjana > Program Master (S2)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 01 Nov 2013 08:39
Last Modified: 01 Nov 2013 08:39
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/127

Actions (login required)

View Item View Item