Analisis terhadap Pendapat Ibnu Qudamah tentang Wali Nikah Anak Temuan

Sholikhah, Inayatus (2011) Analisis terhadap Pendapat Ibnu Qudamah tentang Wali Nikah Anak Temuan. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
062111002_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (682kB) | Preview
[img]
Preview
Text
062111002_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (106kB) | Preview
[img]
Preview
Text
062111002_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (133kB) | Preview
[img]
Preview
Text
062111002_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (130kB) | Preview
[img]
Preview
Text
062111002_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (109kB) | Preview
[img]
Preview
Text
062111002_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (19kB) | Preview
[img]
Preview
Text
062111002_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (20kB) | Preview

Abstract

Hampir setiap hari media cetak maupun elektronika menayangkan berita tentang bayi-bayi yang dibuang oleh orang tuanya yang tidak bertanggung jawab. Di dalam syari’at Islam telah diperintahkan kepada umatnya agar berbuat saling tolong menolong di dalam kebaikan dan ketakwaan, diantaranya dengan memungut/ merawat/ menjaga anak temuan, karena dengan merawat / memelihara kehidupan manusia maka seolah-olah telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Permasalahan anak temuan ini telah dibahas dibeberapa kitab fiqih yang dikenal dengan istilah al-laqīth, yang didefinisikan sebagai seorang anak yang hidup, yang belum baligh, yang dibuang orang tuanya karena mereka takut akan kemiskinan (tidak sanggup mendidiknya dan menafkahinya), atau untuk menutupi suatu perbuatan zina. Anak adalah seorang manusia yang wajib dijaga jiwanya, demi menjaga kelangsungan hidup, maka bagi seseorang yang menemukan al-laqīth langkah mengambil al-laqīth tersebut lebih utama atau wajib hukumnya untuk menyelamatkannya jika tidak ada lagi orang selain dia, karena mengambil/ menghidupkan anak tersebut berarti menggugurkan dosa seluruh manusia. Kemudian permasalahannya disini adalah bagaimana jika anak temuan tersebut seorang perempuan yang nantinya akan membututuhkan peran seorang wali, maka siapakah yang menjadi wali nikahnya? disini terdapat perbedaan antara pendapat jumhur ulama dengan Ibnu Qudamah. Dalam penelitian skripsi ini penulis menggunakan metode peneltian kualitatif yaitu metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang diamati. Dan jenis penelitian ini adalah library research, yaitu usaha untuk memperoleh data dengan menggunakan sumber kepustakaan, artinya meneliti buku-buku yang ada relevansinya dengan permasalahan yang sedang dibahas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Ibnu Qudamah apabila ada orang yang menemukan kemudian ia merawat maka dia mempunyai hak untuk menjadi wali nikah walaupun secara batin dia belum diketahui hakikat sifat adilnya/ dipercaya, dikarenakan adanya beberapa indikasi tertentu seperti adanya sifat adil secara dhohir dalam diri multaqith, dan pertimbangan kemaslahatan antara keduanya. Sumber hukum yang digunakan adalah berdasarkan al qur’an, as-sunnah, qoul sahabat, dan istinbath hukum yang digunakan Ibnu Qudamah adalah dengan menggunakan metode qiyas yaitu multaqith disamakan dengan penguasa, hal ini dikarenakan kedua-duanya mempunyai sifat adil

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Wali Nikah; Anak Pungut
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 17 Jan 2014 05:55
Last Modified: 17 Jan 2014 05:55
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/1334

Actions (login required)

View Item View Item