Pandangan Hukum Islam terhadap Penarikan Kembali Harta Seserahan Pasca Perceraian (Studi Kasus di Desa Sindangjaya Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes)

Jazuli, Sulaeman (2012) Pandangan Hukum Islam terhadap Penarikan Kembali Harta Seserahan Pasca Perceraian (Studi Kasus di Desa Sindangjaya Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
082111037_Coverdll.pdf - Cover Image

Download (540kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111037_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (175kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111037_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (222kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111037_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (93kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111037_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (98kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111037_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (21kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111037_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (15kB) | Preview

Abstract

Dalam masyarakat pedesaan yang sangat erat dengan nilai-nilai tradisi, perkawinan tidak hanya dilakukan dengan tata cara atau peraturan sesuai dengan ketetapan agama. Salah satu yang terpenting dalam penyelenggaraan sebuah perkawinan adalah adanya mahar. Desa Sindangjaya yang menjadi lokasi penelitian skripsi ini, selain pemberian mahar juga ada seserahan yakni pemberian dari calon suami kepada calon isteri berbentuk barang-barang perlengkapan rumah tangga mulai lemari, dipan/ tempat tidur, kursi dengan meja, lemari hias, dan sebagainya. Barang-barang ini dibawa ke rumah pihak mempelai perempuan pada saat penyelenggaraan pernikahan. Seserahan ini dipastikan selalu ada di hampir semua perkawinan yang berlangsung di Desa Sindangjaya. Seserahan ini tidak disebutkan dalam prosesi Ijab Qabul seperti halnya mahar tetapi keberadaannya diketahui semua orang sebagai sebuah tradisi yang dianggap ‘wajib’ bagi yang mampu. Harta seserahan ini akan di tarik kembali walaupun sudah campur (dukhul) dan di bagi dua ketika pernikahan mereka (suami isteri) berakhir dengan perceraian dan belum dikaruniani keturunan. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah bagaimana proses dan tradisi penarikan kembali harta seserahan pasca perceraian yang ada di Desa Sindangjaya? Dan bagaimana pandangan hukum Islam terhadap penarikan kembali harta seserahan pasca perceraian yang terjadi di Desa Sindangjaya? Metode penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan mencari data-data yang diperlukan dari obyek penelitian yang sebenarnya. Setelah mendapatkan data yang diperlukan, maka data tersebut dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi penarikan kembali harta seserahan pasca perceraian di Desa Sindangjaya adalah adat yang sudah dilaksanakan dari jaman dahulu. Adat ini dikenal oleh masyarakat Sindangjaya dan sebagian besar melaksanakan adat ini. Proses penarikan kembali harta seserahan ini dengan cara kekeluargaan dan musyawarah, dari pihak keluarga suami mendatangi pihak keluarga isteri dan membagi harta seserahan. Tradisi yang ada di Desa Sindangjaya ini menurut Islam adalah urf yakni segala sesuatu baik berupa perkataan atau perbuatan yang dilaksanakan masyarakat secara berulang-ulang dan dikenal oleh semua masyarakat. Urf atau tardisi yag ada di Desa Sindangjaya termasuk urf amali dan khas karena urf tersebut berupa perbuatan masyarakat dan hanya ada di Desa Sindangjaya. Tradisi ini juga termasuk pemberian bersyarat karena harta seserahan menjadi milik isteri sepenuhnya apabila pernikahannya rukun, abadi dan mendapatkan keturunan. Melihat praktek yang demikian maka dapat disimpulkan bahwa tradisi yang ada di Desa Sindangjaya boleh dilaksanakan karena tidak bertentangan dengan dalil syara dan tidak menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Tradisi; Perkawinan
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
300 Social sciences > 340 Law > 346 Private law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Depositing User: Muhammad Qomarudin
Date Deposited: 24 Jan 2014 01:07
Last Modified: 24 Jan 2014 01:07
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/1358

Actions (login required)

View Item View Item