Studi Analisis Penentuan Arah Kiblat Masjid Raya Al-Mashun Medan

Angkat, M. Arbisora (2012) Studi Analisis Penentuan Arah Kiblat Masjid Raya Al-Mashun Medan. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
082111078_Coverdll.pdf - Cover Image

Download (554kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111078_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (96kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111078_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (341kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111078_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (87kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111078_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (442kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111078_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (18kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111078_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (26kB) | Preview

Abstract

Masjid Raya Al-Mashun Medan merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Sultan Deli yang dibangun pada tanggal 21 Agustus 1906 dan selesai dibangun pada 10 September 1909, sehingga Masjid Raya Al-Mashun Medan sekarang sudah berumur 1 abad lebih. Masjid Raya Al-Mashun Medan didirikan pada masa Sultan Makmun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah IX. Sementara itu berdasarkan hasil pengukuran Badan Hisab Rukyat (BHR) Sumut, ternyata posisi arah kiblat Masjid-masjid yang ada di Medan masih meragukan. Pengurus BHR (Badan Hisab Rukyat) Provinsi Sumatera Utara, H. Arso mengungkapkan, dari 1.750 jumlah Masjid dan mushalla di Medan, baru sekitar 50 Masjid saja yang memiliki data keabsahan, penentuan posisi arah kiblat dan memiliki sertifikasi arah kiblat, dan Masjid Raya Al-Mashun Medan bukan merupakan salah satu dari 50 Masjid yang memiliki sertifikasi arah kiblat. Pada Mudzakarah Ilmiah MUI (Majelis Ulama Indonesia) Medan tentang penentuan posisi arah kiblat Masjid-masjid di kota Medan, H. Arso menyebutkan bahwa bangunan Masjid yang menggunakan cara tradisional dalam menentukan arah kiblatnya rata-rata bangunan Masjid lama. Siapa yang mengukur, sistem dan peralatan teknis yang digunakan juga tak jelas. Begitu juga tidak jelasnya data data koordinat letak geografis yang dipakai sebagai data perhitungan arah kiblat tersebut. Tidak jarang ada Masjid begitu diukur ulang oleh tim BHR (Badan Hisab Rukyat) arah kiblatnya tidak mengarah ke Ka’bah atau Masjidil Haram, tapi ke Afrika Selatan. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk melakukan penelitian tentang arah kiblat Masjid Raya Al-Mashun Medan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana arah kiblat Masjid Raya Al-Mashun Medan saat ini dan yang seharusnya ?. Penelitian ini bercorak penelitian lapangan (field research). Sumber data primer berasal dari arah kiblat Masjid Raya Al-Mashun Medan yang akan dilakukan pengecekan menggunakan metode rashdul kiblat, sehingga akan diperoleh data mengenai arah kiblat Masjid Raya Al-Mashun Medan. Sumber data sekunder berasal dari hasil wawancara (interview), juga beberapa dokumen seperti : buku-buku, artikel-artikel, karya ilmiah yang dimuat dalam media massa, majalah dan surat kabar. Dalam menganalisis data penulis menggunakan tehnik analisis verifikasi dengan cara mengecek kembali arah kiblat Masjid Raya Al-Mashun Medan saat ini dengan metode rashdul kiblat dengan data ephemeris dan GPS (Global Positioning System) 60 Garmin digunakan untuk mengetahui lintang dan bujur tempat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Arah kiblat Masjid Raya Al-Mashun Medan saat ini adalah 220 12’ 4.02” dari titik barat ke utara atau 670 47’ 55.98” dari titik utara ke barat atau 2920 12’ 4.02” UTSB. Arah kiblat Masjid Raya Al-Mashun Medan mengalami kemelencengan ke arah barat sebesar 00 34’ 22.58” dari arah kiblat seharusnya. Apabila arah kiblat Masjid Raya Al-Mashun Medan saat ini dilihat dari program google earth, maka arah kiblat Masjid Raya Al-Mashun Medan tidak tepat menghadap ke Ka’bah akan tetapi masih menghadap ke daerah yang berada di dalam kota Mekkah. Arah kiblat yang seharusnya bagi Masjid Raya Al-Mashun Medan adalah sebesar 220 46’ 26.6” dari titik barat ke utara atau 670 13‘ 33.4” dari titik utara ke barat atau 2920 46’ 26.6” UTSB. Kemelencengan yang terjadi pada arah kiblat Masjid Raya Al-Mashun Medan disebabkan karena penggunaan alat yang sederhana dan belum ada teknologi yang canggih pada awal pengukuran arah kiblatnya yaitu dengan menggunakan matahari dan kompas tanpa diketahui secara pasti tentang metode penggunaannya. Meskipun demikian, arah kiblat Masjid Raya Al-Mashun Medan saat ini masih cukup akurat, karena sedikitnya nilai kemelencengan yang ada, sehingga menyebabkan arah kiblat Masjid Raya Al-Mashun Medan saat ini tidak berbeda jauh dengan arah kiblat yang seharusnya.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Masjid Raya Al-Mashun Medan; Arah kiblat
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
500 Natural sciences and mathematics > 520 Astronomy and allied sciences > 525 Earth (Astronomical geography)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Falak
Depositing User: Muhammad Qomarudin
Date Deposited: 24 Jan 2014 04:49
Last Modified: 28 Jan 2014 04:52
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/1373

Actions (login required)

View Item View Item