Studi Analisis Pendapat Yusuf Al-Qardhawi tentang Hukum Tindak Pidana Aborsi

Wuryani, Tri (2012) Studi Analisis Pendapat Yusuf Al-Qardhawi tentang Hukum Tindak Pidana Aborsi. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
072211015_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (752kB) | Preview
[img]
Preview
Text
072211015_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (133kB) | Preview
[img]
Preview
Text
072211015_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (138kB) | Preview
[img]
Preview
Text
072211015_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (167kB) | Preview
[img]
Preview
Text
072211015_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (96kB) | Preview
[img]
Preview
Text
072211015_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (17kB) | Preview
[img]
Preview
Text
072211015_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (19kB) | Preview

Abstract

Aborsi merupakan pengguguran janin dengan sengaja sebelum waktunya. Data WHO (World Health Organization) menyebutkan bahwa tiap tahunnya 15-50% kematian ibu disebabkan oleh pengguguran kandungan yang tidak aman. Dari 20 juta pengguguran tidak aman yang dilakukan tiap tahun ditemukan 70.000 wanita meninggal dunia. Hal tersebut memicu terjadinya angka kematian ibu hamil akibat terjadinya komplikasi berupa pendarahan dan infeksi. Kehamilan tidak diinginkan menjadi alasan untuk dilaksanakannya aborsi. Perangkat hukum indonesia telah melarang dan memberikan hukuman bagi pelaku aborsi, sebagaimana pasal 346-349 KUHP, begitu juga dengan hhukum pidana islam lah melarang aborsi karena aborsi merupakan tindak pidana atas jiwa, sedangkan dalam hukum pidana indonesia diatur dalam pasal 285 ang memuat ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun. Yang menjadi rumusan masalah adalah bagaimana Yusuf al-Qardhawi membolehkan aborsi dan metote istinbath Yusuf al-Qardhawi itu bagaimana dalam menetapkan hukum kebolehan melakukan tindak pidana aborsi, serta apa manfaat diperbolehkannya melakukan tindak pidana aborsi menurut Yusuf al-Qardhawi. Yusuf al-Qardhawi adalah seorang cendekiawan muslim dan seorang mujtahhid yang tidak mengikat diri pada mazhab fiqih tertentu, menurut beliau pemecahan masalah fiqih yang terbaik ialah yang paling jelas nash landasannya, yang terbaik dasar pemikirannya, yang termudah pengamalannya dan yang terdekat relavansinya dengan kondisi zaman, sehingga ia mampu memadukan hukum-hukum syari’at dan tuntutan zaman. Dalam hal penetapan hukum tindak kejahatan aborsi ulama banyak berbeda pendapat dengan istinbat hukumnya masing-masing, dalam hal ini menurut Yusuf al-Qardhawi perbedaan pendapat tersebut terlalu mencolok, sehingga Yusuf al-Qardhawi menentukan istinbath hukum yang berbeda dalam penetapan hukum tindak kejahatan aborsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat Yusuf al-Qardhawi tentang hukum tindak kejahatan aborsi serta metode istinbath Yusuf al-Qardhawi dalam menetapkan kebolehan hukum tindak kejahatan aborsi. Penelitian ini menggunakan metode riset kepustakaan (library research) yaitu menelusuri sumber-sumber kepustakaan yang berkaitan dengan permasalahan yang diangkat, dengan teknik analisis deskriptif dan komparatif, data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan pendekatan history, filosofis, dan kritis analisis. Yusuf al-Qardhawi berpandangan bahwa hukum melakukan tindak kejahatan aborsi itu diperbolehkan jika dalam keadaan darurat yaitu apabila udzurnya semakin kuat, maka rukhsohnya semakin jelas dan bila aborsinya dilakukan jika usia kehamilan itu berusia empat puluh hari

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Tindak Pidana Aborsi; Hukum Pidana Islam
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law > 345 Criminal law
300 Social sciences > 360 Social services; association > 363 Other social problems and services
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 27 Jan 2014 08:47
Last Modified: 27 Jan 2014 08:47
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/1400

Actions (login required)

View Item View Item