Analisis Putusan Pengadilan Negeri Semarang No.253/Pid.B/2011/PN.SMG. tentang Tindak Pidana Turut Serta dalam Pencurian Disertai dengan Kekerasan

Masfuah, Nunik (2012) Analisis Putusan Pengadilan Negeri Semarang No.253/Pid.B/2011/PN.SMG. tentang Tindak Pidana Turut Serta dalam Pencurian Disertai dengan Kekerasan. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
072211027_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (879kB) | Preview
[img]
Preview
Text
072211027_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (86kB) | Preview
[img]
Preview
Text
072211027_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (199kB) | Preview
[img]
Preview
Text
072211027_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (70kB) | Preview
[img]
Preview
Text
072211027_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (155kB) | Preview
[img]
Preview
Text
072211027_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (13kB) | Preview
[img]
Preview
Text
072211027_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (19kB) | Preview

Abstract

Tindak pidana pencurian disertai dengan kekerasan merupakan tindak pidana yang sering terjadi, dimana dalam hukum pidana Islam disebut dengan jarimah hirabah. Dalam pencurian disertai dengan kekerasan ini, pelaku melakukan kejahatan dengan menggunakan kekerasan, yaitu dengan senjata tajam untuk melukai diri korban agar dapat mengambil harta korban. Seperti dalam kronologi peristiwa yang dilakukan oleh terdakwa Yono bersama Andi (berkas perkara berbeda), terdakwa melakukan kejahatan yaitu mencuri sepeda motor Vega ZR milik saudara Bayu, dengan cara membunuh korban terlebih dahulu, setelah itu mengambil motor milik korban untuk dimiliki, Kemudian keduanya membuang korban didaerah Gunungpati dan menjual motor milik korban. Penelitian ini bersifat kepustakaan (library research), di mana data primernya adalah dokumen Putusan Pengadilan Negeri Semarang No.253/Pid.B/2011/PN.Smg. Sedangkan data sekundernya adalah buku-buku yang berkaitan dengan hukum pidana yang membahas tentang tindak pidana pencurian disertai dengan kekerasan. Hasil dari penelitian ini bahwa terdakwa Yono terbukti telah melakukan tindak pidana pencurian disertai dengan kekerasan, yaitu dengan sengaja membantu terdakwa Andi (dalam berkas perkara berbeda) dalam melakukan pencurian. Dasar hakim menentukan kesalahan terdakwa adalah terbuktinya unsur-unsur pasal yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum dan sejumlah barang bukti lainnya, serta barang bukti hasil Visum et Repertum dari RS Bhayangkara Semarang. Atas kejahatan yang dilakukan terdakwa dikenakan hukuman penjara 2 tahun 8 bulan. Yang dimana dalam hal ini penulis berpendapat dalam penjatuhan yang diberikan pada terdakwa kurang maksimal. Seharusnya terdakwa bisa dihukum lebih berat lagi atas kejahatan yang dilakukan sesuai pasal 365 KUHP. Menurut penulis, penjatuhan hukuman yang diberikan pada terdakwa bisa dikatakan dalam turut serta melakukan kejahatan. Karna dalam hal ini terdakwa membantu melakukan kejahatan yang direcanakan oleh terdakwa Andi sampai selesai. Apalagi terdakwa melakukan kejahatan dalam keadaan sadar dan disengaja, sehingga penjatuhan hukuman terdakwa harus sama dengan pelaku utama (pleger). Dalam hukum pidana Islam perbuatan turut serta melakukan kejahatan atas jarimah hirabah, terdakwa dapat dihukum yaitu dipotong tangan dan kaki secara bersilang, sesuai dengan perbuatan yang dilakukan terdakwa. Adapun dalam hukuman yang dijalani terdakwa termasuk dalam hukuman ta’zir, karena hukuman ta’zir tidak ditentukan banyaknya dan tidak ditentukan jumlahnya, dan hukuman ta’zir tidak mempunyai batasan tertentu. Dari yang seringan-ringannya sampai yang seberat-beratnya.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Pencurian dengan Kekerasan; Tindak Pidana
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law > 345 Criminal law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Jinayah Siyasah
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 28 Jan 2014 01:13
Last Modified: 28 Jan 2014 01:13
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/1410

Actions (login required)

View Item View Item