Studi Analisis Metode Hisab Arah Kiblat KH. Ahmad Ghozali dalam Kitab Irsyâd Al-Murîd

Ramdhan, Purkon Nur (2012) Studi Analisis Metode Hisab Arah Kiblat KH. Ahmad Ghozali dalam Kitab Irsyâd Al-Murîd. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
082111092_Coverdll.pdf - Cover Image

Download (535kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111092_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (96kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111092_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (204kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111092_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (523kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111092_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (171kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111092_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (10kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111092_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (22kB) | Preview

Abstract

Kitab Irsyâd al-Murîd ilâ Ma'rifati 'Ilmi al-Falak 'alâ al-Rashdi al-Jadîd (Panduan Bagi Murid Tentang Ilmu Falak Dalam Tinjauan Baru), kitab karangan KH. Ahmad Ghozali ini merupakan kitab yang dikategorikan ke dalam hisab kontemporer. Kitab ini disusun sebagai penyempurnaan dari kitab-kitab sebelumnya, karena buku (kitab) hisab KH. Ahmad Ghozali yang terdahulu ternyata pada kenyataanya kurang presisi. Kitab-kitab tersebut masih menggunakan sistem hisab hakiki takribi dan hakiki tahkiki, seperti kitab Taqyidat al-Jaliyah, Faidl al-Karim, Bughyat al-Rafiq, Anfa' al-Wasilah, Tsamarat al-Fikar. Dalam penentuan arah kiblat, kitab tersebut menggunakan rumusan konsep yang berbeda. Padahal kitab ini termasuk metode hisab kontemporer yang menggunakan teori segitiga bola. Selain itu, hal yang menarik dari kitab ini adalah bisa menghitung dua kali kemungkinan rashdul kiblat, yakni kemungkinan pertama dan kemungkinan kedua. Kemungkinan pertama terjadi qabla zawal (sebelum zawal) dan kemungkinan kedua terjadi ba'da zawal (sesudah zawal). Sehingga timbul permasalahan sebetulnya bagaimana metode hisab arah kiblat KH. Ahmad Ghozali dalam kitab Irsyâd al-Murîd dan bagaimana tingkat keakurasiannya jika dikomparasikan dengan standar akurasi Ephemeris. Penelitian ini adalah Library Research. Sumber data primer diperoleh dari kitab Irsyâd al-Murîd. Sedangkan data sekunder yaitu berupa buku-buku dan dokumen lainnya. Jenis analisis data menggunakan content analysis (analisis isi) melalui teknik deskriptif (menjelaskan) dan komparatif (membandingkan). Metode hisab arah kiblat dalam kitab Irsyâd al-Murîd karangan KH. Ahmad Ghazali tergolong metode hisab kontemporer yang memiliki kesamaan dan perbedaan dengan metode kontemporer lainnya (ephemeris). Persamaannya adalah rumus yang digunakan dalam menghitung azimuth kiblat dan rashdul merupakan turunan dari teori dasar segitiga bola dan perhitungannya pun harus selalu menggunakan kalkulator. Sedangkan perbedaanya antara lain: a) Rashdul kiblat dalam perhitungan kitab Irsyâd al-Murîd menggunakan nilai absolut dan bisa memperhitungkan dua kali kemungkinan terjadinya rashdul kiblat dalam sehari. Dan rashdul kiblat terjadi dua kali ini berlaku bagi daerah tertentu. b) Penggunaan data Matahari, baik itu deklinasi Matahari atau equation of time yang berbeda. c) Metode ini memiliki tingkat akurasi tinggi karena menggunakan data yang tidak jauh berbeda dengan data ephemris

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Arah Kiblat; Rashdul Kiblat
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.3 Islamic Worship / Ibadah > 297.38 Rites, prayer
500 Natural sciences and mathematics > 520 Astronomy and allied sciences > 522 Techniques, equipment, materials
500 Natural sciences and mathematics > 520 Astronomy and allied sciences > 525 Earth (Astronomical geography)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Falak
Depositing User: Muhammad Qomarudin
Date Deposited: 28 Jan 2014 01:18
Last Modified: 28 Jan 2014 01:18
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/1415

Actions (login required)

View Item View Item