Analisis Hukum Islam terhadap Keterlambatan Penyerahan Barang dalam Jual Beli Anyaman Kepang dengan Akad Istishna’ (Studi Kasus di Desa Ringinharjo Kec. Gubug Kab. Grobogan)

Mushofiyah , Zunatul (2012) Analisis Hukum Islam terhadap Keterlambatan Penyerahan Barang dalam Jual Beli Anyaman Kepang dengan Akad Istishna’ (Studi Kasus di Desa Ringinharjo Kec. Gubug Kab. Grobogan). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
082311074_Coverdll.pdf - Cover Image

Download (421kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082311074_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (89kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082311074_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (182kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082311074_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (62kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082311074_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (119kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082311074_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (22kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082311074_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (17kB) | Preview

Abstract

Jual beli istishna’ yaitu jual beli secara pesanan, dalam fiqih sering disebut jual beli yang barangnya belum ada ataupun masih dalam proses. Jual beli anyaman kepang di Desa Ringinharjo Kec. Gubug Kab. Grobogan umumnya dilakukan dengan cara pesanan (istishna’). Dalam transaksi jual beli, tidak menutup kemungkinan salah satu pihak melakukan pelanggaran atau tidak memenuhi kewajibannya. Jual beli anyaman kepang tersebut telah disepakati oleh kedua belah pihak, akan tetapi salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya yaitu tidak menyerahkan barang pada saat jatuh tempo waktu penyerahan. Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana praktek jual beli anyaman kepang di Desa Ringinharjo Kec. Gubug Kab. Grobogan. Dan bagaimana pandangan Hukum Islam terhadap keterlambatan dalam penyerahan barang pada akad istishna’ dalam jual beli anyaman kepang di Desa Ringinharjo Kec. Gubug Kab. Grobogan. Untuk menjawab permasalahan dibutuhkan metode penelitian field research. Teknik pengumpulan data digunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan metode analisisnya adalah deskriptif analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jual beli pesanan merupakan jual beli yang diperbolehkan asalkan segala syarat dan rukunnya terpenuhi. Keterlambatan penyerahan barang dalam jual beli anyaman kepang di Desa Ringinharjo Kec. Gubug Kab. Grobogan merupakan suatu pelanggaran atas perjanjian jual beli. Dalam jual beli tersebut sudah jelas dan disepakati oleh kedua belah pihak, akan tetapi salah satu pihak yaitu penjual tidak memenuhi kewajibannya (tidak menyerahkan barang pada waktu yang telah ditentukan). Menurut Hukum Islam dalam kasus tersebut pihak penjual harus dikenai ganti rugi karena telah ingkar janji dengan tidak menyerahkan barang dalam keadaan mampu. Jual beli tersebut bisa berisiko penipuan. Dalam Islam janji adalah sesuatu yang sakral dan harus ditepati.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Keterlambatan Penyerahan Barang; Akad Istishna’
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah
Depositing User: Muhammad Qomarudin
Date Deposited: 28 Jan 2014 10:11
Last Modified: 28 Jan 2014 10:11
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/1461

Actions (login required)

View Item View Item