Penafsiran Al-Qur’an Penghulu Kraton Surakarta: Interteks dan Ortodoksi

Junaidi, Akhmad Arif (2012) Penafsiran Al-Qur’an Penghulu Kraton Surakarta: Interteks dan Ortodoksi. Program Pascasarjana IAIN Walisongo, Semarang.

[img]
Preview
Text
Arif-Junaidi.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Dari paparan disertasi ini dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1. Dengan merujuk 16 (enam belas) karya keislaman lainnya, karya tafsir yang ditulis oleh Raden Pengulu Tafsir Anom tersebut berinterteks dengan teks-teks lain. Karya tafsir tersebut juga berinterteks dengan teks-teks lain yang tidak tertulis berupa realitas kebudayaan di sekitarnya, misalnya memberikan penjelasan ayat dengan mengutip pemahaman-pemahaman umum dalam memahami teks-teks keislaman atau memasukkan tradisi cerita dalam karya tafsirnya. Tradisi lisan berupa cerita-cerita kenabian tersebut merupakan salah satu elemen penting dari budaya pesantren. Teks-teks yang dirujuk tersebut, baik yang berupa teks tertulis maupun tidak tertulis, merupakan teks hipogram. Sedangkan karya tafsir yang ditulis oleh sang pengulu yang merujuk pada teks-teks hipogram tersebut adalah teks transformasi. Hanya saja, karya tafsir tersebut tersebut tidak sepenuhnya mengoptimalkan semua model produksi makna, yaitu permutasi, oposisi dan transformasi. Pola yang digunakan hanya permutasi dan transformasi, yaitu pola memproduksi makna dengan cara penterjemahan dari satu bahasa ke bahasa yang lain atau mengubah susunan kalimat yang ada menjadi penjelasan-penjelasan yang mudah dipahami. Pilihan hanya pada dua pola tersebut tentu berimplikasi pada produksi makna yang sangat terbatas. Dengan kata lain, pilihan hanya pada satu pola tersebut mempersempit kemungkinan intertekstualitas tersebut membangun pluralitas makna sehingga penafsiran sang pengulu tidak berkembang secara maksimal. Perspektif yang digunakan di dalamnya bersifat tunggal. Hampir tidak ada dialog yang muncul melalui dimensi-dimensi interlokutor yang bisa diperdengarkan. Keragaman teks rujukan (teks hipogram) tersebut mengindikasikan adanya keragaman budaya. Keragaman budaya yang dimaksudkan di sini tentu saja adalah budaya yang melingkupi para pengarang teks rujukan (teks hipogram). 2. Kecenderungan ortodoksi Islam dalam karya tafsir yang dikarang oleh pengulu ageng Kasunanan Surakarta dapat dilihat dalam dua level. Pertama, level pemikiran sebagaimana dapat dilihat dalam penafsiran-penafsirannya, khususnya pemikiran teologis. Dalam hal hubungan antara Allah sebagai pencipta dan manusia sebagai makhluk, Tafsir Anom menjelaskan bahwa Allah mewajibkan hamba-Nya untuk hanya menyembah kepada-Nya, tidak kepada yang lain. Penyembahan terhadap Allah harus dilakukan secara langsung tanpa melibatkan adanya perantara-perantara (wasīlah) dalam bentuk apapun. Kedua, level rujukan sumber referensi pemikiran-pemikiran tafsirnya. Kecenderungan ortodoksi tampak dalam hal bagaimana Tafsir Anom merujuk kitab-kitab keislaman dalam karya tafsirnya. Perujukan terhadap karya-karya keislaman tersebut dilakukan dengan memposisikannya sebagai anutan. Memposisikan teks-teks yang dirujuk (teks hipogram) sebagai anutan tersebut memiliki konsekuensi-konsekuensi logis bahwa pengarang atau penulis teks yang merujuk (teks transformasi) sepenuhnya setuju dengan garis pemikiran para pengarang teks yang dirujuk (teks hipogram). Bila ideologi keagamaan para pengarang teks-teks yang dirujuk (teks hipogram) diidentifikasi sebagai Islam ortodoks maka ideologi keagamaan pengarang teks baru (teks transformasi) yang menjadikannya sebagai anutan juga bisa diidentifikasi sebagai Islam ortodoks. Kesimpulan bahwa pemikiran sang pengulu bercorak ortodoks tersebut tentu memiliki implikasi lebih jauh bahwa hal tersebut merupakan representasi warna keislaman di Kraton Surakarta. Ideologi keagamaan di Kraton Surakarta adalah Islam ortodoks. Ideologi keagamaan semacam inilah yang paling dapat menjamin stabilitas politik karena dapat menjadi daya ikat sosial (social cohesion). Dalam hal ini bisa dilihat adanya relasi antara agama dan negara, atau relasi antara ortodoksi Islam dengan kekuasaan.

Item Type: Book
Uncontrolled Keywords: Tafsir al-Qur'an; Penghulu Kraton Surakarta
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism
Divisions: Buku (Books)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 07 Feb 2014 08:47
Last Modified: 07 Feb 2014 08:47
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/1488

Actions (login required)

View Item View Item