Tinjauan Astronomi atas Hisab Awal Waktu Salat dalam Kitab Syawāriq al-Anwār Karya KH. Noor Ahmad SS.

Almuhtadi, Ahmad Saifulhaq (2013) Tinjauan Astronomi atas Hisab Awal Waktu Salat dalam Kitab Syawāriq al-Anwār Karya KH. Noor Ahmad SS. Masters thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
115112088_Tesis_Sinopsis.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
115112088_Tesis_Coverdll.pdf - Cover Image

Download (298kB) | Preview
[img]
Preview
Text
115112088_Tesis_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (98kB) | Preview
[img]
Preview
Text
115112088_Tesis_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (791kB) | Preview
[img] Text
115112088_Tesis_Bab3.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[img] Text
115112088_Tesis_Bab4.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (219kB)
[img]
Preview
Text
115112088_Tesis_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (23kB) | Preview
[img]
Preview
Text
115112088_Tesis_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (35kB) | Preview

Abstract

Salat merupakan suatu kewajiban yang sudah ditentukan waktunya dalam Islam. Namun waktu pelaksanaan salat tidak dijelaskan secara terperinci dalam al-Qur’an, sehingga penjelasan waktu salat pun diperkuat dengan hadis-hadis Nabi. Berdasarkan hadis-hadis tersebut, terdapat batasan-batasan waktu salat dengan munculnya berbagai metode yang diasumsikan untuk menentukan waktu salat. Salah satu metode yang dipakai adalah dengan cara melihat posisi matahari dan ketinggian tempat (daerah). Terkait dengan tanda-tanda awal waktu salat yang telah disebutkan dalam nash al-Quran dan al-Hadis ternyata masih bersifat ijtihādi. Di era sekarang yang sudah canggih, berbagai pendekatan keilmuan diikutsertakan menjadi pisau analisis dalam menafsirkan fenomena yang telah disebutkan oleh al-Qur'an. Selain itu para imam mazhab memberikan penafsiran tentang tanda awal waktu salat melalui kajian fikihnya. Perkembangan keilmuan saat ini memang tidak dapat dikesampingkan, ia mulai pada ranah pendewasaan masyarakat yang pada dasarnya ikut mengajak pada kajian ijtihad para ulama yang terangkum dalam fikih dan sekarang tidak hanya sebatas pada ranah kajian fikihnya, akan tetapi sampai mengajak masyarakat melakukan pembuktian secara empirik. Salah satu kajian dari kitab falak yang mewarnai penentuan awal waktu salat adalah Syawāriq al-Anwār. Kitab ini menyuguhkan metode perhitungan yang berbeda dengan metode yang lain. Salah satunya adalah semua nilai data yang digunakan bernilai positif (mutlak) dan terdapat rumus ikhtilāf/ittifāq. Hisab awal waktu salat dalam kitab Syawāriq al-Anwār merupakan metode yang secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan, sebab dapat didasarkan langsung pada hasil pengecekan terhadap posisi matahari. Penentuan awal waktu salat dalam kitab ini menggunakan rumus ikhtilāf/ittifāq yang perhitungannya menggunakan prinsip logaritma yang selalu bernilai positif sehingga bernilai mutlak. Data yang diperlukan adalah lintang tempat dan deklinasi matahari, karena waktu hakiki dalam kitab ini tidak dikonversi ke waktu daerah. Jika waktu ini dikonversi ke waktu daerah maka diperlukan data lainnya (bujur dan perata waktu. ABSTRACT Praying is an obligation that has been timed in Islam. However, the time of prayer is not described in detail in the Qur'an, that explanation was reinforced with prayers traditions of the Prophet. Based on these traditions, there are limitations prayers with the emergence of various methods that are assumed to determine the times of prayer. One method used is to look at the sun's position and altitude (area). Associated with early signs of prayers that have been mentioned in the texts of al-Quran and al-Hadith apparently still ijtihadi. In the present era that has been advanced, scientific approach included a variety of knives analysis in interpreting the phenomena that have been mentioned by the Qur'an. In addition to the interpretation of fiqh schools of the priests who gave an interpretation of the early signs of the times of prayer. Scientific progress does not currently be ruled out, he started in the realm of society maturation basically invited to take part in the study are summarized ijtihad of the scholars in jurisprudence and empirical proof. One study of the book of the celestial sphere that characterizes the initial determination prayers are Syawāriq al-Anwār. This book presents a different calculation method to the other methods. One is all data that is used is positive (absolute) and there is a deviation formula/ittifāq. Initial computation times of prayer in the book Syawāriq al-Anwār is a method that is scientifically justifiable, because it can be based directly on the results of checks on the position of the sun. The start of the prayers in this book using the formula deviation/ittifāq are calculated using the logarithmic principle always be positive so that the absolute value. The data required is the latitude of the place and the declination of the sun, because the time is not essential in the book converted to local time. If the time is converted to local time then more data is needed (longitude and grading time.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Awal Waktu Shalat
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
Divisions: Program Pascasarjana > Program Master (S2)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 10 Feb 2014 07:19
Last Modified: 10 Feb 2014 07:19
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/1500

Actions (login required)

View Item View Item