Dinamika Kehidupan Tarekat Syadziliyah di Pondok Pesantren Al–Kahfi Somalangu Sumberadi Kebumen

Idrus, Muhammad (2013) Dinamika Kehidupan Tarekat Syadziliyah di Pondok Pesantren Al–Kahfi Somalangu Sumberadi Kebumen. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
074111002_Skripsi_Coverdll.pdf - Cover Image

Download (373kB) | Preview
[img]
Preview
Text
074111002_Skripsi_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (74kB) | Preview
[img]
Preview
Text
074111002_Skripsi_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (162kB) | Preview
[img]
Preview
Text
074111002_Skripsi_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (118kB) | Preview
[img]
Preview
Text
074111002_Skripsi_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (57kB) | Preview
[img]
Preview
Text
074111002_Skripsi_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (21kB) | Preview
[img]
Preview
Text
074111002_Skripsi_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (29kB) | Preview

Abstract

Agama merupakan bagian dari kehidupan bangsa Indonesia dan turut serta dalam membentuk jiwa dan pandangan hidup manusia Indonesia. Pembangunan dibidang agama pada hakekatnya bertujuan untuk memajukan kualitas masyarakat Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta mampu menciptakan keselarasan, keserasian, dan keseimbangan baik hidup manusia sebagai pribadi maupun dalam hubungan masyarakat dan alam lingkungan. Keanekaragaman pemahaman terhadap ajaran agama yang disebabkan oleh perbedaan dalam memahami dan memginterprestasi sumber pemahaman dapat melahirkan berbagai paham atau aliran keagamaan. Dalam Islam, jumlah aliran-aliran keagamaan yang ada cukup banyak. Salah satu aliran keagamaan dalam Islam yang lebih mementingkan olah batin untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dengan jalan memperbanyak dzikir dan ibadah serta menjauhi perbuatan tercela dinamakan tarekat. Apa yang disebut dengan Thariqoh pada mulanya adalah sikap zuhud para sahabat atau generasi awal muslim yang ingin menjalankan syariat secara konsisten. Namun secara umum memiliki pengertian jalan, petunjuk dalam melakukan suatu ibadah. pada perkembangnya, tarekat menjadi sebuah organisasi yang dibawah pengarahan seorang mursyid. Setiap tarekat yang berkembang menjadi organisasi memiliki aturan dan corak tersendiri, seperti halnya tarekat Syadziliyah yang ada di pondok pesantren Al-Kahfi Somalangu sumberadi Kebumen. Penilitian ini berjudul “Dinamika Kehidupan Tarekat di Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu Sumberadi Kebumen.”Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana asal-usul tarekat syadziliyzh di pondok pesantren Al-Kahfi Somalangu Sumberadi Kebumen. 2) Bagaimana dinamika dan perkembangan tarekat syadziliyah di Pondok Pesantren Al- Kahfi Somalangu Sumberadi Kebumen. Dalam menjawab permasalahan tersebut, Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Adapun teknik pengumpulan datanya menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Adapun sumber datanya adalah data primer, data dalam penelitian ini berasal dari pemahaman dan penjelasan dari pengasuh pondok pesantren, santri, alumni, pengikut tarekat dan warga masyarakat Somalangu Sumberadi Kebumen. Adapun data sekundernya adalah artikel, majalah, dan buku-buku lain yang relevan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tarekat yang ada di pondok pesantren Al-Kahfi Somalangu Sumberadi Kebumen mengikuti aliran tarekat syadziliyah. Tarekat ini pertama kali berkembang di Somalangu pada masa periode Syaikh Abdurrahman Al-Hasani, pengasuh pondok pesantren Al-Kahfi Somalangu Periode ke-5 (1915-1925). Beliau memperoleh ijazah kemusrsyidan Thariqah As-Syadziliyyah dari Syekh Muhtarom Al-Makki, waktu berada Hejaz (sekarang Makkah) kemudian diteruskan oleh putranya yaitu Syekh Makhfudz Al-Hasani. Di tangan Syekh Makhfudz, terekat Syadziliyah menjelma menjadi sebuah organisasi gerakan sosial yaitu berjuang melawan penjajah umtuk mempertahankan tanah air. Tapi dalam perjalanannya waktu, Tarekat syadziliyah di pondok pesantren Al-Kahfi Somalangu pernah mengalami kefakuman dan kepengasuhan pesantren sempat diwakilkan kepada Syekh Thefoer (adik kandung Syekh Makhfudz) dan diwakilkan kembali kepada Musyafa ‘Ali (menantu Syekh Thefoer). Di tangan Musyafa ‘Ali pondok pesantren Al-Kahfi mau di tutup dan di ganti dengan pondok pesantren Al-Falah. Kebijakan Musyafa ‘Ali inilah yang menyebabkan konflik antara pondok pesantren Al-Falah (yang di asuh Musyafa ‘Ali) dengan pondok pondok pesantren Al-Kahfi (yang di asuh Gus Afifuddin), konflik ini terjadi sampai dengan saat ini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengasuh pondok pesantren dan jaringan tarekat syadziliyah khususnya yang ada di pondok pesantren Al-Kahfi Somalangu sumberadi Kebumen. Agar kedepan tarekat benar-benar menjadi organisasi yang bersih (jalan para sufi) tanpa ada konflik antar tarekat yang menyebabkan Islam semakin terpecah belah.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Tarekat Syadziliyah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.4 Sufism > 297.48 Sufi orders
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Aqidah Filsafat
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 11 Feb 2014 07:37
Last Modified: 11 Feb 2014 07:37
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/1512

Actions (login required)

View Item View Item