Manhaj al-Ṭabāṭabā'ī fī al-Tafsīr al-Bayān fī al-muwāfaqah baina al-Ḥadīṡ wa al-Qur'ān

Ihsanuddin, Ihsanuddin (2013) Manhaj al-Ṭabāṭabā'ī fī al-Tafsīr al-Bayān fī al-muwāfaqah baina al-Ḥadīṡ wa al-Qur'ān. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
094211079_Skripsi_Coverdll.pdf - Cover Image

Download (458kB) | Preview
[img]
Preview
Text
094211079_Skripsi_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (494kB) | Preview
[img]
Preview
Text
094211079_Skripsi_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
094211079_Skripsi_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (724kB) | Preview
[img]
Preview
Text
094211079_Skripsi_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (285kB) | Preview
[img]
Preview
Text
094211079_Skripsi_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (101kB) | Preview
[img]
Preview
Text
094211079_Skripsi_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (149kB) | Preview

Abstract

Al-Qur’an adalah kitab Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad melalui malaikat Jibril, barang siapa yang membacanya termasuk ibadah, yang diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri surat an-Nas. Dan dalam memahami nakna al-Quran Manusia membutuhkan tafsir yang sesuai dengan zaman dan tempatnya. Secara global tafsir dibagi menjadi dua: tafsir bil-Ma’syur dan bil-al ra’yi. Dan dari segi metode tafsir dibagi menjadi empat: tafsir tahliliy, tafsir ijmali, tafsir muqoran dan tafsir maudhu’i. Sedangkan dari segi mazhab dibagi menjadi tafsir mu’tazilah, tafsir ahlus sunnah dan tafsir syi’ah. Thabathaba’i adalah salah satu ahli tafsir dari kalangan syiah dengan karya nya magnum opus nya tafsir al-mizan. Disamping itu thabathaba’i memiliki kitab lain yang diberi nama al-Bayan fi al-Muwafaqoh baina al-Hadist wa al-Qur’an, akan tetapi kitab ini asing bagi masyarakat pada umum nya dan sangat sedikit yang mengetahuinya. Adapun tafsir al-Bayan fil al-muwafaqoh baina al-Hadist wa al-Qur’an buah karya thabathaba’i adalah karya tafsir yang di susun sebelum al-Mizan. Dan dalam tafsir al-bayan pengarang tidak menyempurnakan tafsirnya hingga 30 juz, akan tetapi hanya sampai pertengahan surat yusuf ayat 57. Dari segi ketebalan tafsir al-Bayan terdiri atas 6 jilid. Apabila kita melihat dari segi metodelogi penafsiran tafsir al-Bayan disuguhkan secara tahliliy. Dan dari segi rujukan nya tafsir al-Bayan di golongkan dalam tafsir bil al-Ma’syur, hal ini dikarenakan thabathaba’i menafsirkan ayat dengan ayat atau ayat dengan riwayat. Adapun riwayat yang diambil oleh pengarang dalam tafsirnya adalah riwayat khusus dari para maksumin ulama syi’ah saja.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Metode Tafsir al-Qur'an
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 21 Feb 2014 03:45
Last Modified: 21 Feb 2014 03:45
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/1554

Actions (login required)

View Item View Item