Zuhud dalam perspektif Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah periode 2010-2015

Arifin, Arifin (2013) Zuhud dalam perspektif Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah periode 2010-2015. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
094411023_Skripsi_Coverdll.pdf - Cover Image

Download (226kB) | Preview
[img]
Preview
Text
094411023_Skripsi_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (133kB) | Preview
[img]
Preview
Text
094411023_Skripsi_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (160kB) | Preview
[img]
Preview
Text
094411023_Skripsi_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (238kB) | Preview
[img]
Preview
Text
094411023_Skripsi_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (129kB) | Preview
[img]
Preview
Text
094411023_Skripsi_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (51kB) | Preview
[img]
Preview
Text
094411023_Skripsi_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (35kB) | Preview

Abstract

Zuhud merupakan suatu maqām ( kedudukan, station, tingkatan) dalam tasawuf yang harus ditempuh oleh sālik (orang yang menempuh jalan Allah Swt) untuk menuju Allah. Zuhud adalah perilaku menjauhkan diri dari kenikmatan dunia meskipun halal, untuk memperoleh kenikmatan akhirat yang seringkali memunculkan perilaku benar-benar meninggalkan dunia sama sekali. Dalam mengamalkan ajaran zuhud, para zāhid rela melakukan puasa setiap hari, tidak pernah tidur malam untuk mengerjakan shalat malam, hidup membujang, dan seringkali terhanyut dalam ’uzlahnya, sehingga dia tidak memperdulikan apapun karena dia merasakan kenikmatan dalam ’uzlahnya. Sikap zuhud semacam itulah yang ditentang oleh para ‘ulama Muhammadiyah karena bisa mematikan Islam dari dalam dan hilangnya rasa simpati umat non Islam kepada umat Islam. Secara umum, zuhud menurut ulama Muhammadiyah adalah sikap dalam memandang dunia yang mana dunia itu merupakan sarana untuk menopang hidup akan tetapi jangan sampai dunia itu melekat di hati. Orang zuhud itu tidak sedih jika dunia yang dimilkinya meninggalkanya dan tidak sombong jika dunia itu datang padanya. Dari latar belakang diatas, muncul masalah tentang pengertian zuhud yang berbeda-beda antar umat Islam pengamal zuhud dengan warga Muhammadiyah. Sehingga, dalam Skripsi ini akan menjelaskan tentang zuhud dalam Perpektif Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif, yang menggunakan metode pengumpulan data dengan metode observasi, metode interview, dan metode dokumentasi. Sedangkan dalam analisis data penulis menggunakan metode analisis data deskriftif. Adapun hasil penelitian yang telah didapat dari data di lapangan adalah para Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah menyetujui adanya perilaku zuhud dalam arti tidak rakus dunia, tidak bermegah-megahan dalam hal dunia dan menjadikan dunia sebagai sarana untuk menuju ridha Allah swt. Zuhud dalam Muhammadiyah berpedoman pada Al-Qur‘an dan As-Sunnah, akan tetapi tidak dijelaskan melalui teori-teori oleh para pimpinannya, melainkan zuhud sudah menjadi perilaku para pimpinan Muhammadiyah terdahulu seperti rela tidak digaji untuk mengabdikan diri kepada persyarikatn dan tidak berebut menjadi pimpinan atau ketua dalam organisasi Muhammadiyah, serta tidak rakus terhadap harta, bahkan dia mendermakan sabagian besar hartanya untuk kepentingan masyarakat. Orang zuhud itu ditandai dengan hidupnya yang rilek, tidak “kemrungsung” (tergesa-gesa), jika mendapatkan harta dunia yang lebih tidak arogan, tidak sakit atau sedih ketika dunianya berkurang atau musnah bahkan tetap menolong ketika diminta orang lain. Dengan zuhud seseorang hatinya dapat tentram karena selalu mengingat Allah dalam setiap ibadah yang dilakukanya, dan zuhud dapat menjadikan seseorang merdeka, karena dia tidak menjadi budak nafsunya untuk memiliki dunia hanya untuk kesejahteraan pribadi. Zuhud merupakan perilaku Rasulullah yang harus dijadikan suritauladan oleh umat Islam.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Zuhud; Pimpinan Wilayah Muhammadiyah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.4 Sufism > 297.45 Sufi ethics
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tasawuf dan Psikoterapi
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 17 Mar 2014 07:00
Last Modified: 17 Mar 2014 07:00
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/1692

Actions (login required)

View Item View Item