Kontribusi Pemikiran Muḥammad Musṭafā Al-A‘ẓamī dalam Studi Hadis

Farida, Umma (2012) Kontribusi Pemikiran Muḥammad Musṭafā Al-A‘ẓamī dalam Studi Hadis. PhD thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
Umma-Farida_Disertasi_Abstrak.pdf - Submitted Version

Download (65kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Umma-Farida_Disertasi_Bab1.pdf - Submitted Version

Download (215kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Umma-Farida_Disertasi_Bab6.pdf - Submitted Version

Download (35kB) | Preview

Abstract

Kedudukan hadis sebagai sumber kedua dalam ajaran Islam menjadikan studi terhadapnya sangat penting. Terlebih hingga saat ini, persoalan mengenai otentisitas hadis masih menjadi perdebatan di kalangan para pemikir hadis, baik dari kalangan para pemikir muslim ataupun islamisis. Gugatan kaum islamisis terhadap hadis banyak yang mempersoalkan ketiadaan data historis dan bukti tercatat (documentary evidence) yang dapat memastikan otentisitas hadis, maka sejumlah sarjana hadis pun melakukan penelitian intensif, di antaranya Muh}ammad Mus}t}afa> al-A‘z}ami>>> yang berupaya mengkaji hadis dengan menunjukkan data ilmiah yang menjadi keraguan para islamisis ataupun dari para pemikir muslim sendiri. Upaya al-A‘z}ami>>>> dalam melakukan pembuktian secara ilmiah otentisitas hadis melalui pemikiran yang tertuang dalam karya-karyanya menarik diteliti untuk selanjutnya dirumuskan kontribusi yang diberikannya dalam studi hadis. Oleh karenanya, tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk menguraikan pemikiran al-A‘z}ami> dan kontribusinya dalam studi hadis, dan (2) Untuk menjelaskan pembelaan al-A‘z}ami> dalam mempertahankan otentisitas hadis dari kritik para islamisis dan pemikir muslim. Penelitian ini mengambil bentuk penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-interpretatif. Metode pengumpulan datanya menggunakan metode dokumentasi, untuk kemudian dianalisis secara deskriptif-kritis. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kontribusi yang diberikan al-A‘z}ami> dalam studi hadis adalah: (1) Menunjukkan bukti-bukti bahwa penulisan hadis telah dilakukan sejak masa Nabi saw. dengan adanya paling tidak 52 sahabat yang memiliki naskah-naskah catatan hadis, sekaligus melakukan klarifikasi dan menambahkan minimal 21 nama sahabat yang pernah menjadi sekretaris Nabi saw. yang belum pernah diungkap oleh para sarjana hadis sebelumnya. (2) Memaparkan 20 bukti bahwa istilah sama>‘ dan tah}di>s\ tidak hanya untuk penyampaian verbal, melainkan juga digunakan untuk dikte, penerimaan, dan penyampaian hadis secara tertulis (3) Menunjukkan bukti tentang validitas isna>d melalui 3 hadis yang memiliki redaksi sama dan diriwayatkan oleh ratusan orang di berbagai wilayah yang berbeda. (4) Meneguhkan dan mengembangkan gagasan para muh}addis\i>n melalui sistematika langkah untuk melakukan uji kritik hadis, yang meliputi: Penelitian terhadap karakter periwayat, perbandingan silang atau mu‘a>rad}ah, dan kritik nalar. (5) Menyanggah teori-teori yang dikemukakan oleh para islamisis, seperti Goldziher dan Schacht, dan (6) Melakukan pembelaan dari kritik para pemikir muslim, seperti Ah}mad Ami>n dan Abu> Rayyah. ABSTRACT The position of hadith as the second source of Islamic teaching makes the study of hadith very important. Even to present, issue of authenticity of the hadith is still a debate among hadith thinkers, both from the muslim thinkers and the islamicist. Regarding the critique of islamicist against hadith, many of their questions are related to the lack of the historical data or documentary evidence that can ensure the authenticity of the hadiths. Therefore, a number of hadith scholars conducted intensive research, including Muh}ammad Mus}t}afa> al-A‘z}ami>, who sought to examine the hadith to show scientific data. It is interesting to study al-A‘z}ami>’s effort in proving the authenticity of hadiths scientifically through the thoughts in his works and his contribution in the study of hadith. Therefore, this study aimed to examine further al-A‘z}ami>’s thoughts and contributions given in the study of hadith, as well as the defense of the critique of the islamicist and muslim thinkers. This study was a research library with a qualitative approach, whereas the method of data collection used was the method of documentation, then the data was analyzed descriptively and critically. The results of this study found that the contributions made by al-A‘z}ami> in the study of hadith are: (1) to show the evidence that the writing of hadith had been made since the time of the Prophet. It was proven by the existence of at least 52 friends who had the documentation of the hadith texts, as well as to clarify and add at least 21 names of friends who had been the secretaries of the Prophet of Allah and had never been revealed by the previous hadith scholar. (2) to describe the 20 arguments showing that the term sama>‘ and tah}di>s\ that were not only used for verbal delivery but also for dictating, receiving, and teaching the hadith in written medium. (3) to proove the validity of the isna>d through his study of three hadith narrated by hundreds of people in many different areas, (4) to strengthen and develop the ideas of the muh}addis\i>n through systematic steps to test the hadith critique, including research on the character of the narrators, cross comparison or mu‘a>rad{ah, and critique of reason, (5) to deny the theories proposed by the islamicist, as Goldziher and Schacht. (6) to defend against critique from muslim thinkers such as Ah}mad Ami>n and Abu> Rayyah.

Item Type: Thesis (PhD)
Uncontrolled Keywords: Ilmu Hadis, Hadith Study
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.125 Hadits
Divisions: Program Pascasarjana > Program Doktor (S3)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 04 Sep 2013 02:45
Last Modified: 04 Sep 2013 02:45
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/17

Actions (login required)

View Item View Item