Peranan bimbingan dan penyuluhan dalam menanggulangi kesulitan belajar PAI (studi siswa MTs N Tanon Kabupaten Sragen)

Azkiyah, Takhzinul (2011) Peranan bimbingan dan penyuluhan dalam menanggulangi kesulitan belajar PAI (studi siswa MTs N Tanon Kabupaten Sragen). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
43111053_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
43111053_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (66kB) | Preview
[img]
Preview
Text
43111053_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (158kB) | Preview
[img]
Preview
Text
43111053_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (61kB) | Preview
[img]
Preview
Text
43111053_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (68kB) | Preview
[img]
Preview
Text
43111053_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (12kB) | Preview
[img]
Preview
Text
43111053_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (15kB) | Preview

Abstract

Yang menjadi rumusan masalah yaitu bagaimana kondisi kesulitan belajar di MTs N Tanon Kabupaten Sragen? Bagaimana bimbingan dan penyuluhan dalam menanggulangi kesulitan belajar di MTs N Tanon Kabupaten Sragen? Bagaimana peranan bimbingan dan penyuluhan dalam menanggulangi kesulitan belajar di Mts N Tanon Kabupaten Sragen? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan field research (penelitian lapangan). Data lapangan diperoleh dari informan guru bimbingan dan penyuluhan, siswa dan guru PAI. Sedangkan data kepustakaan yaitu diperoleh dari kajian pustaka berupa buku – buku dan karya ilmiah yang berkaitan dengan judul skripsi diatas. Dalam mengumpulkan data melalui observasi, wawancara (interview) dan dokumentasi. Dalam membahas dan menelaah data, peneliti menggunakan metode analisis kualitatif dengan menggunakan pola berpikir induktif yaitu berangkat dari fakta – fakta atau peristiwa – peristiwa yang bersifat empiris, kemudian temuan – temuan tersebut dipelajari dan di analisis sehingga dapat dibuat suatu kesimpulan dan generalisasi yang bersifat umum. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kondisi kesulitan belajar di MTs N Tanon Kabupaten Sragen ditandai dengan kemampuan belajar siswa yang rendah , ketidakmampuan untuk menggunakan kemampuan belajar yang tinggi secara optimal, kekurangan motif untuk belajar yang berlatar belakang masalah sosial emosional, kebiasaan –kebiasaan buruk yang dilakukan oleh peserta didik dalam situasi belajar mengajar dan dalam hubungan sosial, kesulitan – kesulitan yang berhubungan dengan kesehatan jasmani, kesulitan – kesulitan yang berhubungan dengan kelanjutan sekolah, kesulitan – kesulitan yang berhubungan dengan perencanaan dan pemilihan jenis pekerjaan setelah selesai mengikuti pelajaran apabila yang bersangkutan terpaksa tidak dapat melanjutkan pelajaran ke sekolah yang lebih tinggi, kesulitan – kesulitan yang berhubungan dengan masalah sosial emosional disekolah, yang berakar pada sikap peserta didik yang bersangkutan terhadap dirinya sendiri, lingkungan sekolah, keluarga dan lingkungan yang lebih luas. Bimbingan dan penyuluhan di MTs N Tanon Kabupaten Sragen pada hakikatnya adalah proses bantuan khusus yang diberikan pada peserta didik di MTs N TAnon Kabupaten Sragen dengan memperhatikan kemungkinan – kemungkinan dan kenyataan – kenyataan tentang adanya kesulitan yang dihadapi dalam rangka mengarahkan diri dan bertindak serta bersikap sesuai dengan tuntunan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. Jelaslah kiranya bahwa bimbingan pada peserta didik di MTs N Tanon Kabupaten Sragen, berdasar dan terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan di MTs N itu sendiri. Bimbingan dan penyuluhan di MTs N Tanon Kabupaten Sragen telah dapat membantu kepala sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran; membantu peserta didik untuk memperoleh tingkat perkembangan yang optimal sesuai dengan kemampuannya; membantu orang tua untuk memperoleh pengertian yang lebih baik tentang kebutuhan – kebutuhan anaknya, adanya perbedaan individual, sehingga orang tua dapat memperlakukan dan memberi layanan kepada anaknya secara tepat. Peranan kontribusi bimbingan dan penyuluhan dalam menanggulangi kesulitan belajar PAI siswa MTs Tanon Kabupaten Sragen antara lain: a. Mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya sendiri b. Mengatasi kesulitan dalam memahami lingkungannya yang meliputi lingkungan sekolah, keluarga dan kehidupan masyarakat yang lebih luas. c. Mengatasi kesulitan dalam mengidentifikasikan dan memecahkan masalah yang dihadapinya. d. Mengatasi kesulitan dalam menyalurkan kemampuan, minat dan bakat dalam bidang pendidikan dan kemungkinan pekerjaan secara tepat. Dalam layanan bimbingan belajar peranan guru dan konselor adalah saling membantu, mengisi dan menunjang. Sebagaimana disebutkan terdahulu, guru sebagai penguasa lapangan dan penggerak kegiatan pembelajaran peserta didik. Sedangkan konselor sebagai arsitek, penasehat dan penyumbang data, masukan dan pertimbangan bagi ditetapkannya layanan bimbingan belajar. Konselor dapat membantu penyelenggaraan mengolah dan menafsirkan nilai –nilai tes hasil belajar, tetapi tes itu sendiri dibuat oleh guru. Dalam hasil itu memang diharapkan adanya tes hasil belajar yang sudah dibakukan, tetapi sambil menunggu tersedianya tes baku itu,”tes buatan guru” adalah sangat penting.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Bimbingan dan Penyuluhan; Pendidikan Agama Islam (PAI)
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.77 Islamic religious education
300 Social sciences > 370 Education > 371 School management; special education
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 16 Apr 2014 07:29
Last Modified: 16 Apr 2014 07:29
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/1960

Actions (login required)

View Item View Item