Relevansi konsep Imam Al-Gazâlî tentang sabar dalam kitab Ihya Ulumuddin dengan tujuan pendidikan Islam

Husni, Amin (2011) Relevansi konsep Imam Al-Gazâlî tentang sabar dalam kitab Ihya Ulumuddin dengan tujuan pendidikan Islam. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
43111103_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (539kB) | Preview
[img]
Preview
Text
43111103_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (76kB) | Preview
[img]
Preview
Text
43111103_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (116kB) | Preview
[img]
Preview
Text
43111103_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (127kB) | Preview
[img]
Preview
Text
43111103_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (122kB) | Preview
[img]
Preview
Text
43111103_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (8kB) | Preview
[img]
Preview
Text
43111103_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (13kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini membahas konsep Imam Al-Gazâlî tentang sabar ditinjau dari tujuan pendidikan Islam. Realita fenomena di masyarakat terjadi suatu kesenjangan antara teori yang mengharuskan ikhtiar maksimal dengan sabar diri sepenuhnya tanpa usaha. Studi ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan bagaimana konsep sabar menurut Imam Al-Gazâlî? Bagaimana sabar menurut Imam Al-Gazâlî ditinjau dari tujuan pendidikan Islam? Permasalahan tersebut dibahas melalui studi kepustakaan (library research) dengan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Dalam membahas dan menelaah data, penulis menggunakan metode deskriptif Analisis. Kajian ini menunjukkan bahwa (1) Menurut Imam Al-Gazali, Allah telah mensifati orang-orang yang sabar dengan beberapa sifat, Dia menyebut sabar dalam Al-Qur'an pada lebih dari tujuh puluh tempat. Ketahuilah bahwa sabar adalah kedudukan dari kedudukan agama dan derajat dari derajat-derajat orang-orang yang menempuh jalan menuju Allah. Apabila mengkaji konsep sabar menurut Imam al-Ghazali sebagaimana telah dikemukakan dalam bab sebelumnya, maka konsepnya sangat penting dan relevan dengan pendidikan, kode etik pendidik (guru) dan kode etik peserta didik. Ali bin Abi Thalib memberikan syarat bagi peserta didik dengan enam macam, yang merupakan kompetensi mutlak dan dibutuhkan tercapainya tujuan pendidikan. Syarat yang dimaksud sebagaimana dalam syairnya: "Seorang santri harus tabah menghadapi ujian dan cobaan. Sebab ada yang mengatakan bahwa gudang ilmu itu selalu diliputi dengan cobaan dan ujian. Ali bin Abi Thalib, berkata, "Ketahuilah, kamu tidak akan memperoleh ilmu kecuali dengan bekal enam perkara, yaitu: cerdas, semangat, bersabar, memiliki bekal, petunjuk/bimbingan guru, dan waktu yang lama." (2) Hubungan konsep sabar menurut Imam al-Ghazali dengan tujuan pendidikan Islam sebagai berikut: pendidikan Islam ialah segala usaha untuk memelihara dan mengembangkan fitrah manusia serta sumber daya manusia yang ada padanya menuju terbentuknya manusia seutuhnya (insan kamil). Karena itu tujuan pendidikan Islam adalah terbentuknya insan kamil yang di dalamnya memiliki wawasan yang kaffah (utuh/lengkap/menyeluruh). Tujuan terakhir pendididikan Islam yaitu penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah. "Kata penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah" dalam bahasa agama disebut tawakkal yang dicerminkan oleh sikap sabar. Tujuan pendidikan Islam seperti ini sesuai pula dengan Konferensi Dunia Pertama tentang Pendidikan Islam (1977).

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Sabar; Pendidikan Islam
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.77 Islamic religious education
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 17 Apr 2014 03:38
Last Modified: 17 Apr 2014 03:38
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/1962

Actions (login required)

View Item View Item