Persepsi Santri terhadap Hadis Ightanim dan Implementasinya (Studi Kasus Santri Pondok Pesantren Salafiyyah Al-Munawir Gemah Pedurungan Semarang)

Siswoyo, M. (2013) Persepsi Santri terhadap Hadis Ightanim dan Implementasinya (Studi Kasus Santri Pondok Pesantren Salafiyyah Al-Munawir Gemah Pedurungan Semarang). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
084211020_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
084211020_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (167kB) | Preview
[img]
Preview
Text
084211020_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (163kB) | Preview
[img]
Preview
Text
084211020_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (72kB) | Preview
[img]
Preview
Text
084211020_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (105kB) | Preview
[img]
Preview
Text
084211020_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (19kB) | Preview
[img]
Preview
Text
084211020_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (41kB) | Preview

Abstract

Dari hasil pengamatan dapat penulis simpulkan bahwa persepsi Santri Ponpes Salafiyyah al-Munawir sangat beragam ketika menginterpretasikan hadis Ightanim. Ketika membahas tema hadis tentang manfaatkan masa sempat sebelum masa sempit para santri aktif lebih dominan memiliki pemahaman bahwa masa sempat harus digunakan untuk ibadah, zikir, sedekah, dan muamalah sunnah lainnya tapi harus tetap diimbangi dengan usaha atau bekerja bukan hanya sekedar pasrah dengan do’a. Ada pun faktor yang mempengaruhi pola pikir santri aktif diantaranya mereka menganggap hadis terutama hadis Ightanim merupakan nasehat suci sebagai jembatan menuju Surga, pengalaman pribadi ketika tertimpa musibah dan mendapat pertolongan dari Allah sehingga mereka merasa hidup hanya milik Allah dan akan kembali kepada-Nya, dan kehidupan santri aktif lebih cenderung religius baik ketika dilingkungan pesantren, rumah maupun di luar sehingga pola pikir membawa merasa ke samudra nikmat syukur dan gampang mengucapkan syukur serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, serta cara gaya hidup mereka juga relatif sederhana. Sedangkan santri pasif kecenderungan mereka tentang persepsi hadis manfaatkan masa sempat sebelum masa sempit lebih fokus memberikan pemahaman ke hal-hal dunia kaitannya dengan bekal hidup dan masih sedikit menjunjung tinggi nilai relegius akibatnya ibadah sering molor, jarang mengikuti kegiatan keagamaan, sulit merasakan nikmat syukur, gampang frustasi dan menyalahkan keadaan. Adapun faktor yang mempengaruhi pola pikir santri pasif diantaranya karena pengaruh lingkungan pergaulan mereka di luar kontrol orang tua, sikap manja yang berlebihan dari orang tua, kurang taatnya santri pasif terhadap peraturan di pesantren itu mungkin dikarenakan kurang tegasnya dari pengurus pesantren dan kurang fasilitas pendukung untuk mengembangkan potensi santri, pola pikir mereka juga dipengaruhi karena di pesantren hanya sekedar penerpan ilmu teoritis tanpa praktis sehingga tidak membekas di hati mereka. Sedangkan secara aplikatif santri aktif sangat memahami nilai yang terkandung dalam hadis ‘manfaatkan masa sempat sebelum masa sempit’, mereka mampu menerapkan nilai tersebut di dalam kehidupan mereka walaupun sebagian kecil masih ada yang belum maksimal menerapkannya. Adapun yang menyebabkan penerapan hadis Ightanim tersebut karena bagi mereka hadis adalah fondasi kedua setelah al-Qur’an. bagi mereka sangat relevan dengan zaman. Disamping itu, penghambat penerapan nilai dalam hadis Ightanim diantaranya kurangnya teladan seorang pengajar atau Ustadz/ah, dan kurangnya fasilitas praktek di pesantren. Sedangkan santri pasif secara aplikatif mereka menganggap hadis hanya teks dan kadang tidak relavan dengan tuntutan zaman, sikap jujur diantaranya akan mempersulit karir seseorang dan akan terus terpelosok dikehidupan miskin. Sehingga santri pasif selalu berpedoman dengan prinsip usaha keras dengan cara apapun asal mereka berhasil walaupun harus menyampingkan nilai-nilai yang terkandung dalam hadis. Adapun faktor yang mempengaruhi mereka diantaranya himpitan ekonomi, karir, rasa gengsi, terbiasa hidup mewah dan sikap manja yang diberikan orang tua mereka, sedangkan dipesantren mereka kurang mendapatkan perhatian ekstra dari pengurus.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Hadis Ightanim ; Santri Pondok Pesantren
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.125 Hadits
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 20 Nov 2013 04:45
Last Modified: 20 Nov 2013 04:45
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/199

Actions (login required)

View Item View Item