Fatwa Tokoh Agama tentang Distribusi Zakat ( Studi Kasus Pemahaman Tokoh Agama Desa Sungai Pasir Kecamatan Pantai Lunci Kabupaten Sukamara Provinsi Kalimantan Tengah Terhadap Surat At-Taubah ayat 60 )

Munir, Misbahul (2013) Fatwa Tokoh Agama tentang Distribusi Zakat ( Studi Kasus Pemahaman Tokoh Agama Desa Sungai Pasir Kecamatan Pantai Lunci Kabupaten Sukamara Provinsi Kalimantan Tengah Terhadap Surat At-Taubah ayat 60 ). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
084211021_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
084211021_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (161kB) | Preview
[img]
Preview
Text
084211021_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (237kB) | Preview
[img]
Preview
Text
084211021_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (183kB) | Preview
[img]
Preview
Text
084211021_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (146kB) | Preview
[img]
Preview
Text
084211021_Bab5.pdf - Bibliography

Download (30kB) | Preview

Abstract

Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah 1) apa yang melatarbelakangi fatwa tokoh agama terhadap distribusi zakat di desa Sungai Pasir khususnya kepada dukun bayi. 2) Bagaimana metodologi tokoh agama desa Sungai Pasir dalam memahami surat at-Taubah ayat 60. Penelitian ini bertujuan; 1) Untuk mengetahui faktor yang melatar belakangi fatwa tokoh agama desa Sungai pasir tentang distribusi zakat kepada dukun bayi 2) Untuk mendapatkan informasi tentang pendapat-pendapat mereka tentang maksud Surat at-Taubah ayat 60 guna menganalisa metodologi yang mereka gunakan. Populasi atau obyek dalam penelitian ini adalah individu muslim yang terdiri dari tokoh agama desa Sungai Pasir. Adapun yang dijadikan obyek dalam penelitian ini adalah sebanyak 10 tokoh agama yang tinggal di RT 03, 04, RT 05, RT 06, dan RT 07. Dalam menjawab permasalahan tersebut, Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Adapun teknik pengumpulan datanya menggunakan metode observasi dan wawancara. Sesuai dengai tujuan tersebut, data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah individu muslim yang terdiri dari pemahaman dan penjelasan 10 tokoh agama desa Sungai Pasir. Adapun data sekundernya dalah penjelasan para mufassir dalam kitab tafsirnya, kitab-kitab hadist, dan buku-buku lain yang relevan dengan penelitian ini serta penjelasan warga desa Sungai Pasir. Surat at-Taubah ayat 60 merupakan satu-satunya ayat yang menjelaskan sasaran zakat (distribusi zakat) secara tegas dalam al-Qurān. Ulama sepakat bahwa yang berhak menerima zakat itu ada delapan golongan (diluar perbedaan mereka tentang fakir dan miskin itu sama dan ada beberapa ashnaf yang dihapus atau tidak berlaku lagi) yaitu orang fakir, miskin, ‘amīl , muallaf, riqab (budak), ghārimin (orang berhutang), Sabīlillāh, dan ibnu sabīl. Sabīlillāh selama ini menjadi perdebatan yang cukup serius di kalangan banyak ulama. Ada yang berpendapat bahwa bahwa sabīlillāh dalam surat at-Taubah ayat 60 bersifat khusus, yakni bagi pejuang atau peperangan melawan orang kafir dan ada yang berpendapat Sabīlillāh pada ayat tersebut bersifat umum, yakni mencakup segala hal yang mengacu pada jalan Allah (kebaikan). Salah satu faktornya adalah belum adanya batasan yang jelas terkait hal ini, dan kata Sabīlillāh sendiri mengalami pengulangan berkali-kali dalam AlQurān, bahkan lebih dari enam puluh kali. Hal ini ( perbedaan para mufasir dalam memberikan makna atau maksud ayat) menjadi problema tersendiri bagi masyarakat dalam memahami dan mengaplikasikan firman-firman Allah Swt. Di desa Sungai Pasir Kecamatan Pantai Lunci Kabupaten Sukamara Provinsi Kalimantan Tengah, ada sebuah teradisi distribusi zakat fitrah kepada dukun bayi. Tradisi ini berlaku bagi keluarga yang baru mendapatkan karunia berupa anak hingga dia mencapai umur 5 tahun. Adapun yang menjadi alasan mereka dalam mendistribusikan zakat kepada dukun bayi diantaranya adalah untuk membayar jasa dukun ketika membantu dalam proses melahirkan dan berdasarkan kesepakatan tokoh agama tahun 1953 bahwa dukun bayi termasuk dalam kelompok sabīlillāh. Dukun bayi termasuk sabīlillāh sudah ditetapkan oleh tokoh agama desa Sungai Pasir, ‘amīl , dan pemerintahan setempat pada tahun 1953. Adapun yang menjadi latar belakang mereka adalah; 1) karena jasa dukun bayi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat (maslahah al-‘ammah). Tugasnya yang berat dan mulia tetapi tidak adanya ketetapan upah oleh dukun bayi bagi keluarga yang melahirkan. Jasanya yang menolong keberlangsungan generasi muslim dan memberikan ketenangan kepada ibu melahirkan tanpa mengharapkan bayaran, menjadikan sosok ini dipandang dimasyarakat. 2) belum adanya fasilitas keshatan seperti bidan dan puskesmas atau jauhnya rumah sakit. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tokoh agama desa Sungai Pasir pada saat ini mempunyai pemahaman yang bervariasi tentang ketetapan posisi dukun bayi sebagai sabīlillāh dalam keberhakannya menerima zakat. di antara mereka ada yang sependapat dengan ketetapan ini karena maknai sabīlillāh disini menyangkut kemaslahatan umum. Ada juga yang membantah ketetapan ini karena kondisi sekarang sudah berbeda dengan dahulu. Kalau dahulu belum adanya fasilitas kesehatan dan ketetapan upah, sekarang fasilitas kesehatan sudah ada dan upah dukun bayi telah ditetapkan bahkan sekarang dalam proses melahirkan, dukun bayi bekerjasama dengan bidan setempat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi para tokoh agama khususnya ‘amīl zakat dalam mendistribusikan zakat sebagaimana yang telah diajarkan oleh al-Qurān, khususnya pada kasus sabīlillāh dan terlebih pada kasus dukun bayi. Sehingga peran dan fungsi zakat baik secara horizontal maupun fertikal dapat dirasakan dan diterima dimasyarakat muslim.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Fatwa ; Zakat
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.54 Zakat (Wakaf, Hibah, Infak, Sedekah, dll.)
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 20 Nov 2013 04:46
Last Modified: 20 Nov 2013 04:46
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/200

Actions (login required)

View Item View Item