Studi analisis pendapat Imam Abu Hanifah tentang kewajiban suami pada istri yang di li’an

Nursamsiyah, Nani (2011) Studi analisis pendapat Imam Abu Hanifah tentang kewajiban suami pada istri yang di li’an. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
52111032_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (640kB) | Preview
[img]
Preview
Text
52111032_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (94kB) | Preview
[img]
Preview
Text
52111032_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (174kB) | Preview
[img]
Preview
Text
52111032_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (100kB) | Preview
[img]
Preview
Text
52111032_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (80kB) | Preview
[img]
Preview
Text
52111032_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (11kB) | Preview
[img]
Preview
Text
52111032_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (14kB) | Preview

Abstract

Islam telah mensyari’atkan li’an, mengatur tata cara li’an dan menjelaskan akibat hukum li’an. Menurut istilah dalam hukum Islam, li’an adalah sumpah yang diucapkan oleh suami ketika ia menuduh istrinya berbuat zina dengan empat kali kesaksian bahwa ia termasuk orang yang benar dalam tuduhannya, kemudian pada sumpah kesaksian kelima disertai pernyataan bahwa ia bersedia menerima laknat Allah jika ia berdusta dalam tuduhan yaitu. Namun dalam persoalan kewajiban suami pada istri yang dili’an, apakah istri diberikan nafkah dan tempat tinggal selama masa iddah masih terjadi perbedaan pendapat. Menurut jumhur ulama berpendapat bahwa li’an menyebabkan bekas istri tidak berhak mendapatkan nafkah selama iddahnya, juga tidak mendapatkan tempat tinggal. Sedangkan menurut Imam Abu Hanifah mewajibkan memberikan tempat tinggal pada istri yang dili’an. Dari perbedaan pendapat di atas penulis ingin mencoba menguraikan pendapat Imam Abu Hanifah tentang kewajiban suami pada istri yang dili’an. Adapun pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Apa sajakah kewajiban suami pada istri yang dili’an menurut Imam Abu Hanifah? (2) Bagaimana metode istimbath hukum yang digunakan Imam Abu Hanifah tentang kewajiban suami pada istri yang dili’an? Dalam penelitian skripsi ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis. Dan jenis penelitian ini adalah library research, yaitu usaha untuk memperoleh data dengan menggunakan sumber kepustakaan. Artinya meneliti buku-buku yang ada relevansinya dengan permasalahan yang sedang dibahas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Imam Abu Hanifah li’an seperti halnya talak ba’in, oleh karena itu seorang suami wajib memberikan nafkah dan tempat tinggal terhadap istri selama masa iddah. Alasan beliau dalam hal ini adalah ketika pernikahan sudah terjadi, maka suami wajib memberikan nafkah. Apalagi ketika perpisahan sudah terjadi, suami lebih diwajibkan memberikan nafkah dan tempat tinggal pada istri selama masa iddah. Dalam beristinbath hukumnya, Imam Abu Hanifah menggunakan qiyas dikarenakan li’an disamakan dengan perceraian talak ba’in karena impoten, sehingga hukumnya wajib memberikan nafkah dan tempat tinggal. Semua itu dilakukan untuk memberikan sanksi yang tegas pada suami agar lebih memperhatikan kebutuhan istri dan tanggung jawab sebagai suami.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Kewajiban Suami; Li’an
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 24 Apr 2014 06:25
Last Modified: 24 Apr 2014 06:25
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/2006

Actions (login required)

View Item View Item