Analisis pelaksanaan fatwa DSN-MUI no. 25/DSN-MUI/III/2002 tentang rahn (studi pelaksanaan gadai syari’ah di BTN Syari’ah Semarang)

Masfiah, Siti Hani (2011) Analisis pelaksanaan fatwa DSN-MUI no. 25/DSN-MUI/III/2002 tentang rahn (studi pelaksanaan gadai syari’ah di BTN Syari’ah Semarang). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
62311026_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (997kB) | Preview
[img]
Preview
Text
62311026_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (69kB) | Preview
[img]
Preview
Text
62311026_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (65kB) | Preview
[img]
Preview
Text
62311026_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (73kB) | Preview
[img]
Preview
Text
62311026_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (74kB) | Preview
[img]
Preview
Text
62311026_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (17kB) | Preview
[img]
Preview
Text
62311026_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (11kB) | Preview

Abstract

Hal ini di latar belakangi bahwa gadai merupakan salah satu katagori dari perjanjian utang piutang untuk suatu kepercayaan dari yang berpiutang, maka yang berhutang menggadaikan barangnya sebagai jaminan terhadap utangnya. Secara konseptual operasional gadai syari’ah tidak jauh beda dengan pegadaian konvensional, perbedaan utama antara biaya rahn dan bunga pegadaian adalah dari sifat bunga yang bisa berakumulasi dan berlipat ganda, sedang biaya rahn hanya sekali dan ditetapkan dimuka. Adapun perumusan masalah adalah: a). Bagaimana Pelaksanaan Gadai Syari’ah Di BTN Syari’ah Semarang? b). Apakah Pelaksanaan Gadai Syari’ah Sesuai Dengan Fatwa DSN-MUI No.25/DSN-MUI/III/2002? Jenis penelitian ini dilihat dari objeknya termasuk penelitian lapangan atau field research yang dilakukan di BTN Syari’ah Semarang. Untuk mendapatkan data yang valid, penulis menggunakan beberapa metode pengumpulan data yaitu dokumentasi dan wawancara. Sumber data dalam penelitian ini ada dua yaitu sumber data primer (secara langsung) hasil dari wawancara dengan para pihak Bank yang terkait dan sumber data sekunder (tidak langsung) berupa dokumen-dokumen, buku, catatan dan sebagainya. Setelah data-data terkumpul maka penulis menganalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan gadai syari’ah di BTN Syari’ah Semarang menggunakan dua akad yaitu akad Qardh artinya akad pemberian hutang piutang dari Bank kepada Nasabah yang disertai dengan penyerahan tugas agar Bank menjaga barang jaminan yang telah diserahkan oleh nasabah. Dan akad Ijarah dalam menentukan biaya perawatan, pemeliharaan, dan penyimpanan barang milik nasabah, yang berdasarkan pada jumlah berat dan kadar emas dalam menentukan pinjaman. Bank akan mendapatkan fee atau upah atas jasa yang diberikan kepada penggadai atau bayaran atas jasa sewa tempat yang diberikan kepada penggadai. Hal ini berarti dalam penentuan biaya pemeliharaan dan penyimpanan barang tidak sesuai dengan ketentuan fatwa DSN-MUI No. 25/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Fatwa MUI; Gadai Syari’ah; Rahn
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.14 Religious Ceremonial Laws and Decisions
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 29 Apr 2014 04:40
Last Modified: 29 Apr 2014 04:40
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/2043

Actions (login required)

View Item View Item