Studi analisis arah kiblat masjid Baitussalam dukuh Girikusuma desa Banyumeneng kecamatan Mranggen kabupaten Demak

Ma’arif, Muhammad Syamsul (2011) Studi analisis arah kiblat masjid Baitussalam dukuh Girikusuma desa Banyumeneng kecamatan Mranggen kabupaten Demak. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
72111068_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
72111068_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (53kB) | Preview
[img]
Preview
Text
72111068_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (696kB) | Preview
[img]
Preview
Text
72111068_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (44kB) | Preview
[img]
Preview
Text
72111068_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (75kB) | Preview
[img]
Preview
Text
72111068_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (8kB) | Preview
[img]
Preview
Text
72111068_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (16kB) | Preview

Abstract

Masjid Baitussalam terletak di Dukuh Girikusuma Desa Banyumeneng Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Masjid tersebut merupakan masjid keramat dan terjaga keasliannya. Sejak didirikan sampai sekarang ini yaitu + selama 197 tahun struktur bangunan dan arah kiblat masjid masih seperti awal didirikannya. Selain itu proses pendirian masjid tersebut hanya dalam waktu 4 jam yaitu dari pukul 21.00-01.00 WIB. Masjid tersebut sekarang ini terdiri dari tiga bangunan. Yaitu bangunan asli, tengah dan teras. Masyarkat Girikusuma dan sekitar merupakan masyarakat yang menganut ajaran Thariqah Naqsabandiyah Khalidiyah. Ciri khusus thariqah ini adalah mengikuti syari’at secara ketat, keseriusan dalam beribadah dan mengutamakan berdzikir dalam hati dan menolak musik dan tari. Selain itu, ketaatan dan kepatuhan kepada mursyid adalah suatu keharusan bagi mereka. Ketika terdapat pengetahuan ataupun budaya baru yang belum diizinkan oleh mursyid, maka masyarakat belum berani menerima secara penuh. Para tokoh masyarakat setempat meyakini bahwa arah kiblat masjid Baitussalam sudah lurus ke arah kiblat. Meskipun sebagian dari mereka taqlid kepada pendiri masjid, tetapi ada sebagian kecil melakukan pengecekan arah kiblat masjid tersebut menggunakan alat bantu sejenis kompas yang sering disebut pangdom. Sedangkan menurut salah satu tamu yang berasal dari Lebanon mengatakan bahwa arah kiblat masjid Baitussalam kurang serong ke Utara. Untuk itu, Perubahan shaf masjid perlu dilakukan agar keabsahan shalat terpenuhi. Kepercayaan dan keyakinan masyarakat yang sangat kuat menyebabkan kabar kemelencengan arah kiblat masjid Baitussalam tidak direspon. Sehingga, tidak ada tindakan lebih lanjut tentang hal tersebut. Untuk memperoleh kebenaran arah kiblat masjid tersebut, penulis melakukan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan tehnik analisis verifikatif. Sehingga untuk pengumpulan data penulis menggunakan cara interview, dokumentasi, dan observasi lapangan dengan menggunakan metode azimut kiblat dan metode bayang-banyang matahari. Menurut data hisab kiblat kontemporer, Masjid Baitussalan memiliki azimut 294o 30’ 26,39”. Tetapi hasil pengecekan lapangan penulis memperoleh data bahwa Masjid Baitussalam memiliki arah kiblat yang berbeda-beda di setiap bangunannya. Yaitu arah kiblat bangunan asli kurang ke Utara 4o 14’ 35,6”, arah kiblat bangunan tengah kurang ke Utara 2o 32’ 53,64”, dan arah kiblat bangunan teras lurus sempurna.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: arah kiblat; penentuan arah kiblat
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
500 Natural sciences and mathematics > 520 Astronomy and allied sciences > 525 Earth (Astronomical geography)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 06 May 2014 03:55
Last Modified: 06 May 2014 03:55
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/2077

Actions (login required)

View Item View Item