Kisah Peperangan antara Thalut dan Jalut dalam Tafsir Fī Ḍilālill Qur’an Karya Sayyid Qutub

Mumayasari, Devi (2013) Kisah Peperangan antara Thalut dan Jalut dalam Tafsir Fī Ḍilālill Qur’an Karya Sayyid Qutub. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
094211030_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (27kB) | Preview
[img]
Preview
Text
094211030_Daftar isi.pdf - Accepted Version

Download (31kB) | Preview
[img]
Preview
Text
094211030_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (169kB) | Preview
[img]
Preview
Text
094211030_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (116kB) | Preview
[img]
Preview
Text
094211030_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (205kB) | Preview
[img]
Preview
Text
094211030_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (80kB) | Preview
[img]
Preview
Text
094211030_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (22kB) | Preview
[img]
Preview
Text
094211030_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (16kB) | Preview

Abstract

Di dalam al-Qur’an dinyatakan bahwa Yahudi dan Nasrani tidak akan rela sebelum umat Islam mengikuti agama mereka, dan ini menunjukan bahwa orang-orang yahudi sebagai salah satu ancaman terhadap umat Islam secara tidak langsung. Namun sebenarnya pernyataan-pernyataan yang terkait erat dengan konteks historis ini sering dipahami secara kurang tepat, terlebih ketika terdapat motif untuk mempertahankan kepentingan umat Islam. Hal ini menjadikan peran penafsir al-Quran sangat penting terutama untuk mendudukan pemahaman terhadap al-Qur’an sebagaimana yang dikehendaki oleh ayat itu. dan kisah-kisa Yahudi dan Nasrani yang mencerminkan karakteristik masing-masing akan bermanfaat ketika dipahami sebagai pelajaran bukan sekedar sebagai sebuah kecaman terhadap kelompok tertentu. Sayyid Qutub adalah seorang kritikus sastra novelis pemikir Islam dan aktifis Islam mesir pada abad kedua puluh, tulisanya yang menggebu mengandung citra yang kuat tentang penyakit masyarakat kontemporer dan idealisasi iman melalui kata-kata teks suci. tulisanya tersebut dituangkan dalam salah satu karyanya yaitu Fī Ḍilālill Qur’an. Sayyid Qutub dalam menafsirkan al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 249, menurutnya, kalimat itu mengandung arti sebuah struktur, bangunan, serta dalil yang kuat dan akurat Dia menjelaskan bahwa setiap kata atau kalimat mengandung maksud yang khusus, sesuai dengan makna dan pengarahan yang dikehendaki. setiap tanda dan isyarat mempunyai tujuan yang jelas, saling berkaitan, tidak ada perbedaan antara yang satu dengan yang lain, dan membentuk satu sistem yang kokoh. Pada Q.S al-Baqarah 249 menjelaskan bagaimana Thalut dapat memenangkan peperangan dengan Israel, sedangkan jumlah pasukan Thalut jauh lebih sedikit di banding pasukan Israel. Hal ini dikarenakan Thalut dan pasukannya sangat yakin akan bertemunya mereka dengan Allah. Maka dari itu Thalut dan pasukanya tidak tergoda dengan ujian yang telah diberikan oleh Allah yakni berupa sungai di selasela perjalananya untuk berperang melawan Israel. Dari kisah itulah kita dapat menjadikan ayat tersebut menjadi cermin dalam kehidupan kita selanjutnya. dan dapat mengingatkan kita bahwa kemenagan tidak selamanya diukur dari banyaknya jumlah atau kuantitas suatu golongan, melainkan Kualitas dan keyakinan itu lebih mempengaruhi, tentunya tidak terlepas dari izin Allah. Meskipun demikian, Sayyid Qutub juga hanyalah seorang Manusia biasa tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan adapun kekurangan yang terdapat pada tafsir Fī Ḍilālill Qur’an, Keterbatasan bacaan membuat tafsir yang Ia tulis amat kental dengan pendapat pribadi. Hal ini amat terasa dalam Zhilal. Berbeda dengan tafsir klasik dan modern lain yang dipenuhi kutipan-kutipan perkataan Nabi Muhammad dan ulama masa lalu untuk mendukung pendapat sang penafsir.  

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Thalut dan Jalut ; Tafsir Fī Ḍilālill Qur’an ; Sayyid Qutub
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.6 Islamic history
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 22 Nov 2013 06:44
Last Modified: 22 Nov 2013 06:44
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/230

Actions (login required)

View Item View Item