Peran Lembaga Sensor Film dalam penentuan kelayakan film di Indonesia pada tahun 2011 (perspektif dakwah)

Isbach, Muhammad shofi F. (2014) Peran Lembaga Sensor Film dalam penentuan kelayakan film di Indonesia pada tahun 2011 (perspektif dakwah). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
081211024_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (691kB) | Preview
[img]
Preview
Text
081211024_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (111kB) | Preview
[img]
Preview
Text
081211024_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (162kB) | Preview
[img]
Preview
Text
081211024_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (256kB) | Preview
[img]
Preview
Text
081211024_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (154kB) | Preview
[img]
Preview
Text
081211024_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (40kB) | Preview
[img]
Preview
Text
081211024_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (18kB) | Preview

Abstract

Globalisasi telah mempengaruhi kehidupan manusia di belahan dunia, informasi dengan sangat mudah dapat diakses di berbagai negara tak terkecuali Indonesia. Salah satu yang membawa pengaruh adalah film. Keberadaan film tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Hampir setiap hari masyarakat menikmati sajian film melalui TV, bioskop, CD, dll. Sepanjang tahun 2011, terdapat beberapa film Indonesia yang isinya dinilai vulgar dan mengundang kontroversi. Misalnya, Pocong Mandi Goyang Pinggul, Pacar Hantu Perawan, dll. Beberapa adegan dalam film yang tidak mencerminkan karakter dan budaya bangsa. Sebagai upaya untuk membatasi dan mengurangi dampak buruk film, pemerintah membentuk Lembaga Sensor Film yang bertugas menyensor tayangan dan adegan film yang tidak sesuai dengan UU No.33 Tahun 2009 tentang perfilman. Namun, apakah fungsi dan wewenangnya dijalankan dengan semestinya sebagai upaya mencegah kemunkaran? Berdasarkan hal tersebut, peneliti merumuskan permasalahan sebagai berikut : Bagaimana peran Lembaga Sensor Film dalam penentuan kelayakan film di Indonesia pada tahun 2011 (perspektif dakwah). Penelitian ini bermanfaat untuk menganalisa terhadap peran LSF dari perspektif dakwah. Adapun jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif, dan pendekatan deskriptif yaitu mengumpulkan data dan informasi untuk disusun, dijelaskan dan dianalisis. Analisis data menggunakan teori Miles-Huberman melalui kategorisasi dan menggunakan metode interpretasi untuk mendeskripsikan data. Data berupa hasil wawancara yang berkaitan dengan kinerja dan tugas LSF serta dokumentasi hasil sensor pada tahun 2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lembaga Sensor Film memiliki 3 peran yaitu sebagai lembaga penyensor, peran sosialisasi terhadap kegiatan dan usaha perfilman, serta peran koordinasi dengan berbagai pihak di bidang perfilman. Sesuai tugas dan fungsinya, Lembaga Sensor Film dapat dikatakan sebagai salah satu gatekeepers yaitu “palang pintu” yang dimiliki oleh Indonesia. Setiap film yang akan beredar dan tayang di Indonesia harus melalui “pintu” LSF terlebih dahulu. Keputusan yang diambil LSF dilakukan secara musyawarah, sosialisasi dan koordinasi juga dilakukan secara persuasi dan sejalan dengan upaya dakwah untuk mencegah kemunkaran melalui dampak film. Kinerja LSF juga searah dengan konsep dakwah dalam Al-Qur’an meskipun ada beberapa hal yang belum dijalankan maksimal.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Lembaga Sensor Film; Media Dakwah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.74 Dakwah
700 The arts > 790 Recreational and performing arts > 791 Public performances
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 24 Oct 2014 07:06
Last Modified: 24 Oct 2014 07:06
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/2575

Actions (login required)

View Item View Item