Analisis identifikasi risiko pembiayaan pada lembaga keuangan Bank BNI Syari’ah Cabang Semarang

Rahman, Visda Aulia (2014) Analisis identifikasi risiko pembiayaan pada lembaga keuangan Bank BNI Syari’ah Cabang Semarang. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
072411083_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (817kB) | Preview
[img]
Preview
Text
072411083_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (35kB) | Preview
[img]
Preview
Text
072411083_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (116kB) | Preview
[img]
Preview
Text
072411083_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (11kB) | Preview
[img]
Preview
Text
072411083_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (139kB) | Preview
[img]
Preview
Text
072411083_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (10kB) | Preview
[img]
Preview
Text
072411083_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (7kB) | Preview

Abstract

BNI Syari’ah cabang Semarang merupakan lembaga keuangan mikro yang aktif memberikan pembiayaan kepada masyarakat khususnya golongan mikro. Risiko operasional yang mungkin muncul pada saat pemrosesan pembiayaan sangat penting untuk dikelola dalam rangka meningkatkan kualitas pembiayaan yang pada akhirnya dapat meminimalkan pembiayaan yang bermasalah. Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui faktor-faktor yang dijadikan pertimbangan dalam pemberian pembiayaan oleh BNI Syari’ah cabang Semarang, (2) Mengetahui risiko-risiko operasional yang timbul dari pemberian pembiayaan oleh BNI Syari’ah cabang Semarang, (3) Mengetahui pengelolaan risiko operasional terhadap pembiayaan yang diberikan oleh BNI Syari’ah cabang Semarang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara, pengamatan langsung terhadap objek serta pengumpulan data melalui dokumen pembiayaan. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan yang diterbitkan oleh BNI Syari’ah serta literatur-literatur yang mendukung penelitian ini. Analisis penelitian dilakukan secara kualitatif. Pemberian pembiayaan yang dilakukan oleh BNI Syari’ah cabang Semarang memperhatikan syarat yaitu berupa pendekatan syarat cabang Semarang serta pendekatan terhadap 5C (Character, Capital, Capacity, Collateral dan Condition). Risiko pembiayaan berasal dari tiga kelompok utama. Kelompok pertama adalah kondisi makro Indonesia secara global yang menyangkut keadaan ekonomi maupun politik. Kelompok risiko yang kedua berkaitan dengan kebijakan pemerintah daerah. Sedangkan kelompok risiko yang ketiga berkaitan dengan aktivitas BNI Syari’ah cabang Semarang itu sendiri. Identifikasi terhadap risiko operasional pada pembiayaan yang timbul mencakup manajemen risiko pembiayaan, proses dan pengajuan pembiayaan serta pada saat tindak lanjut setelah pembiayaan diberikan. Risiko yang muncul dinilai dampak dan kemungkinan terjadinya untuk menunjukkan tingkatan risiko. BNI Syari’ah cabang Semarang melakukan beberapa upaya pengelolaan terhadap risiko operasional yang muncul tersebut dengan beberapa cara yaitu: adanya monitoring tiap satu minggu sekali untuk menilai prestasi angsuran mitra dan mengawasi prestasi angsuran mitra tersebut untuk membuat tindakan yang tepat untuk penanganan pembiayaan bermasalah. Evaluasi bulanan dan semesteran juga dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas pembiayaan selama satu bulan dan membuat perencanaan untuk bulan berikutnya serta menyusun rencana penanganan pembiayaan yang bermasalah.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Risiko Pembiayaan; Bank Syari’ah; Lembaga Keuangan
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics
300 Social sciences > 330 Economics > 332 Financial economics
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Ekonomi Islam
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 06 Nov 2014 04:38
Last Modified: 06 Nov 2014 04:38
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/2650

Actions (login required)

View Item View Item