Analisis pendapat Ibnu Qudamah tentang larangan bersetubuh dengan istri yang istihadhah

Taufiqi, Muhamad Abit (2014) Analisis pendapat Ibnu Qudamah tentang larangan bersetubuh dengan istri yang istihadhah. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
092111053_coverdll.pdf - Accepted Version

Download (491kB) | Preview
[img]
Preview
Text
092111053_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (86kB) | Preview
[img]
Preview
Text
092111053_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (149kB) | Preview
[img]
Preview
Text
092111053_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (73kB) | Preview
[img]
Preview
Text
092111053_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (88kB) | Preview
[img]
Preview
Text
092111053_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (9kB) | Preview
[img]
Preview
Text
092111053_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (13kB) | Preview

Abstract

Konsekuensi dari perkawinan adalah adanya hubungan lahir batin antara seorang laki-laki dan perempuan secara sah dan di atas pundak masing-masing terletak tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan jujur. Apabila akad nikah telah berlangsung dan sah memenuhi rukun dan syaratnya, maka akan menimbulkan hak dan kewajiban selaku suami isteri dalam keluarga. Salah satu hak dan kewajiban suami adalah bersetubuh. Kodrat wanita yang tidak bisa dihindari dan sangat erat kaitannya dengan aktifitas sehari-hari adalah keluarnya darah dari farji. Darah yang keluar tersebut terbagi menjadi tiga, yaitu haidh, nifas dan istihadhah. Para ulama bersepakat akan ketidakbolehan bersetubuh pada waktu haidh dan nifas dengan mendasarkan pada QS. al-Baqarah 222. Akan tetapi mereka berselisih pendapat mengenai istri yang istihadhah. Madzhab Hanafi, Maliki dan Syafi’i menyatakan akan kebolehan melakukan hubungan biologis dengan istri yang istihadhah. Berbeda dari ketiga imam tersebut adalah pendapat Ibnu Qudamah, beliau menyatakan tentang ketidakbolehan bersetubuh dengan istri yang istihadhah. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Mengapa Ibnu Qudamah melarang bersetubuh dengan istri yang istihadhah. 2) Bagaimanakah istinbath hukum Ibnu Qudamah tentang larangan bersetubuh dengan istri yang istihadhah. Jenis penelitian adalah penelitian kepustakaan (library research), yang memusatkan kajian pada sumber primer berupa tulisan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Oleh karena itu metode analisis dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ibnu Qudamah melarang bersetubuh dengan istri yang istihadhah karena menurutnya istihadhah sama dengan haidh, pendapat tersebut didasarkan pada perkataan ‘Aisyah yang diriwayatkan oleh al Khalal. ‘Aisyah menyatakan bahwa hukum wanita yang istihadhah sama dengan wanita yang haidh dengan‘illat berupa al adza. Oleh karena itu ‘Aisyah melarang dan mengharamkan suami menyetubuhi istri yang istihadhah. Menurut penulis, hukum bersetubuh dengan istri yang istihadhah diperbolehkan berdasarkan pada hadits Nabi Saw, akan tetapi apabila timbul madharat, maka hukumnya akan berubah, yaitu tidak diperbolehkan. Istinbath hukum Ibnu Qudamah tentang larangan bersetubuh dengan istri yang istihadhah adalah dengan metode qiyas, yakni menyamakan wanita istihadhah dengan wanita haidh dengan ‘illat berupa al adza. Setelah penulis melakukan penelusuran dari literatur-literatur yang terkait dengan pembahasan, penulis menemukan hadits tentang kebolehan bersetubuh dengan istri yang istihadhah. Sesuai dengan prosedur istinbath, maka hadits tersebut lebih didahulukan dari pada qiyas. Dengan demikian, qiyas istihadhah dengan haidh kurang tepat. Selain itu, wanita istihadhah juga diwajibkan mengerjakan shalat, dimana shalat merupakan ibadah yang agung kedudukannya dan harus dilakukan pada saat orang itu suci, oleh karena itu, boleh bersetubuh dengan istri yang istihadhah.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Istihadhah; Hubungan Suami Istri
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Additional Information: Pembimbing: Dra.Hj. Siti Amanah,M.Ag.; Dr.Mahsun, M.Ag.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 21 Nov 2014 10:23
Last Modified: 21 Nov 2014 10:23
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/2720

Actions (login required)

View Item View Item