Analisis pendapat Ibnu Hazm tentang talak melalui surat dalam kitab Al-Muhalla

Fikriyah, Nafisatul (2014) Analisis pendapat Ibnu Hazm tentang talak melalui surat dalam kitab Al-Muhalla. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
092111060_coverdll.pdf - Accepted Version

Download (379kB) | Preview
[img]
Preview
Text
092111060_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (108kB) | Preview
[img]
Preview
Text
092111060_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (181kB) | Preview
[img]
Preview
Text
092111060_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (182kB) | Preview
[img]
Preview
Text
092111060_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (138kB) | Preview
[img]
Preview
Text
092111060_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (19kB) | Preview
[img]
Preview
Text
092111060_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (13kB) | Preview

Abstract

Dalam menjalani kehidupan rumah tangga tidak dapat dipungkiri bahwa dalam kehidupan kadang ada masalah dan ada cobaan yang datang. Bila masalah tersebut tidak segera diselesaikan maka rumah tangga yang awalnya harmonis akan hancur. Maka dari itu, selalu menjaga komunikasi yang baik dengan pasangan adalah pencegahan awal terjadinya percekcokan yang mengakibatkan kata talak keluar dari mulut suami. Meskipun talak diperbolehkan oleh agama namun hal itu dibenci oleh Allah SWT. Dengan semakin modernnya zaman, angka talak dikalangan masyarakat semakin meningkat. Caranyapun berbeda-beda, ada yang langsung diucapkan langsung, ada yang diajukan ke pengadilan, ada yang melalui surat, bahkan sekarang ini ada juga yang lewat sms. Mengenai cara mentalak tidak diatur jelas dalam al-Qur’an, maka para fuqaha’ berbeda pendapat tentang cara menjatuhkan talak. Jumhur ulama menganggap talak melalui surat adalah sah. Imam Abu Hanifah, Malik dan Syafi’i berpendapat, talak melalui surat membutuhkan niat agar talaknya sah. Sedangkan imam Hambali, talak melalui surat sah meskipun tidak disertai niat. Berdasarkan perbedaan pendapat tersebut penulis menyusun skripsi ini dengan membahas pendapat salah satu ulama yaitu Ibnu Hazm, yang menyebutkan bahwa talak melalui surat adalah tidak sah. Dari latar belakang tersebut dapat penulis rumuskan menjadi dua rumusan masalah, yaitu:(1). Bagaimana pendapat Ibnu Hazm tentang talak melalui surat?(2). Bagaimana istimbath Ibnu Hazm tentang talak melalui surat? Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan memfokuskan pada penelitian kepustakaan (library research) dengan mengumpulkan data-data berupa data primer dan data sekunder. Data primer disini penulis ambil dari kitab al-Muhalla juz X karya Ibnu Hazm. Dan data sekunder penulis dapatkan dari literatur lainnya dalam bentuk buku-buku dan skripsi-skripsi yang mendukung masalah yang dibahas dalam skripsi ini. Analisis data menggunakan metode deskriptif analisis . Hasil penelitian menyatakan bahwa menurut Ibnu Hazm, apabila ada seorang suami yang mentalak istrinya dengan cara ditulis (melalui surat), maka talak tersebut tidak sah bahkan sia-sia. Menurut beliau, tidak akan sah talak sebelum dilafadzkan. Karena dalam al-qur’an dan hadis tidak ditemukan nashnya secara jelas, maka istimbath hukum Ibnu Hazm dalam pendapatnya tersebut adalah dengan menggunakan al-dalil dari nash. Bila nash memiliki makna tertentu, lalu makna tersebut diungkapkan dengan pernyataan lain yang semakna dengan lafadz. Dalam nash menyatakan bahwa ceraikanlah istrimu dengan cara yang baik, cara yang baik ini dapat ditarik dalil bahwa talak dengan cara yang baik adalah talak yang dilakukan dengan cara sepatutnya, yaitu dengan diucapkan. Dan menurut pendapat penulis, istimbath hukum Ibnu Hazm tersebut sudah relevan dengan kehidupan di negara Indonesia ini. Buktinya adalah istimbathnya diadopsi oleh Kompilasi Hukum Islam dalam pasal 117 yang menyatakan bahwa talak ikrar suami dihadapan sidang Pengadilan. Jadi menurut pasal ini talak melalui surat adalah tidak sah.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Talak; Perceraian
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Additional Information: Pembimbing: Drs. Slamet Hambali, M.SI; Muhammad Shoim, S,Ag., MH.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 21 Nov 2014 10:24
Last Modified: 21 Nov 2014 10:24
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/2721

Actions (login required)

View Item View Item