Metode penentuan awal waktu salat Syekh Muhammad Salman Jalil Arsyad Al-Banjari dalam Kitab Mukhtaşār Al-awqāt fī ‘ilmi Al-mīqāt

Walidah, Ahliyatul (2014) Metode penentuan awal waktu salat Syekh Muhammad Salman Jalil Arsyad Al-Banjari dalam Kitab Mukhtaşār Al-awqāt fī ‘ilmi Al-mīqāt. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
102111084_coverdll.pdf - Accepted Version

Download (134kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102111084_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (117kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102111084_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (195kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102111084_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (112kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102111084_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (138kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102111084_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (38kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102111084_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (32kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102111084_coverdll.pdf

Download (134kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102111084_Bab1.pdf

Download (117kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102111084_Bab2.pdf

Download (195kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102111084_Bab3.pdf

Download (112kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102111084_Bab4.pdf

Download (138kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102111084_Bab5.pdf

Download (38kB) | Preview

Abstract

Kitab Mukhtaşār al-Awqāt Fī ‘Ilmi al-Mīqāt merupakan kitab karangan ulama Kalimantan Selatan yakni Syekh Muhammad Salman Jalil Arsyad al-Banjari. Ia berperan penting dalam menentukan jatuhnya awal bulan Kamariah, menentukan awal waktu salat dan arah kiblat bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Kitab ini dipelajari oleh masyarakat setempat dan diajarkan di pondok-pondok pesantren di Kalimantan Selatan. Kitab Mukhtaşār al-Awqāt Fī ‘Ilmi al-Mīqāt dalam perhitungannya sudah tidak menggunakan alat bantu Rubu Mujayyab, kitab ini menyediakan tabel jadwal untuk mencari nilai deklinasi, Sinus, Cosinus, Tangen dan sudut waktu. Menariknya, data-data yang digunakan dalam kitab ini tidak menggunakan data bujur tempat dan equation of time, selain itu dalam proses perhitungan awal waktu salat kitab ini meniadakan nilai negatif sehingga deklinasi Matahari dan lintang tempat dari arah Selatan yang seharusnya bernilai negatif dalam perhitungan awal waktu salatnya tetap bernilai positif. Beberapa hal inilah yang membuat penulis tertarik untuk mengkaji mengenai: (1) bagaimana metode perhitungan awal waktu salat kitab Mukhtaşār al-Awqāt Fī ‘Ilmi al-Mīqāt?, (2) bagaimana hasil perbandingan hisab awal waktu salatnya dengan Ephemeris?, (3) apa kelebihan dan kekurangan metode hisab awal waktu salat Mukhtaşār al-Awqāt Fī ‘Ilmi al-Mīqāt?. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat Library Research (kepustakaan). Data primer diperoleh langsung dari kitab Mukhtaşār al-Awqāt Fī ‘Ilmi al-Mīqāt adapun data sekunder diperoleh dari beberapa sumber dokumentasi (bisa berupa ensiklopedi, buku-buku falak, artikel-artikel maupun laporan-laporan hasil penelitian) yang merujuk pada hisab awal waktu shalat kitab Mukhtaşār al-Awqāt Fī ‘Ilmi al-Mīqāt. Teknik analisisnya menggunakan teknik analisis deskriptif dengan mengadakan kajian intensif terhadap kitab Mukhtaşār al-Awqāt Fī ‘Ilmi al-Mīqāt dan teknik analisis komparatif yakni membandingkan hasil hisab kitab Mukhtaşār al-Awqāt Fī ‘Ilmi al-Mīqāt dengan Ephemeris sebagai tolak ukurnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep perhitungan awal waktu salat kitab ini menggunakan rumus Mukhālafah̠ dan Muwāfaqoh̠ dan hasil perhitungannya masih berupa waktu hakiki. Perhitungan dalam kitab ini menunjukkan hasil selisih yang tidak signifikan rata-rata 1-4 menit dengan perhitungan Ephemeris, selisih yang terjadi dikarenakan perbedaan data ketinggian Matahari, perbedaan data deklinasi, dan data lintang sehingga hasil perhitungan awal waktu salatnya untuk masa sekarang dapat dikatakan sudah tidak relevan jika dijadikan acuan untuk ibadah salat sehari-hari. Kelebihan perhitungannya secara praktik dapat dilakukan dengan cepat tanpa menggunakan alat bantu Rubuʻ Mujay̠yab, terdapat tabel astronomis, rumusnya sudah menggunakan konsep segitiga bola. Kekurangannya, datanya masih menggunakan konsep trigonometri sexagesimal dan tidak up to date. Demi terpeliharanya keilmuan pada masa lampau perlu dilakukan beberapa pengembangan dan perbaikan dari segi konsep, metode dan data. Key Words: Salman Jalil, Mukhtaşār al-Awqāt Fī ‘Ilmi al-Mīqāt, Waktu salat

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Waktu Salat
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Falak
Additional Information: Pembimbing: Drs. H. Abu Hapsin, MA., Ph.D.; Ahmad Syaiful Anam, S.HI., MH.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 26 Nov 2014 05:12
Last Modified: 26 Nov 2014 05:12
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/2746

Actions (login required)

View Item View Item