Tinjauan hukum Islam terhadap praktek jaminan dalam akad pembiayaan mudharabah (studi kasus di KJKS Baituttamwil Tamzis cabang Banjarnegara)

Arviani, Novita Arviani (2014) Tinjauan hukum Islam terhadap praktek jaminan dalam akad pembiayaan mudharabah (studi kasus di KJKS Baituttamwil Tamzis cabang Banjarnegara). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
102311056_coverdll.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
102311056_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (84kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102311056_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (135kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102311056_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (116kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102311056_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (122kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102311056_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (18kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102311056_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (12kB) | Preview

Abstract

Keberadaan jaminan dalam akad pembiayaan mudharabah menjadi problematika pembicaraan para ulama. Banyak diantaranya ulama yang melarang adanya jaminan dikarenakan akan terjadinya cacat dalam akad pembiayaan mudharabah. Adapun ulama yang melarang adanya jaminan dalam akad pembiayaan mudharabah adalah Ulama Syafi’i dan Ulama Maliki. Berbeda dengan pendapat ulama Hanafiyyah yang membolehkan adanya jaminan, dengan alasan agar shahibul maal dapat lebih memberikan kepercayaannya kepada mudharib dalam mengelola dana yang shahibul maal miliki. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana praktek jaminan dalam akad pembiayaan mudharabah di KJKS Baituttamwil TAMZIS Banjarnegara serta untuk mengetahui apakah praktek akad tersebut sudah sesuai dengan prinsip-prinsip syari’ah. Praktek akad mudharabah di TAMZIS Banjarnegara 10 tahun terakhir ini, secara keseluruhan menggunakan jaminan. Terkecuali kepada nasabah yang telah sangat dipercaya, dengan menggajukan pembiayaan yang nominalnya dibawah Rp. 5.000.000,-. Adapun barang jaminan disimpan di safety box yang telah ada di setiap cabang. Apabila terdapat pembiayaan yang macet maka akan ditangani oleh pengurus. Sistem pelelangan jaminan dilakukan setelah adanya musyawarah antara TAMZIS dan anggota serta kejelasan anggota mengenai ketidaksanggupan melanjutkan akad. Sistem pelelangan diserahkan kepada KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara & Lelang) sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Setelah pelelangan, apabila hasil lelang tidak mencukupi untuk membayar kewajiban anggota maka anggota wajib melunasi kewajibannya sesuai dengan akad perjanjian pembiayaan yang telah disetujui diawal. Namun apabila terdapat kelebihan pada hasil pelelangan maka pihak TAMZIS wajib mengembalikan kepada anggota pembiayaan. Dengan adanya jaminan dalam pembiayaan mudharabah di TAMZIS, menurut hemat saya diperbolehkan. Hal tersebut dilakukan sebagai penjaga trust antara TAMZIS dengan anggota dan didasarkan pada metode ijtihad dengan tidak mengesampingkan dari hukum asalnya. Pada prinsipnya, metode yang digunakan oleh TAMZIS adalah untuk mengutamakan kemaslahatan dengan tujuan untuk mengedepankan prinsip kehati-hatian dan menghindari tingkat resiko dari kemungkinan terjadinya perbuatan yang tidak diinginkan dari anggota.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Mudharabah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah
Additional Information: Pembimbing: Drs. Nur Khoirin, M.Ag.; Maria Ana Muryani, S.H., M.H.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 29 Nov 2014 03:00
Last Modified: 29 Nov 2014 03:00
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/2776

Actions (login required)

View Item View Item